Too Love

Selasa, 27 Desember 2016

The Blande Of Yellow Moon



Disclaimer : Naruto ©Masashi Kishimoto
©HimeDandelion
Pic By ©Dandélion
Pair        : SasuHina
Genre      :  Romance / Fantasy / Comedy
Rated      : T/K
Warning       : Hinata dan Sasuke disini OOC, dan tambahan karakter baru, buatan sendiri.
. Story by Dandelion (Himeko)
. Pic by Dandélion (Aruta)
xXx


>> 
>> 
>> 
..
..
“Seorang Miko (Pendeta wanita dari klan yang dirahasiakan) yang jatuh cinta kepada siluman, cerita ini sangat popular sekarang. Ne.. Hinata-chan apa kau percaya itu?”
“Aku tidak percaya dongeng sebelum tidur Tenten-chan, anoo..jika sudah selesai memilih bukunya.. bolehkan aku pulang..?” Dengan nada lembut dan memelas khas Hinata, karena sekarang sudah terlambat 5 menit untuk latihannya sebagai penerus dari klan Hyuuga.
.
.
Doujo Hyuuga
BRUKKK
KHOKKK
“Hinata daijobu ka?” Neji mengulurkan tangannya.
Hiashi langsung pergi meninggalkan mereka.
Tes Tes Tes
Air matanya jatuh. Tangannya mengepal erat, dia sudah mengecewakan Otou-sannya.
Hinata tak menyabut uluran tangan Neji.  Menyapu dengan lengan darah yang keluar dari mulutnya akibat pukulan telak. Dan pergi tanpa menoleh kearah Neji yang sekarang tersenyum menang.
xXx
Dibagian selatan Desa Konoha, sebuah pulau di tegah laut.
Pulau yang hanya sekali menampakkan diri karena pulau itu memang tak terlihat.
 “Jika benar maka sekarang lah waktunya” Sosok itu mengambil sebuah gulungan dan melepaskan segel pengekang.
BRAKKK
BWUSSS
Segel terlepas, hawa suram menguap, dan angin sangat kencang melemparkan sosok tua bernama Danzou.
Danzou tersenyum, dan kembali bangkit berdiri.
“Patuhlah pada ku, karena aku yang sudah membebaskan mu” Kata-katanya terdapat sedikit rasa takut karena keraguan.
Sosok itu datang dari kegelapan yang diterangi cahaya bulan.
‘Ternyata hanya seorang anak perempuan, meski begitu aku harus waspada karena kekuatannya yang sangat kuat’
“Ikuti perintah ku dan ikut dengan ku” Perintah Danzou
“Enyahlah.” Dengan tanpa ekspresi.
Dengan sangat cepat Danzou tak berdaya, kekuatannya seperti menghilang, bahkan ia tak dapat berdiri.
“Ku..so..” Danzou yang baru menyadari jika anak itu tak sendirian.
Mereka meninggakan Danzou yang sekarat namun tak membunuhnya.
xXx
Seperti biasa Hinata menuju hutan untuk melampiaskan amarahnya.
Hinata berlatih dengan memukul sebuah pohon namun pohon itu tak bisa tumbang dengan 1 kali pukulan. Membuat Hinata semakin kesal.
Namun Hinata menyadari ada seseorang yang memperhatikannya.
“Siapa disana? Byakugan” Hinata mengaktifkan mata byakugannya, namun tak ada seorang pun atau bekas cakra yang terdeteksi.
‘Aneh.. aku yakin merasakan kekuatan aneh di sekitar sini’
xXx
Ruang Bawah Tanah Markas Orochimaru
Sasuke melangkah keluar dari kamarnya.
“Mau kemana kau Sasuke?” Kabuto menyapanya
“Bukan urusan mu” Jawaban Sasuke sangat dingin
“Kasar sekali bocah itu” Wajah Kabuto terlihat kesal
Tanpa Sasuke sadari seseorang juga telah memperhatikannya.
xXx
Hari mulai gelap Hinata masih belum pulang.
Tiba-tiba salju turun, Hinata menengadah menatap langit malam. Matanya menoleh kearah bulan sabit yang mencuri perhatiannya.
Butiran bening berjatuhan
Tenggelamlah dalam kegelapan..
Yami Yuki Mikatzukikei
Sebuah suara menggema, mata Hinata melebur.
Sosok itu mulai memperlihatkan wujudnya..
xXx
Ditempat lain Sasuke merasakan kehadiran seseorang. Suasana berkabut membuat sosok itu terlihat samar.
Sasuke mendekatinya.
Sasuke menautkan alisnya ketika sosok yang dilihatya merupakan seorang anak kecil.
‘Apa anak itu tersesat di hutan!’
Sasuke memang tak terlalu memperdulikannya, namun cakra yang besar dirasakannya.
‘Apa mungkin?’
Sasuke memperhatikan anak kecil yang melihat ke arah atas.
“Bulan?” Sasuke melihat bulan yang berbentuk sabit. Sekilas terlihat indah namun juga menyeramkan.
“Siapa, kau?” Dengan wajah serius Sasuke bersiap jika anak itu tiba-tiba menyerangnya
Namun Sasuke terlambat. Lingkaran itu sudah mengelilinginya. Dan Sasuke baru sadar jika dibelakangnya juga ada seorang anak yang lain.
‘Aku tak bisa menggunakan cakra ku’
Sasuke semakin lemas.
“Ku.. so!..” ..
xXx
Sasuke terbangun di sebuah tempat yang asing.
Melihat kearah sekitar dengan waspada.
“Oi Teme kau baru sadar?” Perkataan seseorang membuatnya menengok kearah suatu ruangan.
“Naruto?” Mata Sasuke membulat melihat Naruto yang sedang membuat teh.
“Ini minumlah” Naruto menyuguhkan teh yang baru saja di buatnya.
Sasuke langsung menghindar dan memasang kuda-kuda.
‘Ini mungkin hanya sebuah ilusi, konsentrasi, aku harus keluar dari genjutsu ini’
“Teme. Apa yang kau lakukan” Naruto semakin mendekat kearah Sasuke.
‘Kusso! Genjutsu macam apa ini aku tak bisa melepaskannya’
Sasuke mengaktifkan mata sharingan.
Tangannya sudah mengeluarkan cakra aliran listrik.
“OI!! TEME berhenti!! Kau bisa merusak perabotan tempat tinggal ku!! “
Sasuke menghentikan jurusnya..
“Kau menjadi sangat aneh setelah bangun, jika ingin bertarung jangan disini, simpan saja cakra mu buat besok”
‘Apa Naruto yang sudah menyelamatkan ku?’
“Besok ? Apa maksud mu?”
“Yare-yare.. Kau pelupa sekali, besok kita akan melakukan misi untuk membawa Hinata kembali ke Konoha, sebenarnya apa yang kau lakukan hingga pingsan di hutan, err.. kau bahkan hilang ingatan!” Naruto memegang jidat Sasuke
“Lepaskan tangan mu bakka! “Sasuke menepisnya.
“Jadi kau tak melihat siapapun setelah menemukan ku?” Lanjutya.
“Tidak” Jawabnya singkat, sambil menautkan alisnya.
“Aneh sekali, “
‘Aku bahkan tak terluka sedikit pun, cakra ku juga kembali, apa yang sebenarnya diinginkan anak itu’
“Kau yang aneh Sasuke!” Naruto memincing memperhatikan Sasuke.
“Oh iya jika sudah merasa baikan pulanglah ke rumah mu”
‘Memang ada yang tak beres dengan semua ini’
“Otakmu sedang tidak beres Teme! Lebih baik kau periksa dulu ke nenek Tsunade”
Sasuke tak beranjak dari tempatnya.
“Teme kau tak mau pulang”
“Benar, jika ini bukan ilusi, aku harus kembali ke tempat Orocimaru”
 “Phfft” Sungguh Naruto hampir tak mampu menahan tawanya mendengar Sasuke mengakatakan pulang ke tepat Orochimaru.
Melihat ekspresi Naruto, Sasuke tak ada pilihan lain selain menghipnotis Naruto.
“Katakan padaku mengenai dunia ini”
xXx
Sasuke berjalan kearah manshion Hyuuga.
‘Firasat ku buruk, bagaimana bisa ini bukan genjutsu, dan lebih aneh Hinata menjadi nukenin seperti ku?’
Sasuke memasuki mansion Hyuuga.
“Sasuke nii, aku sangat khawatir, kau keluar begitu lama..yokatta kau tak apa” Hanabi memeluk Sasuke nii-sannya.
“Lepaskan aku!” Sasuke dengan kasarnya menepis pelukan Hanabi.
“Nii-san.. “ wajah Hanabi terlihat sedih melihat nii-sanya yang tiba-tiba berubah
“apa-.. apa karena Neji-nii mengalahkannya tadi pagi.” Cicit Hanabi tampak berfikir.
“Apa yang kau katakan? Neji mengalahkan ku?” Sasuke menautkan alisnya dengan nada bicara sedikit meledek.
“Nii-san ada apa dengan mu?”
“Aku bukan Nii-san mu, biar ku tegaskan berhentilah memanggil ku Nii-san! Karena aku bukan kakak mu. Aku adalah Sasuke, Sasuke Uc..”
“SASUKE!! Apa yang kau lakukan, kau adalah pewaris utama Hyuuga, kau tak sepantasnya berkata kasar seperti itu.” Pandangan Hiashi tak kalah dingin dengan Sasuke.
“Tch..” Sasuke mendecih dan meninggalkannya begitu saja.
“KAU!! Anak tak tau diri” Hiashi hendak memukul Sasuke namun Hanabi menghalanginya.
“Tou-san ku mohon, jangan biaran amarah mu menguasai” Hanabi menunduk setelah menghalangi pukulan yang seharusnya diterima Sasuke.
xXx
“Kau sudah berani membangkang.” Pandangan Neji meremehkan.
“…” Sasuke tak memperdulikannya dan terus berjalan keluar dari mansion Hyuuga.
“Kau mau kabur lagi? Kau terlalu lemah untuk posisi yang akan kau ambil. Kau bahkan tak pantas”
“Apa yang kau bicarakan!” Sasuke berbalik meremas kerah Neji.
“Pantas saja jika Hinata menjadi Nukenin jika perlakuan kalian terhadapnya seperti ini.”
Neji terlihat bingung ketika Sasuke menyebut nama Hinata, untuk apa Sasuke menyebut nama seorang nukenin yang tak memiliki hubungan apapun dengan Hyuuga, setidaknya itulah yang dipikirkan Neji.
Sasuke melepaskan cengkramannya dengan kasar.
xXx
“Aku harus mencari Hinata” Sasuke menuju gerbang desa Konoha.
“Hey.. kau!.. kau tak boleh keluar desa jika tak memiliki surat izin dari Hukage. Hyuuga-san!”
“Tch.. urusai. Aku bukan Hyuuga” Sasuke mengaktifkan mata Sharingannya
Tanpa menyentuh mereka Sasuke sudah menjerat mereka ke dalam jurus genjutsunya.
“Terlalu lemah” Sasuke meninggalkan mereka
xXx
Menuju markas Orochimaru
“Apa mereka tak bisa membedakan perbedaan yang besar antara Hyuuga dan Uchiha! Tch..bukan hanya ingatan mereka namun penglihatan mereka juga benar-benar telah dimaipulasi.” Sasuke mengoceh sambil melewati dahan-dahan pohon
“Ini aneh, jika dugaan ku benar, maka orang yang ditukar dengan ku juga memiliki ingatan yang tidak dimanipulasi”
‘Aku tak tahu, tapi aku ingin menyelamatkannya. Hingga semuanya berakhir’
Pikir Sasuke.
xXx
Hinata tahu Orochimaru memilihnya hanya untuk menjadi wadah baru untuknya.
Dengan kekuatan yang ia miliki sekarang takkan begitu sulit mengalahkan Orochimaru, apalagi setelah mengetahui kondisi Orochimaru yang sedang sakit.
Hinata membuka pintu kamar Orochimaru.
“Apa kau merindukan ku Hinata Uchiha?” Mata ularnya melirik kearah Hinata. Degan waspada Orochimaru memperhatikannya, karena dia tau sifat Hinata yang tidak bisa ia atur.
“Aku tidak datang untuk itu”
Mata Hinata memancarkan cahaya kuning emas melingkar, hanya mengulurkan tangannya
kearah Orochimaru.
Mata Orochimaru terbelalak sangat cepat Hinata sudah berada di depanya.
“Apa yang terjadi? Kenapa badanku tidak bisa bergerak.”
“Enyahlah” Kata terakhir setelah Hinata berbalik meninggalkan Orochimaru cahaya kuning seperti kunang-kunang yang akhirnya menghilang. Hanya ruangan kosong yang tersisa.
Kabuto datang membawakan ramuan obat untuk Orochimaru kaget mengetahui tuannya sudah tidak ada di tempat. Bahkan hawa keberadaannya sudah menghilang.
xXx
Hutan tempat dimana 2 sosok orang, laki-laki dan perempuan itu memanggil Hinata.
“Kau memberi ku kekuatan yang sangat besar, apa yang sebenarnya kalian inginkan dari ku”

Dua orang muncul dari kegelapan.
“Kalian tak mungkin hanya memberikan kekuatan secara cuma-cuma, apa yang sebenarnya kalian inginkan”
Tak ada jawaban,
“Kalian.. siapa sebenarnya kalian?”


Tanda bulan sabit muncul bercahaya di kening Himeko dan Aruta.
Hinata memasang kuda-kuda jika mereka menyerang tiba-tiba.
Cahaya kuning tiba-tiba sudah melingkari tubuh Hinata.
Hinata mulai kehilangan keseimbangan. Dan tak bisa mengeluarkan cakranya.
Mata emas Aruta melirik kepada sesuatu yang datang menyerangnya. Sehingga Hinata terlepas dari lingkaran.
“Daijobu ka?” Sasuke menurunkan Hinata.
“U-um.. “Hinata mengangguk
“Kita harus bekerja sama untuk mengalahkan mereka.”
“…”
“Mereka menginginkan kau Hinata, kau adalah rengkarnasi Kikyou ibu mereka, dan untuk balas dendam terhadap keluarga Hyuuga”
“Bagaimana kau mengetahuinya”
“Tetua Hyuuga yang mengatakannya, mereka sedang mengarah ke sini”

*FlashBack
Sebelum meninggalkan desa Konoha untuk mencari Hinata, Sasuke menanyakan perihal pulau kutukan kepada tetua klan Hyuuga yang langsung kaget ketika mengetahui rahasia yang ditutup keluarga klan Hyuuga dan Uchiha akhirnya akan terungkap.
Tetua membawanya ke sebuah ruang bawah tanah rahasia.
“Ini adalah cerita lama seperti dongeng sebelum tidur ketika aku masih kecil, dan mengetahui kebenarannya ketika tetua sebelumnya menunjukkan sebuah kertas gulungan tua yang sudah berusia ratusan tahun sebelum dia meninggal.
Salah satu keluarga Uchiha yang tanpa sepengetahuan siapapun bernama Kikyou seorang yang memiliki kekuatan spiritual yang disembunyikan klan Uchiha untuk mengendalikan iblis gagak yang mengikat perjanjian kepada klan Uchiha.
Namun dia meghilang, tak ada yang mengetahui keberadaannya. Menghilangnya Kikyou membuat iblis Tengu (Dewa gagak) iblis kematian terbebas dan menghianati perjanjian. Madara yang merupakan anak sekaligus perjnjian itu, melenyapkan ayahnya sendiri.
Dan salah satu klan Hyuuga yang menyukai Kikyou akhirnya mengetahui keberadaan Kikyou di sebuah pulau, namun penolakan yang di berikan Kikyou tak membuatnya putus asa, Hyuuga itu terus mendatangi pulau kecil itu hingga mengetahui fakta yang mengejutkan Kikyou lebih memilih bersama salah satu siluman yang ditolongnya. Membuat Hyuuga itu marah. Dan mengatakan jika Kikyou di culik siluman disebuah pulau dan mengancam akan menyerang desa.
Klan Uchiha membuat penyerangan ke sebuah pulau dengan bantuan klan Hyuuga. Pertarungan hebat siluman itu mati demi melindungi Kikyou dan bayi dalam kandungan istrinya Kikyou.
Penyerangan berhasil namun Kikyou marah dan menyegel seluruh pulau. Banyak yang mati dan terluka parah dalam penyerangan. Tak ada yang bisa memasuki pulau itu. Lambat laun pulau itu akhirnya menghilang.
Dan Hyuuga yang bertanggung jawab atas semua ini adalah tetua sebelumya, dia adalah ayah ku, aku tau ini semua akan terjadi.”
Di ruang bawah tanah itu Sasuke melihat sebuah lukisan tua buram tertutup debu, Sasuke mengusapnya. Matanya terbelalak seolah-olah tak percaya dia sangat mirip dengan Hinata hanya saja matanya berwarna Hitam khas klan Uchiha dengan rambut berwarna hitam kelam.
xXx
Aruta mengangguk memberi isyarat kepada Himeko.
Keimusho..Yami..
Seluruh pulau di kelilingi hawa hitam, para tetua yang sudah menemukan pulau, namun tak bisa memasukinya.
“Apa yang terjadi?” Hiashi sudah mencoba memukul dengan kekuatan penuhnya namun tak bisa menembusnya.
“Ini adalah kekkai, kita tak bisa meneruskannya” salah satu tetua menerangkan
“Apa maksud mu? Sasuke berada di sana!” Hiashi terlihat tak terima
Meskipun terlihat kasar, Hiashi tetaplah sosok ayah yang mengkhawatirkan anaknya.
“Nukenin itu sangat mirip dengan Kikyou, jika ia adalah rengkarnasinya. Ini berarti dugaan Tetua sebelunya benar, jika Kikyou memiliki anak. Mereka ingin membangkitkan Kikyou lagi” Dengan penuh berfikir salah satu tetua Hyuuga mengucapkannya.
“Pasti ada jalan lain, apa yang kalian sembunyikan untuk mengalahkan mereka” Hiashi tampak serius
“Sebuah tangan kutukan, adalah jurus terlarang klan Hyuuga yang dirahasiakan, aku tak yakin kau bisa megendalikannya, jika tubuhmu tak mampu menahan kekuatannya kau akan terhisap.” Tegas tetua Hyuuga
 “Aku akan melakukanya” Hiashi dengan mantap dengan ucapannya, menatap serius Tetua yang berada di hadapannya.
Tetua itu hanya diam.
xXx
Kembali ke Pertarungan
Mata Himeko dan Aruta memancarkan cahaya emas melingkar, dengan tanda bulan sabit di dahinya.
“Ini aneh bukankan dia seorang anak kecil” Sasuke melihat kearah gadis yang merupakan kembaran Aruta yaitu Himeko.
Namun, kemudian dia melihat kearah Hinata, matanya mulai menghitam.
“ARRRGGGGHHHHH “ Jeritan Hinata membuat Sasuke melihat perubahan Hinata rambutnya mulai menghitam, dan merambat ke matanya yang juga berubah perlahan.
 “Okaa-san..” Himeko mendekat kearah Hinata.
Matanya memancarkan air mata, namun Aruta menahannya.
Menggeleng seolah belum saatnya.
“Hinata? Oi Hinata!! Sadarlah. Tch.. kusso“
Jangakan menyerang mendekati mereka saja Sasuke sungguh kualahan.
 ‘Sial jika seperti ini terus aku akan kehabisan cakra, berfikr Sasuke.. berfikir..’
xXx
Di Luar Pulau Terkutuk
“Aku mohon, onegaishmashu” Hiashi berlutut dihadapan tetua Hyuuga.
xXx
Para ninja Konoha juga ikut membantu atas perintah hukage Tsunade.
“Tidak bisa… Tidak bisa… Tidak bisa.. “ Naruto melakukan Rasenggan berulang kali untuk menembus kekkai namun sia-sia, berulang kali Naruto terpental.
“Hentikan Naruto! Kita tak bisa melakukanya” Tutur Sakura dengan raut sedih. Hinata adalah teman setimnya,                                                                                                                                             sedangkan Sasuke adalah pria yang sangat dikaguminya.
xXx
Sasuke menyusun serangan dengan sisa cakranya yang tersisa.
“Susano’o”
Sasuke mengaktifkan Susano’o nya.
KHOOKKK
Darah keluar dari mulut Sasuke.
‘Kali ini aku tak boleh gagal, satu serangan hanya itu kesempatan ku’
Sasuke menyerang Aruta, laki-laki yang sedari pertarungan sering menghilang dan tiba-tiba menghilangkan kekuatannya dengan sekejab.
Dengan cepat Sasuke sudah berada di depan Aruta namun serangannya gagal karena Aruta membuat cakranya hilang Sasuke terjatuh.
BWUSSS
Sasuke sedikit menaikkan sudut bibirnya. Serangan yang sebenarnya adalah Sasuke mengincar Himeko. Aruta yang mengetahui Sasuke yang menyerangnya hanyalah bunshin. Langsung menuju kearah Himeko.
ZLEPPP
Darah keluar, membasahi katana Sasuke.
Mata Himeko terbelalak dengan wajah yang sangat marah.
Ya Aruta mengorbankan dirinya menjadi tameng untuk melindungi Himeko.
“AAAARRRRRRRGGGGHHHHHHHHHH”
Himeko berteriak keras merangkul tubuh Aruta, tangisannya membuat aura gelap pulau semakin kuat. Sasuke yang melihatnya merasakan aneh.
Sayup-sayup Hinata tersadar sebelah matanya kembali berubah menjadi sedia kala.
Seperti pecahan katana kecil berwarna emas membentuk bulan sabit beterbangan menebas apapun yang menghalangi jalannya.
xXx
Teriakan itu mengejutkan mereka yang berada di luar pulau, angin kencang membawa suara itu membuat hawa disana semakin menyeramkan.
Kakashi datang dan membawa sebuah panah emas.
“Ini bisa menembus kekkai yang mereka buat, ini adalah benda pusaka yang diciptakan dari
Taring Sesshou siluman serigala yang diserang ratusan tahun yang lalu” Jelas Tsunade
Catatan : Sesshou adalah siluman yang merupakan suami dari Kikyou Uchiha, yang secara biologis merupakan ayah Aruta dan Himeko.
Panah dilepaskan perlahan kekkai yang menghalangi pulaupun pecah.
xXx
‘Yabai.. apakah disini akhirnya’              
Pikir Sasuke akhirnya dia mati dan semuanya selesai
Sasuke kehabisan cakranya. Hinata menuju kearah Sasuke, disini sangat berbahaya. Hinata melindungi Sasuke dengan kekkai cakra berwarna emas. Sasuke tak yakin apa dia benar Hinata.
“Himeko,,” Hinata mengusap rambut Himeko lembut.
“Aruta akan sembuh” Hinata memberikan senyum kearah Himeko, sambil mengarahkan tangannya ke jantung Aruta, mempercepat regenerasinya.
“Balas dendam bukanlah yang kami inginkn” Tutur Hinata, yang sebenarnya adalah Kikyou.
Samar-samar wujud Sesshou pun terbentuk dari panah emas yang dilemparkan untuk melepas kekkai Himeko.
Luka Aruta menutup sempurna.
Mereka berdua terperangah melihat orang tua mereka terlebih mereka belum pernah melihat wujut ayah mereka Sesshou.
Sasuke khawatir jika Kikyou yang berada di dalam Hinata tak ingin keluar dari tubuhnya dan membawa Hinata pergi.
Namun sebelum Sasuke menanyakannya. Hinata pingsan, dan bayangan Sessshou pun menghilang.
Tubuh Hinata jatuh, Sasuke ingin menangkapnya namun kekuatannya bahkan tak sanggup untuk berdiri.
GREEPPP
Aruta menangkap Hinata dan membawanya kearah Sasuke.
Hukage dan yang lainnya datang.
Bersiap untuk menyerang 2 orang berpakaian kimono hitam itu.
Hiashi langsung menghampiri Sasuke. Mata sasuke membulat, mengetahui Hiashi memeluknya erat.
“Phfft… ahahaha..” Tahan tawa Hinata tak terelakkan melihat Ekspresi Sasuke.
Melihat Nukenin tertawa seperti itu semua ninja Konoha waspada terhadap Hinata.
Membuat Sasuke yang tadinya dongkol karena Hinata, menjadi terbahak-bahak karena Hinata yang baru saja menyadari bahwa dirinya sekarang adalah Nukenin bukan putri sulung Hyuuga.
“Hahahahahaha” Tawa Sasuke sambil menunjuk-nunjuk Hinata membuat pandangan semua orang yang tadinya memandang Hinata tertuju pada Sasuke.
Aruta dan Himeko membungkuk hormat.
“Gomenasai”
Aruta menjentikkan tangannya waktu berhenti seketika.
Sasuke terperangah,
‘Apa-apaan ini jika kekuatan mereka sehebat ini, harusnya dia bisa menghindari seranganku bahkan untuk mengambil alih seluruh desa dalam pengendaliannya, sungguh tidak adil’
Semua ingatan mereka telah kembali.
Hiashi terkejut melihat dirinya telah memeluk Nukenin penghinat desa.
Mendorong keras tubuh Sasuke yang kehabisan cakra.
‘Tch.. sekarang kau membuangku’
Pikir Sasuke yang melirik tak suka kepada Hiashi
“Kenapa? Kenapa aku berada di sini?” Kakashi memulai pembicaraan.
“ … “ Naruto tak berhenti melihat Sasuke. Begitupun Sakura
“Hinata apa yang terjadi dengan pakaianmu?”
“Aku..etto.. Tou-san maafkan aku” Hinata membungkuk hormat kepada Hiashi.
“Pulau ini” Kata Tetua Hyuuga
“Ini pulau terkutuk, Ternyata itu bukan sebuah lagenda atau dongeng.” Tsunade melihat kearah 2 orang yang berpakaian kimono.
“Bulannya.. apa yang terjadi dengan bulannya, dan mereka” Naruto menunjuk Aruta dan Himeko yang dahinya memancarkan cahaya emas berbentuk bulan sabit.
“Hanya ada 1 cara untuk membuat bulan kembali menjadi seperti semula. Dengan membunuh pengguna jutsunya, walau mereka telah meminta maaf, memiliki kekuatan sebesar itu, merupakan ancaman yang sangat besar” Tsunade dengan wajah tegasnya.
“Tidakk!!.. ku mohon jangan bunuh mereka” Hinata menghalagi Aruta dan Himeko di belakangnya.
“Onegai, ini sungguh tidak adil, orang tua mereka dibunuh tanpa sebab, dan sekarang mereka juga?  Apakah tidak ada cara lain. Tolong biarkan mereka hidup” Hinata berusaha membela. Air matanya mengalir, ia tau yang dirasakan Kikyou, karena mereka pernah berada 1 wadah terlebih Hinata adalah rengkarnsi Kikyou.
“Maafkan aku, mungkin inilah saatnya. Kami akan mengeksekusi mereka “ Tetua Hyuuga itu dengan wajah angkuhnya membuat beberapa ninja yang berada disana emosi terutama Sasuke yang sudah mengetahui cerita tentang mereka
“Aku tak mengerti awalnya, ternyata aku salah paham, ku fikir, kau tak seperti ayahmu” Pandangan Sasuke sinis terhadap Tetua Hyuuga tak ada sopan santun kepada pria tua yang sudah lanjut usia itu.
“Jaga mulutmu Uchiha, disini kau hanya seorang Nukenin, kau juga akan mendapatkan hukuman. “ Hiashi menatap tajam kepada Sasuke, dan dibalas decihan oleh Sasuke.
Aruta dan Himeko hanya diam, mereka tak membangkang atas hukuman mati yang akan mereka terima.
“Kakashi kami menemukan Danzou” Bisik guru Yamato, yang tiba-tiba muncul.
“Kalian ikut aku” Tsunade menunjuk Hinata dan Sasuke.
‘Kusso.. bagaimana ini, apa aku juga akan dihukum mati? Kenapa harus sekarang’
xXx
Ruang Tsunade
“Kami tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, kalian harus menceritakan semuanya”
.
.
.
“Kekuatan mereka memang sangat berbahaya, tak ada tempat untuk mereka, terlebih jika warga desa mengetahuinya, tak ada bedanya perlakuan warga desa memperlakukan mereka layaknya monster. “
“Tapi..” Hinata menyela
“Keluarga Hyuuga yang mengurus eksekusi mereka, mungkin akan dilakukan sebentar lagi”
“Tak ada yang bisa membela mereka kau boleh pulang Hinata, dan kau.. Sasuke besok pagi adalah giliran eksekusi mu”
DEG
Seketika Hinata menghentikan langkahnya, mata Hinata melebur.
BRAKKK
Suara pintu yang terbuka, menampilkan 2 orang manusia berjenis kelami berbeda dengan corak warna rambut yang mencolok, siapa laki jika bukan Naruto dan Sakura.
“Tidak mungkin” mata Sakura melebur.
“Nenek.. kau tak bisa seperti ini, tak peduli apapun aku tak akan membiarkan semua ini terjadi.” Naruto langsung bangun dan tak terima jika Sasuke dihukum mati.
Sasuke tau Hinata akan berusaha membebaskan Aruta dan Himeko.
Sasuke mencegah Hinata pergi dengan mencengkram erat tangannya.
“Jangan pergi”
Wajah cemas Hinata membuat Sasuke tak ada pilihan. Namun dia tak pandai memilih kata-kata yang bagus.
“Kubilang jangan pergi, tetaplah disini.” Perkataan Sasuke sontak membuat Sakura dan Naruto cengo mendengarnya, ada rasa sakit ketika mendengar perkataan Sasuke bagi Sakura.
“Lepaskan aku. Uchiha. Byaku..”
GREEPPP
Sebelum Hinata jatuh Sasuke sudah menangkapnya, Sasuke menggunakan mata sharingannya untuk menghlangkan kesadaran Hinata.
xXx
“Apa yang kau lakukan Teme!!” Naruto marah, dia kira Sasuke menyakiti Hinata.
“Dia hanya akan membuat masalah besar jika melihat eksekusi Aruta dan Himeko”
Tsunde memperhatikan Sasuke.
“Baiklah pembicaraan kita sudah selesai.” Tsunade memanggil Kakashi dan Yamato untuk menjaga Sasuke. Sasuke digiring ke penjara bawah tanah.
Tsunade tak menghiraukan Naruto yang masih setia menunggunya meminta penjelasan agar Sasuke tak dihukum mati. Begitupun Sakura meski dengan raut kecewanya.
Tok Tok Tok
“Masuklah Hiashi, kau sudah datang” Hiashi melirik Hinata yang tanpa kesadaran berbaring di kursi samping meja Hukage.
“Apa yang terjadi”
“Sasuke yang membuatnya pingsan”
“Apa!! Anak kurang ajar itu, berani sekali dia” Hiashi dengan pandangan marahnya
“Baiklah kebetulan kalian berada disini, kalian dapat mengetahui pembicaraan yang akan menjadi jawaban untuk kalian” Tsunade memberi pandangan untuk Naruto dan Sakura yang duduk di samping Hinata.
“Apa kau sudah yakin? Hiashi.”
“Tidak ada pilihan lain, karena ini bisa mencoreng klan Hyuuga jika berita itu sampai menyebar.”
“Baiklah.. pernikahan akan dilakukan 2 hari lagi”
Hiashi berdiri, dan Hinata tersadar dari pingsannya.
“Otou-san ..”
Hiashi tau pandangan Hinata.
“Mereka sudah tidak ada” Perkataan Hiashi sontak membuat butiran bening berjatuhan membasahi pipinya yang chubby (Hinata)  *buan Hiashi yang nangis Hiashi gk chubby lho
“Tsunade Baa-chan, a-apa makdusnya dengan menikah? Siapa yang menikah?”
“Hinata” jawaban singkat Tsunade
“Hinata? Hinata dengan siapa?” Naruto penasaran
“Sasuke” Jawaban Tsunade sontak membuat Sakura pingsan
xXx
“Ini sungguh keterlaluan, bagaimana bisa? Sakura sangat mencintai Sasuke, Baa-chan tolong bisakah ini digagalkan?”
“Apa maksud mu Naruto, ini bukan hanya menyangkut Keberadaan Uchiha terakhir, tapi ini juga menyangkut masalah klan lainnya, Hyuuga salah satu klan bangsawan di konoha. Kelangsungan klan menjadi prioritas Konoha untuk membuat klan tetap bersatu.”
“Aku tak mengerti, “ Naruto frustasi.
“Naruto, jika Sasuke tak menikah dengan Hinata, maka hukuman Sasuke adalah mati, dan Klan Hyuuga akan menghilang, karena rahasia tentang keberadaan Kikyou sebagai Uchiha akan terungkap, dan yang bertanggung jawab penuh adalah ketua klan Hyuuga waktu itu. Namun orang yang harusnya mempertanggung jawabkan perbuatannya sudah tidak ada, maka klanlah yang akan megambil alih.”
Jelas panjang Tsunade.
“Tapi Sakura..” Naruto memandang sedih. Sakura sudah pergi keluar, dia menangis.
“Dia akan baik-baik saja, bukankah kau menyukainya, jangan berpaling darinya. Karena saat seperti inilah Sakura akan menyadari keberadaan mu Naruto.”
Naruto menunduk dia tak yakin. Memang ada rasa senang dihatinya, namun dia juga takut jika Sakura nanti menolaknya. Dia juga takut jika Sakura akan menjauhinya jika dia mengungkapkan perasaannya.
“Apakah Hinata dan Sasuke sudah mengetahuinya?”
“Hinata belum mengetahuinya. Namun Sasuke, ku rasa Kakashi sudah menyampaikan perintah itu ketika dia dibawa ke penjara bawah tanah.”
“Kenapa harus penjara bawah tanah?”
“Kau banyak bertanya Naruto!! “ Tsunade mulai dogkol dengan sikap Naruto kemudian mengambil sake yang berada di laci mejanya.
“Penjara bawah tanah hanya sebagai kata samaran, Sasuke sekarang sedang berada di Manshion Hyuuga”
“Apppha?? Jadi dia menerimanya.”
“Kurasa begitu”
“Bagaimana dengan Hinata?”
“Cukup Naruto! Berhentilah bertanya..” Sudut perempatan muncul di kening Tsunade dengan sikap Naruto yang mirip Nawaki itu.
‘Bagaimana aku bisa menikmati sake ku jika dia terus bertanya, huh..’
xXx
Manshion Hyuuga
“Mungkin kau sudah tau kenapa sekarang kau berada di sini?” Hiashi dengan wajah dinginnya.
“Ya, aku tau.” Sasuke tak kalah dingin
“Aku akan memberi kau waktu” Ucapnya
Di ruangan itu hanya Hiashi dan beberapa anggota Hyuuga yang kini mengikuti rapat.
“Ingat Sasuke jika kau menyakiti Hinata satu tetes air matanya jatuh, kau akan tau akibatnya” Bisik Hiashi kepada Sasuke.
Sasuke merinding, karena sebelum rapat keputusan tentang perjodohan dirinya dengan Hinata, Sasuke dibawa keruang dojou Hyuuga dan yang menantinya adalah Hiashi.
‘Ayolah Sasuke dia tak mungkin meremukkan tulangmu. Tak mungkin dia menginginkan menantu yang cacat kan?’ Pikir Sasuke menenangkan hatinya
xXx
Kembali di tempat rapat Sasuke merasa aneh karena tetua Hyuuga tak berada disana.
“Tunggu sebentar”
Hiashi berbalik, menanggapi pertanyaan Sasuke.
“Kemana tetua Hyuuga itu” Dengan penuh hati-hati Sasuke menyyusun kata-katanya
xXx
“Kau merasakannya, mungkin tak terpikirkan oleh mu, Mikatzukikei telah hilang.
Dan keberadaan 2 anak yang setengah siluman itu. Juga tetua Hyuuga kami”
“Apa maksud mu?”
“Kau akan mengetahuinya besok” Hiashi meninggalkan Sasuke.
Para Maid Hyuuga mengantarkan Sasuke ke kamarnya.
xXx
“Ini sangat lucu, aku tak menyangka perubahan kalian” Ucap Hinata.
xXx
Pagi menyingsing. Hari ini seharusnya menjadi hari eksekusi bagi Sasuke.
“Apa yang harus aku katakan kepada Hinata. Kenapa tidak orang lain saja yang memberitahukan hal itu kepadanya, kenapa harus aku. Arrgghhh..
Mungkin aku harus menemuinya sekarang. Ya aku harus menemuinya”
Sasuke yakin, dan menuju ruangan kamar Hinata. Maid disana mengetahui keberadaan Sasuke sebagai calon suami Hinata. Mereka langsung pergi meninggalkan penjagaan ketika Sasuke masuk.
Didepan Pintu
Berulang kali Sasuke ingin mengetuk pintu namun  di urungkannya.
‘apa yang aku lakuan, kenapa aku seperti orang bodoh sekarang’
“Masuklah” Suara Hinata, membuatnya sadar.
‘Ya sekarag aku memang terlihat bodoh, tak berfikir dia bisa melihat ku meski terhalang dinding, dia Hyuuga aku melupakan kemampuan itu.’
“Aku ingin mengatakan sesuatu” Sasuke to the point tanpa menoleh
“Papa..”
Catatan: Wajah Sessou dan Sasuke sangat mirip hanya saja rambut Sesshou yang berwarna perak sedangkan Sasuke berwarna reven
DEG
“Suara itu..”
Sasuke melihat 2 sosok yang dikiranya sudah tidak ada.
“Kalian” Mata sasuke melotot. Terutama penampilan mereka kini sudah berubah.
Rambut mereka berubah menjadi perak dan mata hitam yang mereka miliki menjadi kuning emas, dan bulan sabit yang berada di dahi mereka kini telah menghilang. Dengan pakaian berbeda, dan mereka kini menyandang sebuah marga yaitu Hyuuga, ya Hiashi yang mengadopsi mereka. Namun yang paling membuat mereka tak seperti dulu adalah sama seperti pertemuan Sasuke yang pertama kali dengan mereka, wujud mereka sekarang berubah menjadi anak kecil berusia 2 dan 5 tahun.
Catatan: Himeko menjadi gadis kecil berusia 2 tahun, dan Aruta menjadi bocah kecil berusia sekitar 5 tahun, kenapa mereka berbeda entahlah, author gk mikirintuh ‘-‘ mereka lahir di hari yang sama, mereka memang kembar namun Himeko lebih lemah sehingga pertumbuhannya lambat dan merubahnya menjadi anak usia 2 tahun, sedangkan Aruta menjadi 5 tahun karena pertumbuhannya yang lebih cepat dan semua itu demi melindugi Himeko dia harus selangkah didepan.
“Bagaimana bisa, “ Himeko ingin menghampiri memeluk Sasuke, namun Aruta menghalanginya. Sugguh Himeko hanya seorang anak kecil yang seakan ingin bersama ayahnya, usia 2 tahun membuat jalannya pun terasa seperti bayi yang baru bisa berjalan.
*sister complex ya mungkin seperti itu
“Dia bukan papa, Himeko.”
“Tak apa, kau bisa memanggil ku papa, Himeko, Aruta juga.” Sasuke mengenali mereka.
“Papa, Himeko senang dan menghambur memeluk Sasuke, Sasuke menggendong Himeko, membuat Hinata terperangah melihat Sasuke yang selama ini terkenal agkuh itu ternyata menyayangi anak kecil. Tanpa sadar Hinata tersenyum.
Aruta yang melihat Himeko bersama Sasuke cemberut, sangat mengisyaratkan ketidak sukannya kepada Sasuke.
Hinata yang menyadari itu memeluk Aruta dari belakang. Semberut merah di kedua pipinya kala Hinata bilang.
“Aruta tidak boleh cemberut seperti itu. Hinata tersenyum manis sambil mengusap rambut Aruta lembut”
Hiashi yang melihat kebersamaan mereka merasa yakin jika dia bisa melepaskan putrinya kepada Sasuke.
Catatan: Jika kalian bertaya bagaimana dengan kekuatan Aruta dan Himeko, maka jawabannya adalah kekuata mereka sudah disegel, jika kalian bertanya tentang Tetua Hyuuga jawabanya adalah tetua itu sudah mengorbankan nyawanya demi menyegel kekuatan Himeko dan Aruta dengan jurus terlarang yang di tinggalkan ayahnya yang mengetahui sejak lama jika Kikyou memiliki anak, namun tidak mengetahui keberadaan anak-anak itu. Penyegelan dilkukan agar mereka bisa hidup.
“Papa, suka mama..”
Sasuke bingung, siapa mama?
Himeko menunjuk Hinata.  Seolah-olah tau apa yang dipikirkan Sasuke.
“Ti-tidak”
Himeko tersenyum
“Papa bohong.. bukankah papa datang untuk mengatakan peljodohan kalian?”
Semberut merah di pipi Hinata kala mengetahui yang dikatakan Himeko.
“Kalian tidak bisa berbohong, Himeko bisa membaca isi hati kalian dan mengetahui perjalanan hidup kalian sebelumnya, jika dia menyentuh kalian” Tutur Aruta, Nampak tak peduli, namun dapat mengetahui maksud mereka walau tanpa bicara.
Ya kekuatan mereka tersegel, namun ada beberapa kemampuan mereka yang muncul karena penyegelan.
“Baiklah jawaban apa yang akan kau berikan Hinata” Sasuke nampak serius.
‘Perasaan ini memang baru tumbuh,’
xXx
Taman Bermain
“Naruto .. ada apa?”
“Aku .. aku menyukai mu” Naruto mantap dengan wajah seriusnya.
“Phfft .. Ahahahahaha” Sakura tertawa
“Sakura.” Panggil Naruto lemah, jujur saja sangat sulit bagi Naruto mengungkapkan perasaannya dan berubah seperti ini dihadapan Sakura.
“Kau bercanda.” Ucap Sakura lagi di sela tawanya
“Aku serius” Kini wajahnya tak seyakin yang awal.
“Naruto bisakah kau memberi ku waktu? aku tau sulit bagi mu untuk meninggalkan sifat konyol yang sering kau tunjukkan pada ku. Bisakah kau menunggu Naruto?” Sakura tersenyum tulus.
Jawaban Sakura membuat secerca harapan untuk Naruto.
xXx
Kembali ke manshion Hyuuga
“Jadi apa jawabanmu?”
“Tentu saja.. aku tidak bisa menolak kan?” Mata Hinata tak menatap Sasuke.
‘Mungkin hanya dengan begini aku bisa melupakan Naruto yang tak pernah membuka sedikit hatinya untuk ku’
Sasuke yang mendengar perkataan jawaban Hinata merasa tidak puas, dan menyangka jika Hinata hanya terpaksa menerimanya.
Himeko yang berada di gendongan Sasuke membisikkan sesuatu yang membuat Sasuke menaikkan sudut bibirnya.
xXx
Mungkin terkesan begitu cepat, tapi sedikit cinta yang tumbuh membuat mereka sadar akan sebuah takdir.
“Bagaimana dengan Sakura?” Hinata tau jika selama ini Sakura menyukai Sasuke
“Aku sudah mendegar jika Naruto akan membuatnya mengerti”
Hinata tak mempungkiri, memang perasanya sekarang jauh lebih memilih Naruto, namun mengharapkan sesuatu yang tak akan pernah ia dapatkan hanya akan memnuat luka hatinya semakin dalam.
Himeko turun dari gendongan Sasuke. Dan Sasuke mendekat kearah Hinata.
“Aku memang tak pandai memilih perkataan, aku juga tidak bisa menghiburmu, tetapi aku bisa berbicara banyak dari biasanya jika bersama mu, Hinata, ini pasti aneh.” Sasuke berpaling kemudian.
Ekspresi Sasuke saat berbicara dengan muka datarnya.
“Phfft.. ahahahaha.. Berbicara seperti itu dengan ekspresi seperti itu, aku juga tidak bisa menahan tawaku jika bersama mu Sasuke.” Senyuman Hinata membuat Sasuke mengembangkan senyum tipisnya yang sangat jarang ia tampilkan. Bahkan dia tidak canggung atau gugup jika bersama Sasuke.
“Mungkin pertama terasa canggung, tapi aku akan membuatmu merasa nyaman. Baiklah bersiapah untuk besok” Sasuke buru-buru meninggalkan ruangan Hinata.
Sasuke meneguk air liurnya tangannya meraba tempat detak jantugnya yang berdetak.
“Sudah ku duga dia sangat berbahaya, hampir saja.” Sasuke menghembuskan nafasnya.
“Apa yang kau lakukan disini” Suara tegas Hiashi mengagetkan Sasuke, dengan reflex Sasuke meloncat mundur lebih jauh dengan memasang kuda-kuda.
Hiashi bingung dengan sifat aneh Sasuke, kemudian meninggalkan Sasuke.
Sasuke merutuki sifat anehnya
’Tch..sial, kenapa jadi memalukan seperti ini. Kusso..’
Sambil berjalan Hiashi sedikit tersenyum, mengingat kondisi Hinata yang akan menjadi penerusnya sebagai Souke Hyuuga. Memilih Sasuke adalah keputusan yang bagus, bukan hanya untuk menebus kesalahan dimasa lalu, namun kekuatan Uchiha yang besar akan membuat Hiashi tenang jika Sasuke bisa menlindungi Hinata kelak.
Hiashi mengingat Fugaku yang pernah datang menemuinya ketika Hinata baru lahir, mengetahui anak pertama Hiashi adalah perempuan sudah menaruh rencana untuk mendekatkan Sasuke nantinya. Bukan Itachi karena Fugaku tau jika Itachi akan melakukan hal besar disaat dia dewasa karena potensi yang dimilikinya sejak kecil sudah menunjukkannya. Kenapa harus Sasuke, karena Fugaku sudah mengetahui akhir dari klan Uchiha yang tertulis di sebuah buku tua ramalan Kikyou yang pernah di segel sebelum kepergiannya ke pulau terkutuk.
“Fugaku, tugasku sudah selesai” Ucap Hiashi sembari menatap langit.
xXx
Hari Pernikahan
Hari pernikahan berlangsung tenang, beberapa klan juga ikut menghadiri sekaligus pengengkatan Hinata sebagai penerus klan Hyuuga, meski bukan Sasuke, namun akan berbalik jika mereka kelak memiliki anak, maka Sasukelah yang akan memimpin klan Hyuuga.
Dan mungkin akan lahir klan baru setelah ini.
Hanya Neji yang tak pernah tersenyum dipernikahan, dia bahkan cemberut kala melihat Hinata tertawa lepas, tidak seperti dulu.
xXx
Mungkin ketika warga Konoha tau Sasuke seorang nukenin menikah dengan penerus Hyuuga akan menjadi perbincangan hangat, namun dengan menikah dengan penerus Hyuuga juga menghilangkan ststuanya sebagai nukenin dan mengembalikan nama baik klan Uchiha.
“Kau mendengarnya, seorang nukenin yang menikah dengan penerus klan Hyuuga?” Kata salah satu warga yang menggosip.
“Ku dengar Nukenin itu seorang Uchiha, tapi bukankah dia yang menyelamatkan desa dari serangan musuh, aku juga mendengarnya dari putraku, dia juga menyelamatkan heris Hyuuga itu.”
“Apa kau memikirkan jika pernikahan mereka adalah pernikahan politik?”
Tenten yang mendengar gossip para ibu-ibu itu meremas belanjaannya.
Menghampiri mereka.
“Kalian tak mengetahui apapun, tidak ada pernikahan politik, mereka berdua saling mencintai” Ucap Tenten yang tak terima dengan perkataan para ibu-ibu itu. Tak peduli benar atau tidak yang dia katakan. Namun dia berharap semoga saja yang dia katakana benar-benar terjadi. Walau dia tidak bisa menghadiri pernikahan temannya, karena tidak sembarang orang bisa masuk ke acara tersebut.
xXx
Seminggu Kemudian
Pengangkatan Himeko dan Aruta sudah di publikasikan. Hak asuh mereka di ambil oleh Hinata dan Sasuke.
Warung Ramen Ichiraku
“Kalian sudah memiliki anak??” Mata Naruto melotot melihat Hinata menggendong Himeko dan Aruta Duduk di samping Sasuke
“Tapi kenapa mereka tak mirip dengan Hinata atau pun kau Sasuke?” lanjut Naruto lagi
“Naruto Baka! “ Sakura memukul kepala Naruto, semakin lama mereka semakin dekat, dan memang benar Sakura sudah menerima perasaan Naruto, meski sulit bagi Sakura namun semangat Naruto yang selalu ada untuknya membuatnya sadar jika selama ini dia bersandar kepada Naruto. Bukan Sasuke, tetapi Naruto.
Sakura menjemput dan membawa Himeko ke pangkuannya.
“Dia sangat lucu..” Sakura memeluk lembut Himeko.
“Berapa usia mereka sekarang ?”
 “200 tahun” Ucap Aruta tanpa keraguan
PHFFF
Naruto menyemburkan kuah ramen yang diseduhnya.
“Naruto kau jorok sekali” Sakura merasa tidak enak dengan tingkah laku Naruto.
“Ma-maafkan aku, kalian bercanda? Bagaimana dengan Himeko?”
“Himeko juga 200 tahun, kami dilahirkan kembar”
“Kenapa kalian tidak mirip, wah.. kalian bahkan masih kecil. Terutama Himeko”
“Tanya saja pada Autor yang membuat kami”
-= OWARI=-

Sankyuu.. udah mampir jangan lupa like n tinggalkan jejak minna ^^

1 komentar:

  1. William Hill - Casinoland.jp
    William Hill. Printer Friendly Version. 1xbet Game Date, 08th Nov 2021. Game Date, 08th william hill Nov 2021. Description. Game Description. 카지노 William Hill is a brand new and original

    BalasHapus