Disclaimer : Naruto ©Masashi Kishimoto dan
Konoha Basket
©HimeDandelion
Pair : SasuHina
Genre : Romance / friendship
Rated : T
Warning : Hinata dan Sasuke disini OOC, dan
jangan kaget sama kedatangan KNB ©Tadatoshi Fujimaki disini!!
.
.
.
Ruang
Olahraga Basket Sunagakure
“Kau mendengarnya
di Sekolah Konoha ada anak berbakat pindahan dari Amerika. Baiklah yang ingin
ku katakan disni bukanlah itu. Dia sudah berani menantang kita. Kita harus
memberitahunya siapa yang berkuasa di Jepang!”
“YOSH.. aku sangat
bersemangat, kali ini aku tak akan menahan diri” kata laki-laki bersurai merah
dengan tato AI di dahinya.
Sosok laki-laki
bersurai merah lainnya tersenyum.
“Kuharap mereka
tidak mengecewakan kita, meski kita berada di puncak teratas , kita harus
mengamati pergerakan mereka, kalian jangan lengah, kita tidak mengetahui
seberapa jauh kehebatannya”
xXx
Sasuke Kita Sudah
mengalahkan SMA Otogakure dan Kirigakure ayolah kita harus merayakan
keberhhasilan kita” Sosok berambut pirang jabrik. Blasteran Jepang – Amerika
Bernama Naruto.
“Ini baru awal
Naruto, kita masih perlu mengalahkan Kumogakure School dan
Iwagakure yang
terkenal sangat kuat. Kita harus banyak berlatih demi tujuan kita menjadi nomor
1 di Jepang.”
“Oi Sasuke..
bukankah kau dari Los Angeles kenapa tidak menjadi nomor satu di Negara
asalmu!”
Sisi perempatan
muncul di jidat Sasuke atas omongan Kagami Ace yang menjadi salah satu kekuatan
Knoha School.
“Kagami baka!!
Tou-san orang Jepang asli. Dan pada akhirnya Kaa-san megijinkan ku kembali ke
Jepang. Aku merasa lebih baik disini”
Catatan : Keluarga
Sasuke adalah broken Home. Tou-san dan Kaa-sannya bercerai ketiha Sasuke
berusia 5 tahun. Dan hak asuh Sasuke jatuh kepada Kaa-sannya. Mikoto yang
merupakan kewargaan Los Angeles membawa Sasuke bersamanya. Namun ketika masa
SMA Sasuke meminta kaeapada Kaa-sannya agar diijinkan bersekolah ke Jepang.
Demi impian sang anak Mikoto merelakan Sasuke kepada Tou-sannya untuk
menjaganya di Jepang.
xXx
Bel Brbunyi Jam Istirahat
Hinata memasuki ruangan
latihan basket para anak-anak.
“Baiklah semuanya
kita istirahat, Oi Gaara kau gantikan aku mengawasi anak-anak” Akasi berlari
menghampiri Hinata.
Catatan : Latihan
basket Suna School sangatlah berat, meski mereka sangat hebat mereka terus
berlatih untuk meningkatkan kemampuan mereka dengan Akashi sebagai kapten
mereka.
“Aku membawakan
bekal makan siang”
Akashi terlihat
sumringah.
“Bagaimana jika
kita masakan siang di taman”
.
“Aka-chin sangat
buas dalam pertandingan tapi menjadi sangat jinak saat bersama tunanganya”
“Diamlah
Murasakibara jika Akashi mendengarnya kau akan mati”
“Yare-yare”
Kembali mengambil cemilannya
xXx
“Sasuke kenapa kau
pindah ke jepang?” Kuroko bertanya
“Ku dengar kau
hidup mewah di Los Angeles bersama Kaa-san mu. Apa kau hanya ingin bersama
Tou-sanmu? Kuraa tidak!” Kagami ikut menimpali
“Aku ingin bertemu
dengan gadis kecil yang menangisi kepergian ku waktu ke Los Angeles 7 tahun
yang lalu”
‘Bagaimana
keadaannya. Ada banyak yang ingin aku tanyakan, aku merindukan mu Hinata’
Khok
“Naruto kau tak
apa?” Kuroko khawatir
“A..ah tidak, aku
tidak apa-apa”
‘Apa
yang harus aku katakan pada Teme. Apa yang terjadi jika dia mengetahui Hinata
sudah bertunangan dengan Akashi. Tidak .. aku tidak boleh menceritakannya. ‘
“Jadi kau sudah
bertemu dengannya? “ Kagami terlihat kepo!
“Belum tapi
segera..”
“Ano Teme.. diluar
ada Sakura kau tahu sendiri dia ketua fans club mu. Errrr… yang sangat..”
“Ya aku tahu, aku
akan kabur lewat jendela, kau atasi mereka. Kau kan suka Sakura, buatlah dia
melihat mu”
Catatan : Terakhir
Sasuke berhadapan dengan fans club buatan Sakura bajunya sobek. Jadi Sasuke
memilih menghindar. Dan Naruto menyukai Sakura, alasan Naruto bergabung club
Basket adalah karena Sasuke yang menjadi idol Sakura. Dan Naruto mengikuti
jejak Sasuke bermain Basket dan berhenti mejadi pesepak bola sekolah. Karena
Naruto berbakat dia langsung masuk group inti.. dan sedikit pemberitahuan
kemampuan Naruto diberi lagenda siluman rubah.. karena kelincahannya kayak
Hayama.
xXx
Group Basket Suna
School terdiri dari Akashi sebagai kapten sekaligue Ace dan beranggotakan Gaara
Ace (pemain andalan), Murasakibara sebagai Center bertugas dibawah ring, Toneri
yang berkemampuan sama seperti Kuroko, dan Sasori sebagai Shooting guard mereka
adalah group inti. Yang sangat berbakat.
Sedangkan tim
Konoha School adalah Sasuke sebagai kapten sekaligus Shooting Guard dan yang
paling ditakuti musuh adalah Long Range Shoot nya yang mematikan. Kagami
sebagai ace , Kuroko sebagai pemain bayangan, dan Naruto sebagai poin guard,
small forward yang memiliki naruli hewan. Dan terakhir Sai yang memiliki
kemampuan ganda sebagai shoot yang tak terlihat, dan penjaga bawah ring.
xXx
“Hinata maukah kau
menemani ku melihat pertandingan besok? Untuk melihat siapa yang akan menjadi
lawan kami di final nanti.”
“Eh? Etto..
kaa-san meminta ku untuk menemaninya membuat kue”
Catatan : Kaa-san
yang dikatakan Hinata adalah Kaa-sannya Akashi karena Kaa-san Hinata sudah
meninggal. Karena kaa-sannya Akashi adalah sahabatnya kaa-sannya Hinata. Jadi mama
Akashi udah anggap Hina-cahn kayak anak sendiri. Kebetulan Akashi anak tunggal,
dan kaa-sannya Akashi ingin memiliki anak perempuan. Melihat Akashi yang sudah
menyukai Hinata sejak kecil timbullah niatnya untuk menjodohkan Aka dan Hina.
“Tak apa, nanti
biar aku yang mengatakannya kepada Kaa-san.Hinata kan sangat menyukai basket,
kau sangat berbakat di bidang shoot. Aku sangat menikmati tiap kita main
bersama waktu kecil”
“Benarkah”
“Aku menyukai
basket karena seseorang.”
“Eh?..”
“Siapa?”
‘Apakah
itu aku?’
“Dia anak
laki-laki yang menjadi teman ku satu-satunya di manshion Hyuuga. Namanya
Sasuke, Uchiha Sasuke”
Catatan : Sasuke
Uchiha adalah salah satu keluarga bangsawan. Karena urusan bisnis Fugaku Uchiha
sering berkunjung ke manshion Hyuuga, dan karena suatu kebetulan anak mereka
seumuran ketika pertama kali bertemu ulang tahun Hinata yang ke 3 membuat
Sasuke sering meminta Kaa-san atau Tou-sannya membawanya ke Manshion Hyuuga
untuk bermain dengan gadis yang sangat disukainya. Karena gak semua orang bisa
masuk ke manshion Hyuuga hanya yang berkepentingan. Membuat Hinata hanya
mempunyai satu teman bermain yaitu Uchiha Sasuke.
“Sasuke?” Raut
wajah Akashi berubah.
“Tapi dia
meninggakan ku ke tempat yang sangat jauh”
“Los Angeles!”
Akashi terlihat menaikkan sudut bibirnya.
“Aka-kun? Kau
mengetahuinya?”
“Apa kau
menyukainya?”
“Kenapa Aka-kun
berkata seperti itu! Kita sudah..”
“..Lupakan, anggap
saja kau tak pernah mendengar perkataan ku barusan”
Akashi mencari
tempat duduk yang nyaman bersama Hinata.
Dikala semua orang
berteriak mengagumi ketampanan dan kepiawayannya bermain basket, Akashi
memperhatikan Hinata bagaimana reaksinya ketika melihat Sasuke.
Hinata terlihat
biasa dan tenang. Membuat Akashi berpikir
‘
Apa kau tak mengenalinya’
Hinata memang
mengmati pertandingan, dan mengetahui gaya permainannya dan rambut yang dulu
sering disentuhnya. Dia tau itu Sasuke. Namun Hinata juga tahu, Akashi tidak
akan tiggal diam jika ia membuat ekspresi lebih, terlebih Hinata sudah
menceritakan tentang Sasuke,
‘Aku
tak tahu jika kau kembali lagi ke Jepang, ini berita bagus dan menyedihkan’
-=Bagus karena aku
bia bertemu dengan mu, mengetahui kau baik-baik saja, dan menyedihkan karena
kita tak bisa dekat seperti dulu=-
Hinata tak
menampakkan eksprsi lebih karena Akashi bukanlah laki-laki yang hanya diam
saja. Karena Neji yang baru datang dari luar Negri memeluk Hinata. Akashi
langsung menggunakan benda sekitarnya dan hampir menghuduskan gunting ke wajah
Neji. Untung saja Neji tak melupakan ajaran Oji-sannya waktu di Doujo. Dengan
reflek cepat Neji menghindari serangan Akashi. Namun pada akhirnya Akashi
meminta maaf atas kelancangannya, karena tidak tahu jika Neji adalah anak
angkat Hiashi yang merupakan Nii-san Hinata.
xXx
Pertandingan
dengan Kumogakure School selesai. Dan dimenangkan oleh Konoha School dengan
skor 56 untuk Kumogakure dan 60 untuk Konoha School.
“Yatta..”
>.< Fans club pimpinan Sakura bersorak atas kemenangan sekolahnya.
xXx
“Baiklah semuanya
ini mungkin berita buruk bagi kita, lawan kita selanjutnya adalah Iwagakure
school, aku sudah melihat semua lawan mereka mengalai cedera. Mereka bermain
curang tapi kecurangan mereka tidak diketahui.” Sasuke member tahu teamnya.
“Aku sudah
menyuruh Kuroko untuk mengamati pertandingan, dan Naruto bertugas merekam permainan
mereka.”
Sasuke menunjukan
rekaman permainan Iwagakure.
Yang bermain
curang saat melawan Kirigakure. Li salah satu anggota team Kirigakure School
mengalami cidera serius dibagian kakinya dan harus operasi demi pemulihan, dan
mengalami kemungkinan besar tidak bisa bermain basket lagi. Menandakan mereka
sangat berbahaya.
“Kita tidak akan
mengikuti permainan mereka. Kita akan bermain dengan cara kita sendiri” Sasuke
member perintah.
“YOSHHH” mereka
ber 5 selesai
Pertandingan
berikutnya adalah Konoha dan Iwagakure.
Tak ada yang
mengetahui jika kaki Sasuke diinjak lawanya. Namun Hinata yang mengamati
pertandingan mengetahuinya. Dan Akashi menyadari kecurangan yang dilakukan
Iwagakure. Namun wasit tak menyadarinya.
Sasuke tetap
berlari menggiring bola yang diberikan Kagami.
Pelatih Kakashi
mengetahui cedera yang dialami Sasuke dan meminta pergantian pemain. Sasuke
bersikeras ingin melanjutkan, namun Kakashi tak kalah keras dengan mengirim
Sasuke ke bangku cadangan. Dan di gantikan oleh Shino. Dan pergantian strategi
dengan Shino berada di bagian bawah ring, dan Sai bagian Shoot.
Permainan selesai
dimenangkan oleh Konoha School, namun cidera Sasuke membuat teman-temannya
tidak yakin dengan pertandingan final besok melawan Suna School. Dengan Akashi
yang memiliki Emperor Eye.
“Apa yang harus
kita lakukan” Naruto terlihat tak bersemangat
“Kalian tenang
saja aku akan tetap bermain besok”
“Tapi pelatih
Kakashi tidak akan mengijinkan” Kuroko menimpali
“Aku akan tetap
main tanpa persetujuannya”
“Apa kau gila?”
Kagami tiba-tiba muncul di belakang Sasuke
“Serahkan saja
kepada kami, sebagai Ace aku akan terus menyerang mereka sampai titik darah
penghabisan, kami tak akan menyerah” Kagami menepuk pundak Sasuke.
Sai tak berkata
apapun dia sedang focus pada buku dan pensil di meja belakang
Teman-temannya
mengira Sai sedang megerjakan PR sehingga Sai tidak kebagian jatah
bersih-bersih ruangan latihan basket sekolah.
Catatan autor :
-,- padahal Tu si Sai lagi ngegambar Ino, gadis yang datang padanya tempo hari
dan mengatakan ‘fighting’. Cuman itu.
xXx
‘Jadi kau berhasil lolos Uchiha, Apa yang akan
terjadi jika aku mengalahkan mu di depan Hinata. Dengan kondisi cedera kakinya
mungkin ini menjadi tak begitu menarik, tapi karena itu kau, aku sangat
membenci mu. Ini sangat memuakkan’
Akashi mengajak
Hinata ke suatu tempat, dengan kecepatan mobil yag tinggi dan jalan memutar
yang diambil Akashi Hinata tak yakin Akashi akan membawanya ke tempat yang
bagus.
‘Aku
merasakan firasat buruk’
Akashi memasuki
Konoha School. Seragam yang berbeda membuat Akashi dan Hinata terlihat mencolok
dan menjadi pusat perhatian para siswa dan siswi Konoha.
“Siapa mereka,
kyaaaaa… >.< cantik dan tampan apa meeka seorang model” Salah satu siswi
bernama Tenten terkesima
“Diamlah jangan
membuat keributan hanya karena mereka para elit, mereka adalah saingan sekolah
kita, jangan mempermalukan sekolah kita” Sakura melihat kearah Hinata seperti
menilai.
“Mereka adalah
anak bangsawan Seijuro dan Hyuuga. Meski aku tak menyukainya, tapi keluarga
mereka sangat terkenal di Jepang. Rumah bak istana, dan tak sembarang orang
bisa memasukinya. Aku harus mendapatkan foto brsamanya. “ Karin antusias
“Masaka..” Sakura
terbelalak
Akashi dan Hinata
sudah digerumbungi para siswa dan siswi yang meminta berfoto dan beberapa
meminta tandatangan mereka, *Udah kayak artis >,< *
Ruang Latihan
Basket Konoha.
“Kenapa ruagan ini
terlihat begitu ramai dari biasanya” Kagami melihat lantai atas yang ramai akan
siswi perempuan dan bahkan juga siswa laki-laki.
“Apa siswa
laki-laki sekarang juga menjadi fans mu Teme” Naruto cengo
.
BRAKK
Semua mata melihat
kearah Akashi yang mendobrak pintu.
“Ternyata lumayan
sulit untuk menemui kalian” Akashi mulai berjalan kearah Sasuke
“Apa yang kau
inginkan, untuk apa kau datang. Kami tak mengundang mu” Sapa Sasuke tanpa
ekspresi.
Sebuah sudut
bibir Akashi memperlihatkan senyumanya.
“Aku hanya ingin
menyapa mu, Selamat atas keberhasilan kalian.” Akashi mengulurkan tangan namun
Sasuke tak kunjung membalasnya.
Akashi melanjutkan
aksinya.
“Ah.. ya aku juga
membawa seseorang yang special”
Naruto yang
mendengar perkataan Akashi meneguk liurnya.
Sasuke menautkan
alisnya dengan kata ‘special’ dari Akashi
“Ini sudah begitu
lama, apa dia tak bisa menghindari mereka.” Akashi bergumam
Akashi kembali dan
membawa Hinata bersamanya.
“Perkenalkan
Hinata Hyuuga tuangan ku”
DEG
‘Apa
yang terjadi, kenapa?’
“Kau mungkin sudah
mengenalnya yea.. dia adalah teman masa kecil mu, dan juga adalah tunangan ku. Baiklah
sudah selesai nostalgianya, kami harus pergi sebelum bel istirahat habis. Aku sangat
menantikan pertandingan besok. Ku harap kau tak mengecewakan ku Uchiha”
“Sudah
cukup..pidato panjang mu! Sekarang kau keluar dari sini” Kagami mengusir Akashi
“Lepaskan tangan
mu kau tak pantas menyentuhku” Mata Emperor Eyenya membuat Kagami terjatuh.
“Gomen..” Dengan
wajah sangat bersalah Hinata membungkuk
Akashi langsung
membawa Hinata bersamanya dan meninggalkan Konoha School.
Beberapa siswa dan
siswi yang mengetahui kejadian didalam merasa tak percaya.
“Ternyata dia pria
yang arogan”
“Apapun itu yang
penting aku mendaatkan foto bersama mereka” Ocehan siswa dan siswi
xXx
Di Dalam Mobil
“Apa maksudmu melakukan
barusan Akashi?” Hinata terlihat marah
“Ayolah Hinata aku
hanya ingin menyapa dan member mereka selamat”
“Tapi haruskah
dengan cara seperti itu!” Hinata tak terima
“Jadi kau tak
menyukainya, dan ingin memutuskan pertunangan !! Hah”
Perkelahian adu
mulut terjadi
PLAK
“Hinata kau
menampar ku!”
“Kau pikir
pertunangan itu tak berarti sehingga semudah itu kau mengatakannya!”
Air mata Hinata
sudah tak terbendung, dia marah dengan sifat Akashi yang berubah menjadi jahat,
dan tak menghargai pertunangan mereka. *Setidaknya itu bagi Hinata, kalo bagi
Akashi ini mah namanya dibakar api cemburu*
“Hentikan mobilnya”
“Tidak akan!”
Akashi tak kalah sengit
“KU BILANG
HENTIKAN! Jika tidak aku akan melompat” Hinata berteriak dan tak biasanya
mereka bertengkar seperti ini.
Hinata turun dan
mencegat taksi. Dia hanya ingin sendiri untuk saat ini.
Di mobil Akashi
semakin frustasi.
ARRRGGGHHHH
xXx
Kembali ke Konoha
School
ARRRGGHHHHH
Sasuke mengamuk
menendang dan menghempaskan barang-barang yang menurutnya menghalanginya.
Kemudian
mencengkram kerah Naruto.
“Dobe! Kenapa kau
tak mengtakannya Hah! “
“Maafkan aku Teme.
Ku pikir ini akan berdampak pada pertandingan nanti, jadi aku menunda
memberitahumu..”
“URUSAI! Bagaimana
bisa! Kenapa jadi seperti ini!” Sasuke melangkah keluar meninggalkan
teman-temannya. Dari jam istirahat dia tak pernah muncul sampai pulang sekolah.
xXx
Hari menunjukan sudah pukul 5 sore.
DREETTT DREETT DREETTT
“Moshi moshi..”
Naruto mengangkap handponenya
“Naruto, apa
Sasuke berada di sana, dia tidak pulang dan tak mengangkat handponenya.”
“Anoo.. ettto..
gomen ne Ji-san Sasuke tak sempat mengabari jika dia sedang menginap di rumah
ku, dan ponselnya hilang mungkin terjatuh saat latihan di sekolah kemarin”
“Bisakan aku
berbicara dengannya, kaa-sannya sedang berada di perjalanan ke Jepang dan
mungkin sudah berada di bandara sekarang. Aku ingin Sasuke untuk menjemputnya”
“HAA?? YABAI!!”
“Kenapa Naruto?”
“Etto… Sasuke ..
sedang di toilet. Ku rasa dia tidak bisa Ji-san”
“Jika Sasuke sakit
katakana pada ku”
“Hai wakarimas
Ji-san”
.
“Yah mau bagaiana
lagi jika aku menyuruh pengawal untuk menjemputnya, sangat tidak sopan.” Fugaku
menelpon seseorang.
“Katakan rapat
hari ini dibatalkan” Fugaku bersiap menjemput Mikoto ke bandara.
xXx
“Ini gawat apa
yang harus aku lakukan!!” Naruto mondar-mandir berfikir. Dan sebuah lampu
muncul di atas kepalanya
Naruto menelpon
Hinata dan memberitahu tentang Sasuke yang menghilang usai pertemuan mereka
dengan Akashi tadi siang.
Hinata sangat
khawatir, sedang diluar sedang hujan lebat.
Tanpa memberitahu
Tou-sannya Hinata mengendap-endap dan kabur. Sudah pasti dia tak akan diberi
izin jika mengatakan kepada Tou-sannya.
Hinata memakai
topi dan baju penyamarannya.
Hinata tak lupa
mengambil payung dan bergegas keluar dari manshion Hyuuga demi mencari Sasuke.
Hinata mencari
Sasuke ke taman, tempat dimana waktu kecil mereka kabur bersama sebelum kepergian
Sasuke ke Los Angeles.
Dan benar Sasuke
berada di salah satu ayunan di bawah pohon besar dan kehujanan.
Hinata memayunginya.
Dan Sasuke yang menyadari kehadiran Hinata langsung memeluknya. Payung Hinata
terbawa angin.
“Tetaplah seperti
ini” Mereka berdua basah kuyup.
xXx
Hiashi yang
menyadari ketidak hadiran Hinata saat makan malam menyuruh Neji untuk memeriksanya.
“Hinata-chan saatnya
makan, hey.. apa kau sakit?”
Hinata mengurung
dirinya dengan selimut.
“Aku tidak ingin
makan, Tuan” *Ups*Dengan suara pelan namun agak berat. Membuat Neji menyeringit
dan dengan ‘Tuan’, Neji curiga dan membuka selimut yang menutupi Hinata.
“K-Kau!! Dimana Hinata?”
Seorang maid
laki-laki dengan pakaian tidur Hinata menggeleng.
“Shit!! Dia kabur”
Neji bergegas menuju lantai bawah dan melapor kepada Hiashi.
Beberapa pengawal
dikerahkan demi mencari Hinata. Dengan Neji sebagai pemimpinya.
Berulang kali Neji
menelpon Hinata namun tak diangkat.
xXx
Café
Hinata menyeduh
Coklat panasnya.
“Sasuke kita tidka
bisa berlama-lama disini! Cepat atau lambat Tou-san akan menemukan kita”
Sasuke terus
memperhatikan Hinata
“Kau tak
mendengarkan ku!!” Menggembungkan pipinya yang semakin terlihat Kawaii bagi
Sasuke.
xXx
“Sasuke-kun apa
kau membawa ponsel?”
“Tidak aku tak
membawanya. Ponsel ku ada di tas dan sepertinya tertinggal di sekolah”
“Bagaimana ini,,
ponsel ku hilang aku tak bisa menghubungi Naruto jika aku sudah menemukan mu”
“Hinata..aku..”
“Aku menemukannya”
Teriak salah satu pengawal yang mencari Hinata
“Kusso! Cepat sekali
mereka menemukan tempat ini” Sasuke membawa Hinata merunduk melewati meja-meja
dan kabur lewat belakang.
Disaat yang
bersamaan para bawahan Uchiha juga menemukan tuan mereka. Yea Fugaku sudah
memastikan ke rumah Uzumaki karena Mioto yang cerewet terus menanyakan putra
semata wayangnya. Maka dikirimlah pasukan untuk mencarinya.
Sasuke dan Hinata
berlari kejar-kejaran dengan melewati tiap lorong dan Sasuke menggenggam erat
tangan Hinata. Terasa sangat menyenangkan.
Tak ada raut gelisah
diwajahnya Sasuke menikmati saat-saat bersama Hinata. Hinata yang semula merasa
gelisah dan khawatir pun menjadi tersenyum, karena sudah sangat lama mereka tak
melakukan kejar-kejaran seperti ini setelah 7 tahun yang lalu.
CKETTTT
Sebuah mobil
menghalangi mereka.
Neji keluar dari
dalam mobil dan melepas kacamatanya.
“Sangat merepotkan
Hime.. dan kau Uchiha sudah sangat lama, setelah terakhir kali aku melihat mu
membawa Hinata kabur dan kau mengulanginya lagi!”
Berakhir dengan Hinata
dan Sasuke di bawa oleh kubu masing-masing.
xXx
Pertandingan Dimulai..
“Murasakibara
jangan biarkan seseorang mencetak point, Sasori cetak point diluar
sebanyak-banyaknya. Toneri curi bola dengan trik sulap mu. Dan Gaara jangan
menahan diri mu. “
Posisi sekarang
adalah Gaara berhadapan dengan Naruto, Toneri berhadapan dengan Kuroko,
Murasakibara dengan Shino, Sasori berhadapan dengan Sai, dan Akashi berhadapan
dengan Kagami.
“Aku sangat kecewa
tidak bisa berhadapan dengan Sasuke” Akashi terlihat tenang
“Jangan remehkan
aku, lihat dan bersedihlah untuk kekalahan kalian” Kagami terlihat
mengolok-olok
“Kusso!” Akashi
termakan omongan Kagami.
Bola dilempar ke
atas dan Kagami mendapatkan bola pertama, namun Akashi dengan mudah mengambil
bola dari Kagami.
“Menunduklah
karena kau tak pantas berhadapan dengan ku” Kagami jatuh dengan Emperor Eye
yang dimiliki Akashi
“Kau tak apa?”
Kuroko membantu Kagami berdiri
“Ekspresi mu
sangat menakutkan” -=Sai untuk pertama kalinya dapet dialog=-
“Aku sangat
bersemangat bisa membuat singa itu marah, WAHHH kau akhirnya berbicara!!”
Yea selama ini Sai
tidak pernah bicara, ini sungguh luar biasa. Jadi Kagami kaget *ok.skip*
xXx
Posisi Konoha
School sangat tidak menguntungkan, mereka terus mencetak angka. Meski Konoha
School dapat mencetak angka namun ketertinggalan mereka cukup jauh. Selisih 30-23
mereka tertinggal 7 point.
Meski Sai bisa
mencetak point 3 namun sangat sulit merebut bola. Dan mereka tidak bisa terus
mengandalkan kemampuan Sai yang dapat membuat bola seolah-olah hilang.
Saat Sai ingin
mencetak point Gaara menjadi lawannya.
BRAKKK
Tembakan Sai gagal
karena berhasil dihalau Gaara
“Membuat trik yang
sama tidak akan berhasil” Gaara mengarahkan bola kepada Akashi.
Suna terus
mencetak point
Selisih menjadi
jauh 50-30 Konoha tertinggal 20 point
“Pelatih maafkan
aku atas keterlambatannya!” Sasuke membugkuk hormat.
“Hahh… “ Kakashi
menghembuskan nafasnya.
“Apa boleh buat,
cepat ganti pakaianmu” Pergantian pemain
“Hai arigatou
gozaimas” Sasuke mengganti pakaiannya.
Akashi terlihat
tersenyum menang ketika melihat Sasuke karena selisih point yang cukup jauh dan
waktu yang semakin menipis.
Namun setelah
masuknya Sasuke selisih angka semakin menipis membuat Akashi panas karena
selisih hanya tinggal 2 point.
Akashi kembali
berhadapan dengan Sasuke. Tanpa sepengetahuan wasit Akashi meginjak kaki Sasuke
yang cedera.
Hinata
mengetahuinya. Dan berdiri meninggalkan kursi pengunjung dan menemui Sasuke.
Akashi yang melihatnya semakin panas. Dan Sasuke bersikeras tak ingin diganti. Mengetahui
Hinata yang masih peduli dengannya membuat semangat Sasuke meningkat.
Karena permainannya
yang termakan emosi Akashi terlihat kacau dan bola yang sempurna di saat
terakhir untuk membalik kedudukan gagal dimasukkannya.
Permainan
dimenangkan oleh Konoha dengan selisih 1 point
xXx
Di Belakang
Usai pertandingan
Akashi meghampiri Sasuke dan tanpa basa-basi satu tonjokan mendarat ke wajah
Sasuke.
Hinata yang
mengikuti Akashi berusaha menghentikan Akashi.
“Hentikan Akashi!!”
Hinata memegang erat lengan Akashi namun kemarahan Akashi tak terbendung. Tanpa
sadar menghentakkan keras lengannya hingga membuat Hinata terpental.
BRAKKK
Sasuke yang marah
langsung menonjok Akashi dengan sekali hantaman. Dan menghampiri Hinata.
Darah bercucuran
membasahi kening Hinata.
“A..apa yang sudah
ku lakukan… “ Akashi tak berhenti merutuki dirinya, langsung menemui Hinata.
“Hinata… Hinata!!”
Hinata tak sadarkan diri. Sasuke mendorong Akashi dan mengambil Hinata dan
berlari membawa Hinata ke mobil menuju Rumah Sakit.
xXx
Hiashi tiba dan
langsung menampar Akashi.
Akshi diam,
menurutnya dia pantas menerimanya.
“Maafkan saya,
tapi saya juga pantas menerima hukuman, karena Hinata berusaha melindungi saya”
PLAK
“Uchiha,
kemarin kau membawa putri ku kabur, dan
sekarang… ARRGGHHH.. awas saja jika putri ku tidak pernah sadarkan diri. Kalian
tak akan ku lepaskan”
Hiashi menahan
gejolak amarahnya.
Tsunade keluar
dari ruang operasi.
“Hinata masih
belum sadarkan diri, dia harus istirahat cukup” Mennadakan oprasi berhasil,
tidak ada luka serius hanya sedikit jahitan akibat hantaman benda tumpul.
“Apa kami boleh
menjeguknya” Neji bertanya
“Hanya keluarga,”
xXx
Sudah 2 bulan
setelah kejadian dan Hinata tak pernah bertemu Akashi, seminggu lagi adalah
peresmian pernikahan mereka.
“Kenapa dia tak
pernah menjenguk ku”
Di lain sisi
Sasuke selalu gelisah seminggu lagi Hinata akan mejadi milik Akashi seutuhnya. Apa
yag hrus dia lakukn haruskan dia membuat kerusuhan agar pernikahannya gagal!
‘Ide
bagus’
“Apa yang sudah ku
pikirkan! Ternyata aku tak ada bedanya dengan Akashi”
“Ada apa Sasuke..”
“Kaa-san”
Sasuke masih
dijepang bukan di Los Angeles. Kaa-sannya tidak pulang sejak final pertandingan
Sasuke. Yeahh.. keluarga Uchiha bersatu kembali, sejak insiden Hilangnya
Sasuke.
“Kaa-san punya
hadiah untuk Sasuke..”
“Hadiah dari
Otou-san dan Kaa-san” Fugaku meralat
“Hadiah?”
“Ya.. Tapi nanti
tidak untuk sekarang”
“Aku tak ingin
hadiah”
“Kau yakin!
Tou-san dan Kaa-san sudah menyiapkan gadis yang akan cocok brsanding dengan mu”
“Tidak aku tidak
mau, aku menolaknya”
“Benarkah! “
Mikoto terlihat sedu.
“Sebentar lagi
pernikahan Hinata, kau tak mau memiliki pasangan?”
“Tidak” Sasuke
langsung mengurung dirinya ke kamar
xXx
.
.
.
Hari Pernikahan
Gaun yang dipakai
Hinata sangat cantik. Para penaa rias masih sibuk mendandani Hinata.
xXx
“Kaa-san aku tidak
mau pergi!”
“Kau harus
melihatnya ayolah, jangan menjadi anak yang bandel Sasu-chan” Yea.. mama Mikoto
selalu memanjakan Sasuke ketika di Los Angeles. Jika yag lain mengetahuinya
hancurlah coolest Sasuke di hadapan teman-temannya.
“Baiklah aku akan
memkainya, jangan panggil dengan susfik ‘chan’ lagi”
“Yokatta.. ^^ “
Pakaian Sasuke
terlihat elegan Fugaku dan Mikoto menghadiri pesta pernikahan wanita yang
sangat dicintainya. Sasuke terlihat tidak bersemangat. Apalagi setelah melihat
Akashi yang tertawa sambil memegang gelas minuman bersama Hiashi dan keluarga
Seijuro disana yang menunggu Hinata turun.
Keluarga Uchiha
pun ikut bergabung.
“Sasuke maafan aku
atas kejadian yang lalu” Akashi terlihat tulus
“Yea. Selamat atas
pernikahan mu” Sasuke terlhat canggung dan senyum yang dipaksakan.
“Phffttt..” Akashi
tak bisa menahan tawanya.
“Lihatlah ekspresimu
itu,” Sasuke terlihat tidak suka melihat tawa Akashi yang terkesan mengolok.
Hinata turun
dengan gaun cantiknya..
Semua orang
terpana melihat kecantikannya.
Hiashi dan orang
tua Akashi beserta orang tua Uchiha memberikan isyarak mata kepada Akashi untuk
menyambut Hinata. Sasuke sungguh termakan api cemburu. Dia ingin kabur amun
mikoto menahannya.
“Tunggulah
sebentar lagi” Bisik Mikoto..
‘Menunggu apanya, aku bisa
gila melihat mereka berdua di atas altar’
Hinata dan Akashi
menaiki altar,
“Kau sudah siap”
Akashi bertanya sambil memegang kedua tangan Hinata
Hinata tampak
ragu, dan sekilas melihat searah Sasuke.
“Hanya ini yang
bisa ku lakukan untuk kalian. Berbahagialah Hinata” Akashi turun dari altar dan
membawa Sasuke menaiki altar.
Sasuke terlihat
bingung,
‘Apa dia tidak puas dan ingin
aku mendengarkan sumpahnya secara dekat, hn!!’
Pikir Sasuke yang
terlihat sagat cemburu
“Bersikaplah baik
kepadaku, hari ini adalah pernikan mu bakka!”
“…”
‘Apa
ini mimpi’
“Mau aku memukul
mu untuk terakhir kali!” Seperti Akashi tau apa yang dipikirkan Sasuke,
menyatakan ini bukan mimpi Sasuke harus ia pukul.
*FlashBack
Setelah kejadian
yang membuat Hinata celaka, dan Akashi memikirkannya setelah tinggal 1 bulan
pernikahan mereka, Akashi memutuskan memutuskan pertunangan mereka tanpa
sepengetahun Sasuke dan Hinata.
Hadiah Mikoto dan
Fugaku adalah hari pernikahan.
Keluarga Seijuro
menerima keputusan Akashi yang melepas Hinata demi kebahagiannya.
*FlashBack Off
“Ne.. Hinata-chan
meski kau menikah dengan pria lain kau tetap harus memanggil ku Kaa-san. Tidak boleh
tidak” Kaa-san Akashi sangat menyayangi Hinata
“Meski kau bukan
milik ku lagi, aku akan tetap menunggu saat Uchiha itu menyakiti mu, pergilah
pada ku” Akashi dengan wajah serius. Membuat Sasuke dongkol.
“Aku akan
menjaganya dengan segenap hati. Kau tak perlu khawatir. Aku akan megundang mu
saat anak kami lahir satu per satu” Mata Hinata menyeret pada Sasuke.
OWARI
-= Kalian pikir
Sasuke mau punya anak berapa?... Lion-chan mah pengen punya 2 anak cowok dulu
baru cewek ^^! Entar._. =-



Casino & Gaming in Bulgaria - FilmFileEurope
BalasHapusPlay 심바 토토 at the best casino. 토토 벌금 넷마블 Casino & Gaming: This 스포츠토토 증가 샤오미 amazing casino 넷마블 도메인 game from the 스포츠토토 모바일 벳피스트 creators of Casino.io is the best place to play!