Too Love

Minggu, 14 Agustus 2016

Konoha Basket



Disclaimer : Naruto ©Masashi Kishimoto dan
 Konoha Basket ©HimeDandelion
Pair        : SasuHina
Genre      :  Romance / friendship
Rated      : T
Warning       : Hinata dan Sasuke disini OOC, dan jangan kaget sama kedatangan KNB ©Tadatoshi Fujimaki disini!!
.
.
.
Ruang Olahraga Basket Sunagakure
“Kau mendengarnya di Sekolah Konoha ada anak berbakat pindahan dari Amerika. Baiklah yang ingin ku katakan disni bukanlah itu. Dia sudah berani menantang kita. Kita harus memberitahunya siapa yang berkuasa di Jepang!”
“YOSH.. aku sangat bersemangat, kali ini aku tak akan menahan diri” kata laki-laki bersurai merah dengan tato AI di dahinya.
Sosok laki-laki bersurai merah lainnya tersenyum.
“Kuharap mereka tidak mengecewakan kita, meski kita berada di puncak teratas , kita harus mengamati pergerakan mereka, kalian jangan lengah, kita tidak mengetahui seberapa jauh kehebatannya”
xXx
Sasuke Kita Sudah mengalahkan SMA Otogakure dan Kirigakure ayolah kita harus merayakan keberhhasilan kita” Sosok berambut pirang jabrik. Blasteran Jepang – Amerika Bernama Naruto.
“Ini baru awal Naruto, kita masih perlu mengalahkan Kumogakure School dan
Iwagakure yang terkenal sangat kuat. Kita harus banyak berlatih demi tujuan kita menjadi nomor 1 di Jepang.”
“Oi Sasuke.. bukankah kau dari Los Angeles kenapa tidak menjadi nomor satu di Negara asalmu!”
Sisi perempatan muncul di jidat Sasuke atas omongan Kagami Ace yang menjadi salah satu kekuatan Knoha School.
“Kagami baka!! Tou-san orang Jepang asli. Dan pada akhirnya Kaa-san megijinkan ku kembali ke Jepang. Aku merasa lebih baik disini”
Catatan : Keluarga Sasuke adalah broken Home. Tou-san dan Kaa-sannya bercerai ketiha Sasuke berusia 5 tahun. Dan hak asuh Sasuke jatuh kepada Kaa-sannya. Mikoto yang merupakan kewargaan Los Angeles membawa Sasuke bersamanya. Namun ketika masa SMA Sasuke meminta kaeapada Kaa-sannya agar diijinkan bersekolah ke Jepang. Demi impian sang anak Mikoto merelakan Sasuke kepada Tou-sannya untuk menjaganya di Jepang.
xXx
Bel Brbunyi Jam Istirahat
Hinata memasuki ruangan latihan basket para anak-anak.
“Baiklah semuanya kita istirahat, Oi Gaara kau gantikan aku mengawasi anak-anak” Akasi berlari menghampiri Hinata.
Catatan : Latihan basket Suna School sangatlah berat, meski mereka sangat hebat mereka terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan mereka dengan Akashi sebagai kapten mereka.
“Aku membawakan bekal makan siang”
Akashi terlihat sumringah.
“Bagaimana jika kita masakan siang di taman”
.
“Aka-chin sangat buas dalam pertandingan tapi menjadi sangat jinak saat bersama tunanganya”
“Diamlah Murasakibara jika Akashi mendengarnya kau akan mati”
“Yare-yare” Kembali mengambil cemilannya
xXx
“Sasuke kenapa kau pindah ke jepang?” Kuroko bertanya
“Ku dengar kau hidup mewah di Los Angeles bersama Kaa-san mu. Apa kau hanya ingin bersama Tou-sanmu? Kuraa tidak!” Kagami ikut menimpali
“Aku ingin bertemu dengan gadis kecil yang menangisi kepergian ku waktu ke Los Angeles 7 tahun yang lalu”
‘Bagaimana keadaannya. Ada banyak yang ingin aku tanyakan, aku merindukan mu Hinata’
Khok
“Naruto kau tak apa?” Kuroko khawatir
“A..ah tidak, aku tidak apa-apa”
‘Apa yang harus aku katakan pada Teme. Apa yang terjadi jika dia mengetahui Hinata sudah bertunangan dengan Akashi. Tidak .. aku tidak boleh menceritakannya. ‘
“Jadi kau sudah bertemu dengannya? “ Kagami terlihat kepo!
“Belum tapi segera..”
“Ano Teme.. diluar ada Sakura kau tahu sendiri dia ketua fans club mu. Errrr… yang sangat..”
“Ya aku tahu, aku akan kabur lewat jendela, kau atasi mereka. Kau kan suka Sakura, buatlah dia melihat mu”
Catatan : Terakhir Sasuke berhadapan dengan fans club buatan Sakura bajunya sobek. Jadi Sasuke memilih menghindar. Dan Naruto menyukai Sakura, alasan Naruto bergabung club Basket adalah karena Sasuke yang menjadi idol Sakura. Dan Naruto mengikuti jejak Sasuke bermain Basket dan berhenti mejadi pesepak bola sekolah. Karena Naruto berbakat dia langsung masuk group inti.. dan sedikit pemberitahuan kemampuan Naruto diberi lagenda siluman rubah.. karena kelincahannya kayak Hayama.
xXx
Group Basket Suna School terdiri dari Akashi sebagai kapten sekaligue Ace dan beranggotakan Gaara Ace (pemain andalan), Murasakibara sebagai Center bertugas dibawah ring, Toneri yang berkemampuan sama seperti Kuroko, dan Sasori sebagai Shooting guard mereka adalah group inti. Yang sangat berbakat.
Sedangkan tim Konoha School adalah Sasuke sebagai kapten sekaligus Shooting Guard dan yang paling ditakuti musuh adalah Long Range Shoot nya yang mematikan. Kagami sebagai ace , Kuroko sebagai pemain bayangan, dan Naruto sebagai poin guard, small forward yang memiliki naruli hewan. Dan terakhir Sai yang memiliki kemampuan ganda sebagai shoot yang tak terlihat, dan penjaga bawah ring.
xXx
“Hinata maukah kau menemani ku melihat pertandingan besok? Untuk melihat siapa yang akan menjadi lawan kami di final nanti.”
“Eh? Etto.. kaa-san meminta ku untuk menemaninya membuat kue”
Catatan : Kaa-san yang dikatakan Hinata adalah Kaa-sannya Akashi karena Kaa-san Hinata sudah meninggal. Karena kaa-sannya Akashi adalah sahabatnya kaa-sannya Hinata. Jadi mama Akashi udah anggap Hina-cahn kayak anak sendiri. Kebetulan Akashi anak tunggal, dan kaa-sannya Akashi ingin memiliki anak perempuan. Melihat Akashi yang sudah menyukai Hinata sejak kecil timbullah niatnya untuk menjodohkan Aka dan Hina.
“Tak apa, nanti biar aku yang mengatakannya kepada Kaa-san.Hinata kan sangat menyukai basket, kau sangat berbakat di bidang shoot. Aku sangat menikmati tiap kita main bersama waktu kecil”
“Benarkah”
“Aku menyukai basket karena seseorang.”
“Eh?..”
“Siapa?”     
‘Apakah itu aku?’
“Dia anak laki-laki yang menjadi teman ku satu-satunya di manshion Hyuuga. Namanya Sasuke, Uchiha Sasuke”
Catatan : Sasuke Uchiha adalah salah satu keluarga bangsawan. Karena urusan bisnis Fugaku Uchiha sering berkunjung ke manshion Hyuuga, dan karena suatu kebetulan anak mereka seumuran ketika pertama kali bertemu ulang tahun Hinata yang ke 3 membuat Sasuke sering meminta Kaa-san atau Tou-sannya membawanya ke Manshion Hyuuga untuk bermain dengan gadis yang sangat disukainya. Karena gak semua orang bisa masuk ke manshion Hyuuga hanya yang berkepentingan. Membuat Hinata hanya mempunyai satu teman bermain yaitu Uchiha Sasuke.
“Sasuke?” Raut wajah Akashi berubah.
“Tapi dia meninggakan ku ke tempat yang sangat jauh”
“Los Angeles!” Akashi terlihat menaikkan sudut bibirnya.
“Aka-kun? Kau mengetahuinya?”
“Apa kau menyukainya?”
“Kenapa Aka-kun berkata seperti itu! Kita sudah..”
“..Lupakan, anggap saja kau tak pernah mendengar perkataan ku barusan”
Akashi mencari tempat duduk yang nyaman bersama Hinata.
Dikala semua orang berteriak mengagumi ketampanan dan kepiawayannya bermain basket, Akashi memperhatikan Hinata bagaimana reaksinya ketika melihat Sasuke.
Hinata terlihat biasa dan tenang. Membuat Akashi berpikir
‘ Apa kau tak mengenalinya’
Hinata memang mengmati pertandingan, dan mengetahui gaya permainannya dan rambut yang dulu sering disentuhnya. Dia tau itu Sasuke. Namun Hinata juga tahu, Akashi tidak akan tiggal diam jika ia membuat ekspresi lebih, terlebih Hinata sudah menceritakan tentang Sasuke,
‘Aku tak tahu jika kau kembali lagi ke Jepang, ini berita bagus dan menyedihkan’
-=Bagus karena aku bia bertemu dengan mu, mengetahui kau baik-baik saja, dan menyedihkan karena kita tak bisa dekat seperti dulu=-
Hinata tak menampakkan eksprsi lebih karena Akashi bukanlah laki-laki yang hanya diam saja. Karena Neji yang baru datang dari luar Negri memeluk Hinata. Akashi langsung menggunakan benda sekitarnya dan hampir menghuduskan gunting ke wajah Neji. Untung saja Neji tak melupakan ajaran Oji-sannya waktu di Doujo. Dengan reflek cepat Neji menghindari serangan Akashi. Namun pada akhirnya Akashi meminta maaf atas kelancangannya, karena tidak tahu jika Neji adalah anak angkat Hiashi yang merupakan Nii-san Hinata.
xXx
Pertandingan dengan Kumogakure School selesai. Dan dimenangkan oleh Konoha School dengan skor 56 untuk Kumogakure dan 60 untuk Konoha School.
“Yatta..” >.< Fans club pimpinan Sakura bersorak atas kemenangan sekolahnya.
xXx
“Baiklah semuanya ini mungkin berita buruk bagi kita, lawan kita selanjutnya adalah Iwagakure school, aku sudah melihat semua lawan mereka mengalai cedera. Mereka bermain curang tapi kecurangan mereka tidak diketahui.” Sasuke member tahu teamnya.
“Aku sudah menyuruh Kuroko untuk mengamati pertandingan, dan Naruto bertugas merekam permainan mereka.”
Sasuke menunjukan rekaman permainan Iwagakure.
Yang bermain curang saat melawan Kirigakure. Li salah satu anggota team Kirigakure School mengalami cidera serius dibagian kakinya dan harus operasi demi pemulihan, dan mengalami kemungkinan besar tidak bisa bermain basket lagi. Menandakan mereka sangat berbahaya.
“Kita tidak akan mengikuti permainan mereka. Kita akan bermain dengan cara kita sendiri” Sasuke member perintah.
“YOSHHH” mereka ber 5 selesai
Pertandingan berikutnya adalah Konoha dan  Iwagakure.
Tak ada yang mengetahui jika kaki Sasuke diinjak lawanya. Namun Hinata yang mengamati pertandingan mengetahuinya. Dan Akashi menyadari kecurangan yang dilakukan Iwagakure. Namun wasit tak menyadarinya.
Sasuke tetap berlari menggiring bola yang diberikan Kagami.
Pelatih Kakashi mengetahui cedera yang dialami Sasuke dan meminta pergantian pemain. Sasuke bersikeras ingin melanjutkan, namun Kakashi tak kalah keras dengan mengirim Sasuke ke bangku cadangan. Dan di gantikan oleh Shino. Dan pergantian strategi dengan Shino berada di bagian bawah ring, dan Sai bagian Shoot.
Permainan selesai dimenangkan oleh Konoha School, namun cidera Sasuke membuat teman-temannya tidak yakin dengan pertandingan final besok melawan Suna School. Dengan Akashi yang memiliki Emperor Eye.
“Apa yang harus kita lakukan” Naruto terlihat tak bersemangat
“Kalian tenang saja aku akan tetap bermain besok”
“Tapi pelatih Kakashi tidak akan mengijinkan” Kuroko menimpali
“Aku akan tetap main tanpa persetujuannya”
“Apa kau gila?” Kagami tiba-tiba muncul di belakang Sasuke
“Serahkan saja kepada kami, sebagai Ace aku akan terus menyerang mereka sampai titik darah penghabisan, kami tak akan menyerah” Kagami menepuk pundak Sasuke.
Sai tak berkata apapun dia sedang focus pada buku dan pensil di meja belakang
Teman-temannya mengira Sai sedang megerjakan PR sehingga Sai tidak kebagian jatah bersih-bersih ruangan latihan basket sekolah.
Catatan autor : -,- padahal Tu si Sai lagi ngegambar Ino, gadis yang datang padanya tempo hari dan mengatakan ‘fighting’. Cuman itu.
xXx
 ‘Jadi kau berhasil lolos Uchiha, Apa yang akan terjadi jika aku mengalahkan mu di depan Hinata. Dengan kondisi cedera kakinya mungkin ini menjadi tak begitu menarik, tapi karena itu kau, aku sangat membenci mu. Ini sangat memuakkan’
Akashi mengajak Hinata ke suatu tempat, dengan kecepatan mobil yag tinggi dan jalan memutar yang diambil Akashi Hinata tak yakin Akashi akan membawanya ke tempat yang bagus.
‘Aku merasakan firasat buruk’
Akashi memasuki Konoha School. Seragam yang berbeda membuat Akashi dan Hinata terlihat mencolok dan menjadi pusat perhatian para siswa dan siswi Konoha.
“Siapa mereka, kyaaaaa… >.< cantik dan tampan apa meeka seorang model” Salah satu siswi bernama Tenten terkesima
“Diamlah jangan membuat keributan hanya karena mereka para elit, mereka adalah saingan sekolah kita, jangan mempermalukan sekolah kita” Sakura melihat kearah Hinata seperti menilai.
“Mereka adalah anak bangsawan Seijuro dan Hyuuga. Meski aku tak menyukainya, tapi keluarga mereka sangat terkenal di Jepang. Rumah bak istana, dan tak sembarang orang bisa memasukinya. Aku harus mendapatkan foto brsamanya. “ Karin antusias
“Masaka..” Sakura terbelalak
Akashi dan Hinata sudah digerumbungi para siswa dan siswi yang meminta berfoto dan beberapa meminta tandatangan mereka, *Udah kayak artis >,< *
Ruang Latihan Basket Konoha.
“Kenapa ruagan ini terlihat begitu ramai dari biasanya” Kagami melihat lantai atas yang ramai akan siswi perempuan dan bahkan juga siswa laki-laki.
“Apa siswa laki-laki sekarang juga menjadi fans mu Teme” Naruto cengo
.
BRAKK
Semua mata melihat kearah Akashi yang mendobrak pintu.
“Ternyata lumayan sulit untuk menemui kalian” Akashi mulai berjalan kearah Sasuke
“Apa yang kau inginkan, untuk apa kau datang. Kami tak mengundang mu” Sapa Sasuke tanpa ekspresi.
Sebuah sudut bibir  Akashi memperlihatkan senyumanya.
“Aku hanya ingin menyapa mu, Selamat atas keberhasilan kalian.” Akashi mengulurkan tangan namun Sasuke tak kunjung membalasnya.
Akashi melanjutkan aksinya.
“Ah.. ya aku juga membawa seseorang yang special”
Naruto yang mendengar perkataan Akashi meneguk liurnya.
Sasuke menautkan alisnya dengan kata ‘special’ dari Akashi
“Ini sudah begitu lama, apa dia tak bisa menghindari mereka.” Akashi bergumam
Akashi kembali dan membawa Hinata bersamanya.
“Perkenalkan Hinata Hyuuga tuangan ku”
DEG
‘Apa yang terjadi, kenapa?’
“Kau mungkin sudah mengenalnya yea.. dia adalah teman masa kecil mu, dan juga adalah tunangan ku. Baiklah sudah selesai nostalgianya, kami harus pergi sebelum bel istirahat habis. Aku sangat menantikan pertandingan besok. Ku harap kau tak mengecewakan ku Uchiha”
“Sudah cukup..pidato panjang mu! Sekarang kau keluar dari sini” Kagami mengusir Akashi
“Lepaskan tangan mu kau tak pantas menyentuhku” Mata Emperor Eyenya membuat Kagami terjatuh.
“Gomen..” Dengan wajah sangat bersalah Hinata membungkuk
Akashi langsung membawa Hinata bersamanya dan meninggalkan Konoha School.
Beberapa siswa dan siswi yang mengetahui kejadian didalam merasa tak percaya.
“Ternyata dia pria yang arogan”
“Apapun itu yang penting aku mendaatkan foto bersama mereka” Ocehan siswa dan siswi
xXx
Di Dalam Mobil
“Apa maksudmu melakukan barusan Akashi?” Hinata terlihat marah
“Ayolah Hinata aku hanya ingin menyapa dan member mereka selamat”
“Tapi haruskah dengan cara seperti itu!” Hinata tak terima
“Jadi kau tak menyukainya, dan ingin memutuskan pertunangan !! Hah”
Perkelahian adu mulut terjadi
PLAK
“Hinata kau menampar ku!”
“Kau pikir pertunangan itu tak berarti sehingga semudah itu kau mengatakannya!”
Air mata Hinata sudah tak terbendung, dia marah dengan sifat Akashi yang berubah menjadi jahat, dan tak menghargai pertunangan mereka. *Setidaknya itu bagi Hinata, kalo bagi Akashi ini mah namanya dibakar api cemburu*
“Hentikan mobilnya”
“Tidak akan!” Akashi tak kalah sengit
“KU BILANG HENTIKAN! Jika tidak aku akan melompat” Hinata berteriak dan tak biasanya mereka bertengkar seperti ini.
Hinata turun dan mencegat taksi. Dia hanya ingin sendiri untuk saat ini.
Di mobil Akashi semakin frustasi.
ARRRGGGHHHH
xXx
Kembali ke Konoha School
ARRRGGHHHHH
Sasuke mengamuk menendang dan menghempaskan barang-barang yang menurutnya menghalanginya.
Kemudian mencengkram kerah Naruto.
“Dobe! Kenapa kau tak mengtakannya Hah! “
“Maafkan aku Teme. Ku pikir ini akan berdampak pada pertandingan nanti, jadi aku menunda memberitahumu..”
“URUSAI! Bagaimana bisa! Kenapa jadi seperti ini!” Sasuke melangkah keluar meninggalkan teman-temannya. Dari jam istirahat dia tak pernah muncul sampai pulang sekolah.
xXx
 Hari menunjukan sudah pukul 5 sore.
DREETTT DREETT DREETTT
“Moshi moshi..” Naruto mengangkap handponenya
“Naruto, apa Sasuke berada di sana, dia tidak pulang dan tak mengangkat handponenya.”
“Anoo.. ettto.. gomen ne Ji-san Sasuke tak sempat mengabari jika dia sedang menginap di rumah ku, dan ponselnya hilang mungkin terjatuh saat latihan di sekolah kemarin”
“Bisakan aku berbicara dengannya, kaa-sannya sedang berada di perjalanan ke Jepang dan mungkin sudah berada di bandara sekarang. Aku ingin Sasuke untuk menjemputnya”
“HAA?? YABAI!!”
“Kenapa Naruto?”
“Etto… Sasuke .. sedang di toilet. Ku rasa dia tidak bisa Ji-san”
“Jika Sasuke sakit katakana pada ku”
“Hai wakarimas Ji-san”
.
“Yah mau bagaiana lagi jika aku menyuruh pengawal untuk menjemputnya, sangat tidak sopan.” Fugaku menelpon seseorang.
“Katakan rapat hari ini dibatalkan” Fugaku bersiap menjemput Mikoto ke bandara.

xXx
“Ini gawat apa yang harus aku lakukan!!” Naruto mondar-mandir berfikir. Dan sebuah lampu muncul di atas kepalanya
Naruto menelpon Hinata dan memberitahu tentang Sasuke yang menghilang usai pertemuan mereka dengan Akashi tadi siang.
Hinata sangat khawatir, sedang diluar sedang hujan lebat.
Tanpa memberitahu Tou-sannya Hinata mengendap-endap dan kabur. Sudah pasti dia tak akan diberi izin jika mengatakan kepada Tou-sannya.
Hinata memakai topi dan baju penyamarannya.
Hinata tak lupa mengambil payung dan bergegas keluar dari manshion Hyuuga demi mencari Sasuke.
Hinata mencari Sasuke ke taman, tempat dimana waktu kecil mereka kabur bersama sebelum kepergian Sasuke ke Los Angeles.
Dan benar Sasuke berada di salah satu ayunan di bawah pohon besar dan kehujanan.
Hinata memayunginya. Dan Sasuke yang menyadari kehadiran Hinata langsung memeluknya. Payung Hinata terbawa angin.
“Tetaplah seperti ini” Mereka berdua basah kuyup.
xXx
Hiashi yang menyadari ketidak hadiran Hinata saat makan malam menyuruh Neji untuk memeriksanya.
“Hinata-chan saatnya makan, hey.. apa kau sakit?”
Hinata mengurung dirinya dengan selimut.
“Aku tidak ingin makan, Tuan” *Ups*Dengan suara pelan namun agak berat. Membuat Neji menyeringit dan dengan ‘Tuan’, Neji curiga dan membuka selimut yang menutupi Hinata.
“K-Kau!! Dimana Hinata?”
Seorang maid laki-laki dengan pakaian tidur Hinata menggeleng.
“Shit!! Dia kabur” Neji bergegas menuju lantai bawah dan melapor kepada Hiashi.
Beberapa pengawal dikerahkan demi mencari Hinata. Dengan Neji sebagai pemimpinya.
Berulang kali Neji menelpon Hinata namun tak diangkat.
xXx
Café
Hinata menyeduh Coklat panasnya.
“Sasuke kita tidka bisa berlama-lama disini! Cepat atau lambat Tou-san akan menemukan kita”
Sasuke terus memperhatikan Hinata
“Kau tak mendengarkan ku!!” Menggembungkan pipinya yang semakin terlihat Kawaii bagi Sasuke.
xXx
“Sasuke-kun apa kau membawa ponsel?”
“Tidak aku tak membawanya. Ponsel ku ada di tas dan sepertinya tertinggal di sekolah”
“Bagaimana ini,, ponsel ku hilang aku tak bisa menghubungi Naruto jika aku sudah menemukan mu”
“Hinata..aku..”
“Aku menemukannya” Teriak salah satu pengawal yang mencari Hinata
“Kusso! Cepat sekali mereka menemukan tempat ini” Sasuke membawa Hinata merunduk melewati meja-meja dan kabur lewat belakang.
Disaat yang bersamaan para bawahan Uchiha juga menemukan tuan mereka. Yea Fugaku sudah memastikan ke rumah Uzumaki karena Mioto yang cerewet terus menanyakan putra semata wayangnya. Maka dikirimlah pasukan untuk mencarinya.
Sasuke dan Hinata berlari kejar-kejaran dengan melewati tiap lorong dan Sasuke menggenggam erat tangan Hinata. Terasa sangat menyenangkan.
Tak ada raut gelisah diwajahnya Sasuke menikmati saat-saat bersama Hinata. Hinata yang semula merasa gelisah dan khawatir pun menjadi tersenyum, karena sudah sangat lama mereka tak melakukan kejar-kejaran seperti ini setelah 7 tahun yang lalu.
CKETTTT
Sebuah mobil menghalangi mereka.
Neji keluar dari dalam mobil dan melepas kacamatanya.
“Sangat merepotkan Hime.. dan kau Uchiha sudah sangat lama, setelah terakhir kali aku melihat mu membawa Hinata kabur dan kau mengulanginya lagi!”
Berakhir dengan Hinata dan Sasuke di bawa oleh kubu masing-masing.
xXx
Pertandingan Dimulai..
“Murasakibara jangan biarkan seseorang mencetak point, Sasori cetak point diluar sebanyak-banyaknya. Toneri curi bola dengan trik sulap mu. Dan Gaara jangan menahan diri  mu. “
Posisi sekarang adalah Gaara berhadapan dengan Naruto, Toneri berhadapan dengan Kuroko, Murasakibara dengan Shino, Sasori berhadapan dengan Sai, dan Akashi berhadapan dengan Kagami.
“Aku sangat kecewa tidak bisa berhadapan dengan Sasuke” Akashi terlihat tenang
“Jangan remehkan aku, lihat dan bersedihlah untuk kekalahan kalian” Kagami terlihat mengolok-olok
“Kusso!” Akashi termakan omongan Kagami.
Bola dilempar ke atas dan Kagami mendapatkan bola pertama, namun Akashi dengan mudah mengambil bola dari Kagami.
“Menunduklah karena kau tak pantas berhadapan dengan ku” Kagami jatuh dengan Emperor Eye yang dimiliki Akashi
“Kau tak apa?” Kuroko membantu Kagami berdiri
“Ekspresi mu sangat menakutkan” -=Sai untuk pertama kalinya dapet dialog=-
“Aku sangat bersemangat bisa membuat singa itu marah, WAHHH kau akhirnya berbicara!!”
Yea selama ini Sai tidak pernah bicara, ini sungguh luar biasa. Jadi Kagami kaget *ok.skip*
xXx
Posisi Konoha School sangat tidak menguntungkan, mereka terus mencetak angka. Meski Konoha School dapat mencetak angka namun ketertinggalan mereka cukup jauh. Selisih 30-23 mereka tertinggal 7 point.
Meski Sai bisa mencetak point 3 namun sangat sulit merebut bola. Dan mereka tidak bisa terus mengandalkan kemampuan Sai yang dapat membuat bola seolah-olah hilang.
Saat Sai ingin mencetak point Gaara menjadi lawannya.
BRAKKK
Tembakan Sai gagal karena berhasil dihalau Gaara
“Membuat trik yang sama tidak akan berhasil” Gaara mengarahkan bola kepada Akashi.
Suna terus mencetak point
Selisih menjadi jauh 50-30 Konoha tertinggal 20 point
“Pelatih maafkan aku atas keterlambatannya!” Sasuke membugkuk hormat.
“Hahh… “ Kakashi menghembuskan nafasnya.
“Apa boleh buat, cepat ganti pakaianmu” Pergantian pemain
“Hai arigatou gozaimas” Sasuke mengganti pakaiannya.
Akashi terlihat tersenyum menang ketika melihat Sasuke karena selisih point yang cukup jauh dan waktu yang semakin menipis.
Namun setelah masuknya Sasuke selisih angka semakin menipis membuat Akashi panas karena selisih hanya tinggal 2 point.
Akashi kembali berhadapan dengan Sasuke. Tanpa sepengetahuan wasit Akashi meginjak kaki Sasuke yang cedera.
Hinata mengetahuinya. Dan berdiri meninggalkan kursi pengunjung dan menemui Sasuke. Akashi yang melihatnya semakin panas. Dan Sasuke bersikeras tak ingin diganti. Mengetahui Hinata yang masih peduli dengannya membuat semangat Sasuke meningkat.
Karena permainannya yang termakan emosi Akashi terlihat kacau dan bola yang sempurna di saat terakhir untuk membalik kedudukan gagal dimasukkannya.
Permainan dimenangkan oleh Konoha dengan selisih 1 point
xXx
Di Belakang
Usai pertandingan Akashi meghampiri Sasuke dan tanpa basa-basi satu tonjokan mendarat ke wajah Sasuke.
Hinata yang mengikuti Akashi berusaha menghentikan Akashi.
“Hentikan Akashi!!” Hinata memegang erat lengan Akashi namun kemarahan Akashi tak terbendung. Tanpa sadar menghentakkan keras lengannya hingga membuat Hinata terpental.
BRAKKK
Sasuke yang marah langsung menonjok Akashi dengan sekali hantaman. Dan menghampiri Hinata.
Darah bercucuran membasahi kening Hinata.
“A..apa yang sudah ku lakukan… “ Akashi tak berhenti merutuki dirinya, langsung menemui Hinata.
“Hinata… Hinata!!” Hinata tak sadarkan diri. Sasuke mendorong Akashi dan mengambil Hinata dan berlari membawa Hinata ke mobil menuju Rumah Sakit.
xXx
Hiashi tiba dan langsung menampar Akashi.
Akshi diam, menurutnya dia pantas menerimanya.
“Maafkan saya, tapi saya juga pantas menerima hukuman, karena Hinata berusaha melindungi saya”
PLAK
“Uchiha, kemarin  kau membawa putri ku kabur, dan sekarang… ARRGGHHH.. awas saja jika putri ku tidak pernah sadarkan diri. Kalian tak akan ku lepaskan”
Hiashi menahan gejolak amarahnya.
Tsunade keluar dari ruang operasi.
“Hinata masih belum sadarkan diri, dia harus istirahat cukup” Mennadakan oprasi berhasil, tidak ada luka serius hanya sedikit jahitan akibat hantaman benda tumpul.
“Apa kami boleh menjeguknya” Neji bertanya
“Hanya keluarga,”
xXx
Sudah 2 bulan setelah kejadian dan Hinata tak pernah bertemu Akashi, seminggu lagi adalah peresmian pernikahan mereka.
“Kenapa dia tak pernah menjenguk ku”
Di lain sisi Sasuke selalu gelisah seminggu lagi Hinata akan mejadi milik Akashi seutuhnya. Apa yag hrus dia lakukn haruskan dia membuat kerusuhan agar pernikahannya gagal!
‘Ide bagus’
“Apa yang sudah ku pikirkan! Ternyata aku tak ada bedanya dengan Akashi”
“Ada apa Sasuke..”
“Kaa-san”
Sasuke masih dijepang bukan di Los Angeles. Kaa-sannya tidak pulang sejak final pertandingan Sasuke. Yeahh.. keluarga Uchiha bersatu kembali, sejak insiden Hilangnya Sasuke.
“Kaa-san punya hadiah untuk Sasuke..”
“Hadiah dari Otou-san dan Kaa-san” Fugaku meralat
“Hadiah?”
“Ya.. Tapi nanti tidak untuk sekarang”
“Aku tak ingin hadiah”
“Kau yakin! Tou-san dan Kaa-san sudah menyiapkan gadis yang akan cocok brsanding dengan mu”
“Tidak aku tidak mau, aku menolaknya”
“Benarkah! “ Mikoto terlihat sedu.
“Sebentar lagi pernikahan Hinata, kau tak mau memiliki pasangan?”
“Tidak” Sasuke langsung mengurung dirinya ke kamar
xXx
.
.
.
Hari Pernikahan
Gaun yang dipakai Hinata sangat cantik. Para penaa rias masih sibuk mendandani Hinata.
xXx
“Kaa-san aku tidak mau pergi!”
“Kau harus melihatnya ayolah, jangan menjadi anak yang bandel Sasu-chan” Yea.. mama Mikoto selalu memanjakan Sasuke ketika di Los Angeles. Jika yag lain mengetahuinya hancurlah coolest Sasuke di hadapan teman-temannya.
“Baiklah aku akan memkainya, jangan panggil dengan susfik ‘chan’ lagi”
“Yokatta.. ^^ “
Pakaian Sasuke terlihat elegan Fugaku dan Mikoto menghadiri pesta pernikahan wanita yang sangat dicintainya. Sasuke terlihat tidak bersemangat. Apalagi setelah melihat Akashi yang tertawa sambil memegang gelas minuman bersama Hiashi dan keluarga Seijuro disana yang menunggu Hinata turun.
Keluarga Uchiha pun ikut bergabung.
“Sasuke maafan aku atas kejadian yang lalu” Akashi terlihat tulus
“Yea. Selamat atas pernikahan mu” Sasuke terlhat canggung dan senyum yang dipaksakan.
“Phffttt..” Akashi tak bisa menahan tawanya.
“Lihatlah ekspresimu itu,” Sasuke terlihat tidak suka melihat tawa Akashi yang terkesan mengolok.
Hinata turun dengan gaun cantiknya..
Semua orang terpana melihat kecantikannya.
Hiashi dan orang tua Akashi beserta orang tua Uchiha memberikan isyarak mata kepada Akashi untuk menyambut Hinata. Sasuke sungguh termakan api cemburu. Dia ingin kabur amun mikoto menahannya.
“Tunggulah sebentar lagi” Bisik Mikoto..
‘Menunggu apanya, aku bisa gila melihat mereka berdua di atas altar’
Hinata dan Akashi menaiki altar,
“Kau sudah siap” Akashi bertanya sambil memegang kedua tangan Hinata
Hinata tampak ragu, dan sekilas melihat searah Sasuke.
“Hanya ini yang bisa ku lakukan untuk kalian. Berbahagialah Hinata” Akashi turun dari altar dan membawa Sasuke menaiki altar.
Sasuke terlihat bingung,
‘Apa dia tidak puas dan ingin aku mendengarkan sumpahnya secara dekat, hn!!’
Pikir Sasuke yang terlihat sagat cemburu
“Bersikaplah baik kepadaku, hari ini adalah pernikan mu bakka!”
“…”
‘Apa ini mimpi’
“Mau aku memukul mu untuk terakhir kali!” Seperti Akashi tau apa yang dipikirkan Sasuke, menyatakan ini bukan mimpi Sasuke harus ia pukul.
*FlashBack
Setelah kejadian yang membuat Hinata celaka, dan Akashi memikirkannya setelah tinggal 1 bulan pernikahan mereka, Akashi memutuskan memutuskan pertunangan mereka tanpa sepengetahun Sasuke dan Hinata.
Hadiah Mikoto dan Fugaku adalah hari pernikahan.
Keluarga Seijuro menerima keputusan Akashi yang melepas Hinata demi kebahagiannya.
*FlashBack Off
“Ne.. Hinata-chan meski kau menikah dengan pria lain kau tetap harus memanggil ku Kaa-san. Tidak boleh tidak” Kaa-san Akashi sangat menyayangi Hinata
“Meski kau bukan milik ku lagi, aku akan tetap menunggu saat Uchiha itu menyakiti mu, pergilah pada ku” Akashi dengan wajah serius. Membuat Sasuke dongkol.
“Aku akan menjaganya dengan segenap hati. Kau tak perlu khawatir. Aku akan megundang mu saat anak kami lahir satu per satu” Mata Hinata menyeret pada Sasuke.
OWARI
-= Kalian pikir Sasuke mau punya anak berapa?... Lion-chan mah pengen punya 2 anak cowok dulu baru cewek ^^!  Entar._. =-

 

.
.
.
Happy read minna ^^

1 komentar:

  1. Casino & Gaming in Bulgaria - FilmFileEurope
    Play 심바 토토 at the best casino. 토토 벌금 넷마블 Casino & Gaming: This 스포츠토토 증가 샤오미 amazing casino 넷마블 도메인 game from the 스포츠토토 모바일 벳피스트 creators of Casino.io is the best place to play!

    BalasHapus