Too Love
Minggu, 08 Oktober 2017
Selasa, 03 Oktober 2017
You Are My Mine
Disclaimer : Naruto ©Masashi Kishimoto
You Are My Mine ©HimeDandelion
Pair :HinaItaSasuToneSai
Genre : Romance / friendship Comedy and Action
Rated : K-T
xXx
Hyuuga Hinata
adalah putra sulung dari kepala klan Hyuuga, Hiashi, dan sebagai anak sulung,
ia adalah ahli waris keluarga utama klan.
15
Tahun Sebelumnya *FlashBack
Manshion Hyuuga
Hari dimana usia
Hinata besok menjadi 5 tahun.
“Hinata.. Hinata
sayang.. buka pintunya, sudah saatnya meminum obat” Hinata mempunyai riwayat
sesak nafas.
Tak ada sahutan,
Hiyori (Ibunya Hinata) kembali mengetuk dan memanggil anaknya.
“Hinata?” Hiyori
tercekat ketika melihat seluruh ruangan kamar yang berantakan dan jendela yang
terbuka. Nampan yang berisi obat itu terjatuh.
xXx
“Kau seperti anak
perempuan”
‘
Sungguh anak yang aneh, dia hanya diam bahkan tidak meronta ‘
“Hei aku menculik
mu, apa kau tidak takut pada ku?”
“Itachi-Nii kau
tidak sepelti olang jahat”
Senyuman hangat
itu menghiasi wajah Itachi,
“Hinata kau harus
belajar mengucapkan ‘R’ nanti tidak ada
wanita yang menyukai mu”
“Aku tak suka
pelempuan” jawabnya polos
Itachi kembali
tersenyum, namun hanya sebentar kemudian senyuman itu memudar.
“Maafkan aku
Hinata-chan.. “
xXx
Sebuah kebakaran
besar membakar habis manshion Hyuuga.
“Kami tidak
menemukan mayat anak kecil lagi” Lapor salah satu bawahan Nara Shikaku itu
“Hiashi ? “ Tanya Nara Shikaku, dia mengerti
bagaimana perasaan sahabatnya itu, kehilangan istri serta anaknya. Disaat bersamaan.
“Shikaku aku ingin
kau selidiki lagi” Hiashi meninggalkan manshion Hyuuga yang tersisa puing-puing
itu.
xXx
Hari Pemakaman
Hiashi melihat
sendu kearah makam istri dan anaknya.
Sosok misterius
itu terlihat mendecih, namun juga tak bisa menyembunyikan emosinya karena
wanita yang di cintainya sudah tidak ada.
Semua orang telah
bubar, namun Hiashi masih belum ingin meinggalkan pemakaman.
“Hinata.. tanjubi
omedetou” Hiashi menitikkan air matanya di depan sebuah makam
“Oto-san”
“Bakka, sekarang
ayah mu yang bodoh ini mendengar suara mu”
“Hiashi Jii-san”
Panggil seseorang.
Hening .. Hiashi
tiba-tiba berbalik melihat Hinata bersama Itachi
“Hinata!“ Hiashi
langsung memeluk Hinata, dan menatap tidak suka kearah Itachi.
“Apa yang kau
inginkan?” Hiashi to the point
Manshion Hyuuga
Tidak sebesar
manshion utama Hyuuga, karena manshion utama masih dalam tahap perbaikan.
“Jii-san, maafkan
aku”
“KENAPA KAU TIDAK
MEMBERITAHU KU!!”
“Aku sangat panic
ketika mendengar percakapan paman Madara menyuruh seseorang pelayan untuk
membakar manshion Hyuuga . Bukankah Jii-san sendiri yang melarang klan Uchiha
memasuki manshion Hyuuga, meskipun aku beritahu
kau tak akan percaya pada ku. “
“Bagaimana kau
bisa tepat menyelamatkan Hinata?”
“Karena hanya
kamar Hinata-chan yang aku ketahui. Aku sering bertemunya ketika menjemput
Sasuke”
“Dan kenapa kau
membantu ku?”
“Karena aku tidak
suka dengan sikap paman Madara. Dan aku tertarik dengan sesuatu yang kau
sembunyikan.”
*end FlashBack
xXx
Hyuuga Corp
“Aku ingin kalian
mengganti desain yang lama. Kita harus memikirkan hal baru yang lebih fresh,
kita tak boleh tertinggal hanya karena Uchiha corp itu yang menguasai pemasaran
teratas dari kita.” Hinata memberikan pengarahan kepada para pegawainya.
Sambil menatap
layar monitor yang menunjukkan Uchiha Corp berada di nomer satu dan Hyuuga Corp
di nomer 2
“Tch… ARRRGGGHHH “
Teriaknya sambil mengacak rambutnya. Mebuat para pegawainya sekarang takut
melihat kearah bossnya.
Uchiha Corp
“Ini sugguh luar
biasa.. kau memang putra tou-san yang hebat Sasuke” Puji Fugaku
Sasuke sangat
senang, karena baru kali ini ayahnya memujinya, setelah sekian lama selalu
dibanding-bandingkan dan tak diakui anak oleh ayahnya sendiri.
‘Kau
lihat itu Hyuuga, I’m Win ‘
xXx
Hyuuga Corp
Hari ini Hinata
kesiangan. Dia bergegas menuju parkir mobil. Sambil membawa sepotong roti.
“Kenapa Tou-san
tidak membangunkan ku uh!” cetuluknya kesal mengemudi sambil memakan sepotong
roti yang sempat ia ambil.
Didepan perusahaan
Hiata bergegas memarkir mobil, dan berlari menuju lift .
‘Tch..
kenapa banyak sekali orangnya ‘
Hinata tetap
memaksa masuk.
Lift berbunyi
tanda tak bisa mengangkut kelebihan orang.
“Hei! Seseorang
yang terakhir keluar!” Kata salah satu orang di dalam Lift
“A-Apa!! Aku bukan
yang terakhir! Aku tidak mau keluar!”
Seseorang itu kembali melihat kearah Hinata yang tetap
bersikukuh tak ingin keluar dari Lift, dan mengambil tangannya menuju pintu keluar lift.
“He-Hei! ..
Lepaskan aku!” Hinata berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman
“Kulit mu halus,
untuk seukuran laki-laki kau juga terlau pendek.”
“Tch! Kusso! Aku boss mu! Kau !! . . .akan ku ingat wajah
mu!” Hinata bergegas meninggalkan laki-laki bersurai perak itu.
Berlari menaiki
tangga darurat. Karena untuk menjadi seorang pimpinan yang baik dia harus
memberikan contoh disiplin kepada para pegawainya.
“Hei kau bisa
terjatuh” Teriak pria itu lagi.
“URUSAII !!”
CKEETTT
Mata Hinata
terbelalak.
GREEP
“Sudah ku bilang
kan, “ Mata mereka bertemu
BrUUK
Hinata menendang
orang itu dengan lututnya. Mereka terjatuh.
xXx
Ruangan Hiashi
“Tau-san sengaja
tidak membangunkan mu, karena ..”
“Karena apa?”
“Tou-san ingin kau
berhenti Hinata”
“Tidak bisa , aku
tidak mau” Hinata melangkah pergi namun lagi-lagi tangannya di cengkram.
“Kau lagi! Berani
sekali, Siapa kau! lepaskan tangan ku!”
“Jaga bicara mu
Hinata, Dia adalah Toneri Otsutsuki , dia adalah putra tunggal dari Kaguya Otsutsuki,
sepupu mu yang tinggal di luar negri”
“Jadi ? Apa?” Ucap
Hinata Sinis
“Tadinya aku hanya
ingin melihat-lihat perusahaan paman ku yang berada di Jepang, tapi sepertinya
aku mempunyai alasan yang lebih bagus untuk tetap berada di sini.”
“Terserah kau
saja” Hinata sangat kesal
xXx
Ponsel Hinata bordering.
“Moshi-moshi”
“Hinata-kun besok ada reunian konoha high school kau ikut
yah..”
“Gomen ne Sakura-chan, bukannya aku tidak mau, tap- “
“Tidak bisa! “ Cegat Sakura
“Hee??? “ Hinata Bingung
“Besok aku ulang tahun kau harus datang, jika tidak”
“A-A- iya aku akan datang”
Hinata bergidik
“ok.. Jaa.. mata ne.. hihi ^^ “
Di Pesta
“Oi Teme.. “ sapa
Naruto
Sasuke melihat
Naruto, lalu perhatiannya teralih kepada Hinata.
‘Kesempatan
bagus, aku akan mempermalukannya’
Hinata berjalan di
samping kolam renang, karena pestanya berada di belakang rumah Sakura dengan
latar kolam renang.
“Hyuuga..
bagaimana rasanya menjadi nomer 2”
“Tch.. aku sedang
tidak mood, jangan ganggu aku Chihuahua”
“Apa kau bilang!
Aku UCHIHA,, U C H I H A, dasar Hyuuga homo”
“KAu bilang apa??
.. Ulang lagi!” Hinata mulai marah
“HYU—“ Belum
sempat Sasuke menyelesaikan Hinata Tersenyum licik mendorong Sasuke ke kolam.
Namun kesenangan
Hinata pudar kala Sasuke menarik jaketnya.
Jangan tanyakan
para undangan yang lain, sejak mereka bertengkar, mereka sudah menjadi pusat
perhatin.
Sasuke menepi dan
naik dari kolam, namun tidak di susul Hinata. Sakura yang menyadari hal aneh
langsung berteriak, Karena kolam yang cukup dalam itu tak memunculkan Hinata
lagi.
Sasuke semakin
merasa bersalah, dan kembali memasuki air.
Seseorang yang
tidak ada dalam daftar tamu, berlari menuju keramaian. Toneri terkejut, Hinata
tak sadarkan diri.
Melihat Sasuke
yang ragu-ragu, Toneri mengambil posisi Sasuke dengan mendorongnya, dan
memberikan memberikan pertolongan pertama. Sasuke sepertinya geram .
“Siapa pria itu,
aku belum pernah ,melihatnya. “ Tanya seseorang kepada Sakura
“Aku rasa aku
tidak mengenalnya”
‘kyaaaaaa…
kenapa bukan aku yang memberikan nafas butan kepada Hinata-kun’ batin Sakura
*FlashBack
“Hinata.. aku
ingin Hinata bertunangan dengan ku” Toneri to the point
“Apa kau yakin,
Hinata itu laki-laki” Jawab Hiashi
“Mata ku tidak
dibohongi Jii-san, dari badannya, mata, bibir, dan hidungnya. “
“Baiklah, aku
tidak melarang mu untuk mengejar putri ku, Madara sudah tidak ada, tidak ada
alasan lagi untuk menyembunyikan identitas Hinata yang sebenarnya. Dan aku juga
ingin Hinata menjadi perempuan biasa layaknya wanita sebayanya. Tetapi aku
tidak akan menikahkan putri ku karena bisnis. Kau harus bisa mencuri hati putri
ku dengan cara mu sendiri.”
“Arigatou
tou-san” dengan pede Toneri memanggil
Hiashi
“Kau harus
menjaganya, jika kau menyakitinya, sehelai rambutnya saja, aku tak akan
segan-segan untuk membunuhmu ”
“HEE !!! “
*FlashBackOff
xXx
Kembali ke Pesta Sakura
KHOK KHOK
“Kau tak apa?”
Tanya Toneri.
Melihat Hinata
yang telah sadar Sakura meghambur memeluk Hinata.
“HUAAAA…
Hinata-kun yokatta.. “
Toneri yang
melihat Hinatanya malah dipeluk orang lain mengepalkan tangannya.
Sedangkan Sasuke
hanya menatap bosan karena kejadian ini sudah sering dilihatnya jika sesuatu
terjadi kepada Hinata maka Sakuralah
yang menjadi dalang panic.
Hinata dibawa ke
kamar Sakura, untuk beristirahat.
“Kau tak ingin
pulang” Tanya Toneri
“Nanti saja”
Jawabnya sigkat.
“Nanti jika
terjadi apa-apa lagi bagaimana?”
“Tidak akan, akh..
kau keluar saja, aku ingin istirahat sebentar”
“Baiklah .. jika
kau mencari ku, teriak saja, aku ada di luar kamar mu.”
“Ya .. Ya.. Ya..
tuan cerewet”
Di Luar Kamar Istirahat Hinata
“Teme.. bagaimana ini.. “ Naruto terlihat mewek
“Teme.. bagaimana ini.. “ Naruto terlihat mewek
“Cari saja cewek
lain Dobe” jawab Sasuke acuh
Toneri duduk di
samping mereka.
“Teme..”
“Tch berisik
Dobe.. bisa kau diam.. “ Amarah Sasuke mulai memuncak karena pasalnya dia
merasa bersalah kepada Hinata meski Hinata yang mendorongnya duluan. Tetapi si
pemicu masalah pertama adalah dirinya.
“HUAAAA TEMEEE!!!
Bagaimana jika …jika Hinata juga menyukai Sakur-“
“TIDAK! Itu tidak
akan terjadi, kau tenang saja huffh” Toneri meski berniat tak ingin
mendengarkan percakapan mereka tapi jika menyangut Hinata itu tidak bisa
berdiamdiri
“Benarkah?” Tanya
Naruto berbinar-binar
“Ya.. benar saja,
Hinata kan homo” celutuk Sasuke.
“KAUUU!! “ Toneri
marah mencengkram kerah Sasuke.
“URUSAIIIIIIII …
aku ingin istirahat, jika kalian berisik aku tidak bisa istirahat BAKKA!!!“
BRAKKK
Suara pintu di
banting.
Sakura masih memilih-milih baju di lemari.
“Eeto.. Sakura-chan,
tak usah repot-repot”
“Tidak bisa,
kenapa pelayan itu lama sekali membelikan bajunya, baju tou-san sangat besar,
Hinata-kun maafkan aku, tapi tolong kenakan ini” Sakura membungkuk sambil
memberikan baju gaunnya.
Hinata
mengambilnya.
“Maafkan aku,
maafkan aku,”
“Tak apa Sakura”
Hinata tersenyum.
Sakura merona
dibuatnya
“Aku tak ingin kau
sakit selagi menunggu baju yang tak kunjung datang”
“Iya, aku
mengerti”
“A-aku keluar, kau
ganti saja” Sakura bergegas keluar
Dan menutup
pintunya, jantungnya serasa mau copot terlihat dari ekspresinya, yang membuat
para laki-laki yang dari tadi menunggu diluar geram, terutama Naruto.
“Ini tidak bisa ku
biarkan, aku akan memastikannya sendiri” Naruto berjalan menuju pintu kamar
istirahat Hinata
“Hei kau mau
kemana?” Tanya Toneri
“Aku ingin
bertanya kepada Hinata apa dia suka Sakura?”
“Tidak bisa!”
Toneri menghalangi pintu
“Kau jangan
mengganggu ku” Naruto berusaha masuk , tetapi Toneri sekuat tenaga menahannya
agar tidak masuk karena dia tau Hinata sedang ganti baju.
“Kubilang
..tii…dak..bo..lehh”
“Miggg…girrr”
Naruto melawan
Sasuke yang
dongkol melihat tingkah laku konyol kedua anak laki-laki itu malah dengan santainya
mengetuk pintu.
Hinata yang sudah
mengganti bajunya dengan gaun milik Sakura.
Mata Sasuke
melotot. Pipinya bersemu merah.
“K-k-k-k kau..
mesum” Sasuke yang selalu berfikiran Hinata maho
“Bakka !! baju
yang ku pesan belum datang jadi Sakura memberikan ku gaun untuk sementara”
Toneri dan Naruto
yang melihatnya juga tak bisa melepaskan pandangan mereka.
“Hinata, kau lebih
pantas mengenakan gaun” Toneri memuji
“Bhhakka! A-aaku
kan lelaki” Hinata gelalapan
“Hinata apa kau
perempuan?” Naruto menatap curiga
“eh?”
“Oi Dobe, dia itu
laki, kau tak perlu takut soal Sakura , karena dia homo”
“Baka Chi, aku
tidak homo, kau yang homo, “ Balas Hinata kepada Sasuke
“Jadi apa kau suka
Sakura?”
“Itu sudah jelas
tidak mungkin, aku yang akan menjaminya” Toneri menyerumput
“Ahahahaha aku
jadi lega sekarang” Naruto tertawa
xXx
Di Dalam Mobil
“Besok , kau harus
membantu ku” Toneri memulai percakapan
“Tidak mau”
singkat Hinata
“Aku akan membantu
mu meyakinkan Jii-san jika kau mau menjadi mitra kerja ku di acara pameran
perusahaannya, kau juga akan mendapatkan wawasan disana, karena dia pengusaha
yang sangat berbakat meski tak mendapat campur tangan keluarganya. Bagaimana? “
“Kau janji
membantu ku meyakinkan tou-san.?“ Hinata sugguh-sunggh dan di balas Toneri
dengan anggukan
“Ok besok akan ku
jemput jam 3 sore”
Toneri terlihat
begitu senang.
Manshion Uchiha
“Haruskah aku
meminta maaf padanya, tetapi dia yang mendorong ku”
Tok Tok Tok
Sasuke membuka
pintu kamarnya.
“Surprise!” Itachi
tiba-tiba muncul
“Kenapa tidak
bilang jika aniki pulang aku bisa menjemput”
“Tidak perlu, aku
sama sekali tak ingin merepotkan, jadi bakka otouto ku apa kau sudah memiliki
pacar?”
“Bakka! Aku tidak
ingin terkait dengan suatu hubungan yang bisa membuat ku menjadi tak focus
bekerja”
“Harusnya aniki yang
memikirkan pendamping, sudah mapan tua-“
“Oi otouto tidak sopan”
“Oi otouto tidak sopan”
“Hehe”
“Aku sudah
mempunyai calon” Ucap Itachi enteng
“Siapa?”
“Kau sudah
mengenalnya, dia dari keluarga terpadang, anaknya lucu, mm..sebaya dengan mu”
“Sakura? Menyerah
saja, dia sangat tergila-gila dengan Hinata”
“Apa kau bilang,
benarkah? Wah Hinata ternyata hebat, tidak hanya saingan laki-laki, aku juga
mempunyai saingan perempuan.”
“Maksud aniki?”
“Aku menyukai
Hinata”
“PHFFF khok!” Air
itu hampir keluar dari hidung Sasuke
“Kau sudah gila!
Dunia sudah gila “ Sasuke berucap aneh
“Terserah kau
saja” Itachi acuh, dia sudah tau Hinata itu perempuan sejak Hinata berusia 5
tahun, dan mulai menyukainya setelah Hinata beranjak dewasa, dengan terus
memantau dari jauh, karena takut jika Madara mulai mengetahui siapa Hinata..
Madara adalah Paman Sasuke yang sangat menggilai Hiyori, dan Hiyori sangat
mirip dengan Hinata, tak menutup kemungkinan pamannya akan menggunakan segala
cara untuk mendapatkan Hinata. Seperti halnya kejadin dengan Hiyori yang tak
bisa dimilikinya.
xXx
Menuju Pameran Itachi
“Kenapa aku harus
memakai ini”
“Aku sudah tau
soal rahasia itu, dan kau sudah berjanji akan membantuku.
Tak perlu kau
cemaskan, ayah mu tak keberatan jika kau menjadi perempuan”
“Selama ini aku
merahasiakan identias ku, tanpa tau apa sebabnya , yah.. tak apa menjadi wanita walau hanya
sehari. “
“Hinata .. aku.”
TIINNN TIINNN
‘Tch
padahal ini momen yang sangat pas’
Lampu sudah
menjadi hijau,
“mm.. “ Sahut
Hinata
“Tidak apa, nanti
saja”
xXx
Pameran
Toneri menggandeng
Hinata menuju tempat Itachi
“Itachi sudah lama
sekali” Sapa Toneri, namun di acuhkan Itachi
“Hinata” Mata
Itachi tak lepas dari Hinata
“Kau masih ingat
aku? Aku Itachi, anak nakal yang dulu menculik mu”
Toneri menyeringitkan
dahinya mendengar kata menculik
“Itachi-nii”
Hinata mulai tersenyum.
Itachi menghambur
ingin memeluk Hinata, tatapi Toneri menarik tangan Hinata.
“Kau tampak sagat
cantik, gaun ini lebih pantas dari pada pakaian laki-laki yang sering kau kenakan.”
“Hinata milik ku”
Toneri memberi tekanan ketika menyebut ‘milikku’ di depan Itachi
“Jadi kau siapanya
Hinata?” Tanya Itachi
“A-a-a aku se-se-
sangat dekat dengannya” dia pengen bilang sepupu tapi di urungkan
“Hinata setelah
acara selesai nanti aku akan kerumah mu, membicaraka soal lamaran”
“K-k-kkau bilang
apa” Toneri terbata-bata
“Kau mempunyai
saingan yang berat bung!” celoteh Itachi senang melihat saingannya kalah.
“Itachi-nii
berhenti bercandanya”
“Aku serius” Mata
Itachi terlihat mantap
Hinata melengo
kala tau itu bukan gurauan.
Teng Teng Teng
Suara dentingan
gelas membuat semua perhatian tertuju kepada Itachi
“Semuanya , saya
akan memperkenalkan mitra kerja saya di luar negri , dia adalah Otsutsuki
Toneri, putra Kaguya Otsutsui yang sangat ternama.
Semua bergerumbung
, menggerumbungi Toneri.
“Yossh, aku pinjam
Hinata sebentar, “ Tak ada jawaban dari Toneri karena Toneri sekarang sibuk
ingin keluar dari kerumunan yang bertanya-tanya dan mengajaknya selfi itu.
xXx
“Aku akan
mengenalkan mu dengan otouto-ku, wahh.. senangnya bisa pamer”
“Itachi-nii aku
bukan barang yang bisa kau pamerkan”
“Iya-iya gomen aku
hanya terbawa suasana. Hehe”
Di tempat Sasuke,
sudah pasti banyak perempuan yang menggerumbunginya
“Yo.. baka otouto
. “
“Tch “ Sasuke yang
mendengar panggilan itu mendecih, dan berpaling menuju asal suara
Matanya
terbelalak, tak bisa bisa berpaling dari
sosok Hinata yang baru dikenalnya.
“K-Kau?”
“Dia Hinata ku”
Sambung Itachi dengan bangganya.
“D-Dia?” Sasuke
menunjuk kearah Hinata
“Aku pasti sedang
bermimpi”
“Bakka chi
benar-benar Bakka” celutuk Hinata
“Berhenti mengatai
ku Chihuahua”
“Wah ini sangat
bagus kalian sudah saling akrab ternyata. Ini adalah awal hubungan yang bagus
antara saudara ipar.” Senyum Itachi melebar.
“Baiklah aku titp
Hinata sebentar ok, tolong jaga dia, aku harus menyambut tamu yang lain ”
Tambah Itachi lagi.
xXx
“Kau sudah menemukannya” Tanya orang di sebrang telpon
“Ya aku menemukannya”
“Bagus, awasi dia. Aku tak sabar ingin keluar dari
persembunyian terkutuk ini”
xXx
“Itachi bagaimana
dengan segala sesuatunya” Tanya Kabuto
“Sangat memuaskan,
pameran ini berjalan bagus sesuai rencana”
xXx
Kembali ke tempat Sasuke
“Maafkan aku”
Sasuke dengan ekspresi yang menyesal
“Aku tak mau
memafkan mu” Hinata cuek
“K-kau!! Kenapa
begitu? “ Sasuke tak terima
“Memangnya kenapa?
Kau tidak salah, apa yang harus ku maafkan?”
“hahh~ yokatta… “
Sasuke terlihat lega
“Kenapa kau
menyembunyikan identitas mu yang sebenarnya?”
“ Aku- “ Perkataan
Hinata terpotong kala ada seseorang tiba menghampiri mereka.
“Hinata.. Nama mu
Hinata Hyuuga kan?”
“Benar..” Jawab
Hinata
Sasuke menatap
tidak suka kepada pria sekertaris kakaknya yang bernama Kabuto itu.
“Bisa ikut aku
sebentar” Ajak Kabuto kepada Hinata
“Maafkan aku, tapi
Hinata adalah pacar ku, kau tidak bisa membawanya”
Sasuke menarik
pergelangan Hinata dan menyembunyikan Hinata tepat di belakangnya. Hinata cengo
mendengar perkataan Sasuke.
Kabuto terkekeh
dengan sifat Sasuke juga jengkel karena misinya untuk membawa Hinata lebih
sulit dari dugaannya.
“Baiklah kau juga
boleh ikut” Jelas Kabuto agar misinya membawa Hinata cepat terlaksana.
xXx
Mereka menjauhi
kerumunan undangan.
Sasuke tak
melepaskan pegangannya, membuat Hinata risih, dan sesekali mencoba melepaskan
diri namun cengkraman Sasuke begitu kuat.
‘Anikinya
pernah bilang soal Kabuto yang dulunya pernah dituduh sebagai seorang pembunuh
namun dibebaskan karena kurangnya bukti. Namun entah kenapa anikinya malah
merekrut orang ini sebagai partner kerjanya.’ Batin Sasuke
“Kau tak perlu
secemas itu, aku bukan orang jahat”
KREEK
Bunyi sesuatu yang
terinjak.
“Kusso ! mereka
menemukan kita cepat bawa Hinata pergi dari sini aku akan mengecoh mereka,
ambil ini “ Kabuto melempar kunci.
“Itu kunci ruang
bawah tanah, untuk sementara kalian gunakan itu untuk bersembunyi, CEPAT!”
Kabuto berlari menuju sebuah mobil yang dikemudikan seorang wanita yang
bersurai indigo panjang seperti Hinata (Konan meggunakan wik untuk mengecoh
musuh)
Seperti seorang
perempuan dengan surai hitam panjang dengan mata yang dihias seperti ular itu,
kemudian mengejar mobil Kabuto.
Ruang Bawah Tanah
“Tolong lepaskan
tangan ku” Hinata merintih
“Ah, gomen” Sasuke
memperhatikan lengan Hinata yang memerah karena cegkramannya yang trelalu kuat
Diam terlalu
hening sekarang, hanya lampu lilin kecil yang dapat mereka temukan untuk
menerangi ruang bawah tanah yang sudah lama tak di bersihkan, karena tak ada
pembantu yang mengetahui keberadaa ruangan itu untuk di bersihkan.
xXx
“Dimana Hinata?”
Tanya Toneri yang sudah bisa keluar dari kejahilan Itachi
“Seseorang yang mecurigakan selalu
memperhatikannya, aku menyuruh orang kepercayaan ku untuk membawa Hinata keluar
dan mencari tahu di mana persembunyian orang itu selama ini.”
“Apa maksud mu?
Aku haya ingin tau dimana Hinata?”
“Dia berada di
tempat yang aman bersama Sasuke, Tak ada waktu untuk menjelaskannya sekarang,
aku harus pergi” Itachi bergegas berlari.
“Tidak! Berhenti,
kau mau kemana? “ Cegat Toneri
“ Tidak ada waktu
lagi, jika kau menghalangi ku, orang itu akan lolos lagi dan Hinata akan berada
dalam bahaya, cepat minggir”
“Aku tak mengerti-“
Tiba-tiba tangan Toneri diambil paksa Itachi dan membawanya berlari. KYAAAAAA
so sweet :v
“Kau! Daripada
mengoceh ini itu, ikuti saja aku”
“Tapi apa tidak
apa-apa meninggalkan Hinata bersama Sasuke berdua?” Toneri merasa gelisah
“Tidak apa, karena
Sasuke itu tak tertarik dengan perempuan” Itachi bilang hal yang sebenarnya,
karena semasa 20 ini Sasuke selalu acuh sama semua perempuan yang mendekatinya.
xXx
“Hatchi” Sasuke
bersin
“Daijobu ka? Apa
kau alergi” Tanya Hinata
“Tidak. Aku tidak
apa- apa”
xXx
“Kau dan aku akan
melacak moibl Kabuto yang di kejar orang suruhan Madara”
“Aku akan menyuruh
tangan kanan ku Sasori untuk menggantikan ku” Sambungnya
“Baiklah”
xXx
Kamar Rias
“Kenapa aku harus
harus memakai wik yang menghalangi wajah ku seperti ini” Keluh Sasori
“Diam lah un,
sebentar lagi selesai, tinggal memakai lensa kontak, dan …” perkataan Daidara
terhenti
“STOP! Haruskah
wajah ku juga di coret?”
“Aisshhh!! Kau
ini! Cerewet sekai un. Nah sekarang pakai sepatu ini” Suruh Daidara
“Kenapa HIGH HEEL???”
Perotes Sasori lagi
“Karena kau
pendek” ‘-‘ Daidara menceplos dengan polosnya
“ARRRGGHHHH”
teriak Sasori
xXx
“Bagaimana dengan target?” Itachi menelpon
Kabuto
“Mereka sepertinya
mencurigai kami, entah apa yang mereka rencanakan. Tapi mobil mereka yang
mengejar kami melambat”
“Kusso! Tetap perhatikan musuh dan jangan sampai
kalian kehilangan mereka”
“Haik, wakarimas”
Jawab Kabuto
“Aku akan
mengerahkan tentara Otsutsuki untuk memblok jalan mereka” Toneri memberi
bantuan
“Yah.. baiklah ini
akan menjadi masalah yang sangat besar tapi tak apa, akan lebih baik jika kita
serius di awal” Itachi tau jika memakai kekuatan polisi percuma karena Madara
tak akan terpengaruh. Lebih baik menggunakan kekuatan militer keluarga mereka,
meski akan menjadi masalah besar nantinya.
xXx
Posisi Orochimaru
Sedang mengangkat telpon sambil mengemudi
“Moshi-moshi”
“Berhenti mengejar mereka, ambil jalan menuju gedung tua yang
berada di sebelah utara.”
“Haik” Orochimaru
memutar kemudi
xXx
“Mereka mengambil jalan memutar” Kabuto yang masih menelpon Itachi
“Tidak apa aku berada di belakang kalian, kami yang akan
mengejarnya “ Ujar Toneri
“Kau tak akan bisa lolos sekarang” Kata Itachi
BRAKKK
Mobil-mobil
berhambur menjadikan kemacetan
Mobil yang mereka
kejar tak bisa menghindari sebuah truk yang berada di sampingnya .
Orochimaru bersimbah
darah dan dibawa ke rumah sakit
Tiba-tiba telpon
Itachi bergetar
“Moshi-moshi Kabuto bagaimana?”
“Keponakan ku, hisashiburi ne?” sapa pria yang membuat Itachi
menggeretakkan giginya
“Apa yang kau lakukan, dimana Kabuto! Dan-“
“Wahh.. kau tega sekali membohongi ku, dia bukan orangnya”
membicarakan Konan yang menyamar
“Kusso! Kau licik sekali mengorbankan orang mu sendiri”
“Dia yang menginginkannya, aku hanya memberikan tugas agar dia
bisa berguna untuk ku, hanya itu” Mereka membicarakan Orochimaru
“Berengsek kau Madara”
“Jadi bagaimana, bawa wanita itu, dan aku akan menjamin 2
orang ini aman.”
“Jangan.. laku-kan itu
Itachi-san” Suara seseorang
yang menahan rasa sakit akibat dipukuli yaitu Kabuto
“Kau –“
“Aku tak menerima yang palsu lagi, jika kau melakukan hal yang
bodoh lagi aku tak segan-segan membunuh mereka.” Ancam Madara
Tut
Tut Tut
“Aku mengenal
seseorang yang rupanya sangat mirip
dengan Hinata” Toneri memikirkan sebuah rencana
“Tapi Madara sudah
mengancam” Ralat Itachi
“Tidak- tidak..
dia memang sangat mirip dengan Hinata, namanya adalah Shion tenang saja, dia
adalah pembunuh bayaran yang sudah pro”
“Kau gila? Jika
kita membunuhnya semua kejahatan yang pernah dia lakukan akan lenyap, Tapi. Dari
mana kau kenal pembunh bayaran??”
“Tidak, kita akan
menyusun rencana ulang. Karena dia seorang yang pro, aku yakin dia bisa lolos
dengan gampang jika Madara telah menangkapnya, bagaimana?”
“Ku kira kau anak
yang baik-baik, teryata kau berteman dengan seorang yang menakutkan” Itachi
bergidik.
“Kau pikir aku
tidak mencari tau soal diri mu? Kau juga mengangkat Kabuto yang seorang
pembunuh menjadi asisten mu.”
“Hei itu berbeda,
dia memang bukan pembunuh tapi dituduh, membunuh dan di tuduh membunuh itu beda
arti!” Balas Itachi
“Ya .. Ya .. kau
menang” Toneri tak mau berdebat lagi
xXx
“Hinata kau tak
perlu takut, jika kau takut kau bisa memegang lengan ku” ajak Sasuke yang
menelusuri ruang bawah tanah.
Hinata bukannya
takut, tapi berada diruang yang redup cahaya membuatnya tak bisa melihat dengan
jelas.
Hinata memegang
lengan baju Sasuke
Mereka menuruni
tangga bawah tanah.
Tiba-tiba sesuatu
terjatuh
Membuat mebuat
Sasuke berteriak dan hampir terpeleset.
Hinata yang melihatnya tersenyum manis, karena ternyata Sasuke juga
takut sama Hantu.
“Itu hanya
kelelawar hihi” Hinata nyengir
“Aku tau, aku
hanya kaget” Perotes Sasuke
Kemudian Sasuke
yang memegang tangan Hinata agar mereka tidak terpisah.
‘Kenapa
jantungku menjadi tidak teratur? Apa gara-gara kelelawar tadi’
“Sasuke sepertinya
di sana lebih terang dari di atas karena lampunya cuman di satu ruangan saja”
Hinata menunjuk suatu ruangan seperti sebuah perpustakaan bawah tanah
“Kau tetap di
belakang ku, aku akan melihat duluan” Perintah Sasuke di balas anggukan oleh
Hinata.
Sasuke
memperhatikan sekitar tak ada yang mencurigakan, kemudian mengajak Hinata
masuk.
Baru kali ini
Sasuke merasa caggung dengan seorang perempuan yang duduk di sebelahnya.
xXx
“Aku tak bisa
melacak keberadaan Kabuto” Itachi kesal.
“Aku sudah
menghubungi Shion, dia juga mengambil pekerjan sebagai hacker yang handal. Dia mengatakan posisi mereka sekarang berada
di Okinawa“
Telpon
Itachi kembali bergetar
“Moshi-moshi Pain doushite?”
“Biarkan aku yang menyelamatkan Konan”
“Baiklah mereka ada di Okinawa, tapi jangan buat keputusan
yang gegabah. “
“Apa
tidak apa-apa, membiarkannya” Tanya Toneri
“Tidak
apa-apa , Pain itu mantan pimpinan gengstar”
“Kenapa
kau sangat suka merekrut orang yang bermasalah?”
“Bukan
urusan mu, di saat seperti ini keahlian mereka sangat dibutuhkan. “
xXx
Shion telah
menyamar menjadi Hinata.
“Copy yang
sempurnya” Daidara haya mengubah warna rambut dan lensa mata saja.
“Baiklah kau tau
apa yang harus kau lakukan kan? “ Toneri bertanya
“Aku tau, kau
berjanji jika aku membantu mu catatan criminal ku akan dihapus. “
“Itu sangat sulit”
“Aku mau tobat,
kau tak mau membantu ku?”
“Aku yang akan
membantu mu” Itachi sangat suka membantu orang yang menyadari kesalahannya dan
ingin berbuat baik. Kepribadian
aneh yang autor buat hehe :v
“Baiklah! kita
sepakat” Toneri mengiyakan syarat yang diajukan Shion
xXx
“Seberapa lama
lagi kita harus bersembunyi di sini?” Tanya Hinata
“Entahlah.. ponsel
ku tertinggal, aku tak bisa menghubungi aniki”
“Ponsel ku tak ada sinyal” Sambung Hinata
“Ponsel ku tak ada sinyal” Sambung Hinata
xXx
Okinawa
“Kau yakin mereka
berada di sekitar sini?” Toneri bertanya kepada Shion
“Ya.. biarkan aku
berjalan di depan agar mereka bisa melihat ku. “
“Baiklah, jaga dirimu
Shion”
Itachi berjalan
dengan Shion sedangkan Toneri dan Pain bersembunyi mengamati pergerakan mereka.
xXx
Hinata dan Sasuke
terus berjalan menuju tempat semula menaiki tangga, namun ruangan yang banyak
membuat mereka mengambil jalan yang salah
“Kau yakin ini
jalan yang kita lewati tadi? Haruskah kita berbalik arah?” Tanya Sasuke
“Apa kau takut?”
Hinata berbalik Tanya,yah meski Hinata sok keren dari awal tapi pegangannya di
baju Sasuke sangat erat
“Aku hanya tak
mau kita berjalan mencari jalan keluar
malah semaki terperosok jauh. Dan coba lihat kearah kaki mu” Ujarnya santai
Hinata
menengok kearah kakinya dan BOOM!!
“KYAAAAAAAAAAAA”
Teriakan yang membuat kelelawar sangat banyak beterbangan, dan dengan reflek
Sasuke melindungi Hinata dengan memeluknya.
Sebuh tengkorak
tepat di samping kaki Hinata.
“Aku tak
melihatnya. Aku tak melihatnya. Aku tak
melihatnya.” Dia terus mengulangi kata yang sama
Sasuke menenangkan
Hinata.
‘Melihatnya
tak bisa bersembunyi dari wajah sok beraninya ternyata lumayan mengasikkan. Entah
kenapa aku sangat menikmati kebersamaan sekarang’ Batin Sasuke
xXx
Seseorang yang di
sebut sebagai Madara itu datang.
“Kau lebih muda
dari yang ku kira” Sapa Itachi
“Terimakasih
pujiannya, baiklah serahkan Hinata”
“Dimana Kabuto dan
Konan” Itachi tak mau kalah
“ Mereka ada di
dalam mobil “ Kabuto terlihat memar-memar degan baju yang sobek, dan Konan yang
tak terluka sedikitpun di perlihatkan.
Madara dengan
teliti melihat penampilan Hinata kemudian tersenyum.
“Kau ingin
membohongi ku lagi, dia bukan orangnya” kesepakatan batal, Madara kembali
membawa Kabuto dan Konan.
Itachi hendak memencet
tombol yang menandakan sinyal untuk Pain memulai aksinya.
“Sekedar memberi
tahu, aku mengetahui semua gerakan kalian, jika kalian ceroboh aku bisa saja
membuat mereka berdua mati di tempat”
“Tch kusso!”
Itachi mengurungkan niatnya memencet tombol sinyal kepada Pain.
‘Jadi
siapa yang berkhianat ‘
Batin Itachi
xXx
Di ruang bawah tanah
Sesuatu terang
berjalan kearah mereka, membuat Hinata hamir saja pingsan, jika saja orang itu
tak menyapa mereka, wajar saja di saat seperti ini dia disangka hantu.
“Hinata kau di
sana?”
“Kau siapa?” Taya
balik Sasuke
Wajah itu mendekat
dan dia memperkenalkan diri
“Nama ku Kakashi,
aku kesini untuk menjemut Hinata” senyumnya yang aneh membuat Sasuke menjaga
jarak dengan masih membawa Hinata di beakangnya.
“Kalian tak perlu
takut, Hiashi-sama sudah menunggu di atas. Dan kau tuan Uchiha tolong lepaskan
Hinata” senyuman yang menghiasi wajah Kakashi menghilang.
Kakashi adalah
tangan kanan Hiashi.
Ruang bawah tanah yang
menjadi persembunyian Hnata dan Saske adalah ruang bawah taah yang sangat
besar, didalamnya terdapat macam-macam ruagan dari perpustakaan dan lainnya dan
tempat mereka sekarang dalah bekas penjara bawah tanah, yang sangat lama,yang
belum di renovasi.
xXx
Tempat Keluar Ruang Bawah Tanah
“Hinata apa yang
akan kau lakukan” Hiashi sudah menceritakan kejadian yang terjadi.
“Aku akan ikut
dengan Madara”
Hiashi merasa
bersalah kepada putrinya karena tak bisa melindunginya, dan itu semua keputusan
Hinata.
“Aku akan
baik-baik saja, jika Madara menyukai ku, berarti aku akan aman. Dia tak akan
membuat ku celaka.”
“Apakah tidak ada
cara lain lagi? Kenapa kalian tidak menelpon polisi” Sasuke tak terima Hiata
menyerah begitu saja
“Tidak bisa, semua
berada di bawah kuasa Madara, tak ada yang bisa kita lakukan lagi”
Hiashi pasrah.
“Kenapa kau menyerah
beitu saja! Aku akan melindunginya” Sasuke berucap dengan menentang
“Kau kira aku tak
takut kehilangan putriku satu-satunya hah! Dia putri ku! Namun jika kejadian
lama terulang dengan kematian, lebih baik aku saja yang mati!” Hiashi sangat
marah.
“Kalau begitu aku
akan ikut, biarkan aku menemani Hinata menemui Madara” Sasuke ikut
xXx
Persiapan selesai,
tempat pertemuan mereka sudah di tentukan.
Itachi, Toneri,
Pain, dan Shion mengikuti rencana Hiashi.
Hinata dan Sasuke
keluar, sedangkan yang lainnya berada di ruangan berbeda dengan melihat layar
monitor.
“Aku tidak terima,
kenapa harus menyerahkan Hinata?” Toneri perotes kepada Hiashi
“Karena ini jaan
yag terbaik” Hiashi menjawabnya
“Mungkin aku harus
kesana” Itachi berjalan menuju pintu ingin menghentikan pertukaran itu
“Aku ikut dengan
mu” Toneri juga ikut
“Halangi mereka”
Titah Hiashi
“Apa-apaan ini??” Itachi
perotes degan Toneri mereka berusaha melawan.
“Kalian tak ada
yang harus keluar, kalian harus mengamati mereka disini, jika saatnya tiba aku
akan memberi aba-aba untuk kalian beraksi” Hiashi mengamati onitor dengan
sangat serius
Itachi danToneri
sangat gelisah
Namun usaha Hiashi
menghalangi Toneri san Itachi gagal, mereka dapat dengan mudah mengalahkan
penjaga Hiashi yang menguci pergerakan mereka. Dengan kerja sama tim Toneri dan
Itachi mereka berhasil kabur dan menyusul tempat Hinata.
xXx
“Hinata, itu kah
nama mu?” Tanya Madara
“YA.. jadi
lepaskan mereka, aku akan ikut dengan mu”
“Dengan senang
hati” Madara menjentikkan jarinya dan Kabuto juga Konan di perlihatkan.
“Kenapa dengan
laki-laki di samping mu itu, apa dia pacar mu?”
Mata Sasuke
memerah dia sangat tidak suka dengan sifat pamannya yang sudah menipu semua dengan kematian palsu yang
di buatnya,
Hinata hendak
melangkah menuju Madara, namun Sasuke menahannya.
“Apa mau mu anak
muda, lepaskan dia” Madara menegur Sasuke
‘Tch
dia bahkan tak mengingat nama ku’ Sasuke
semakin kesal
“Jangan lepaskan
dia Sasuke” Teriak Toneri dan Itachi
“Aku tak akan
membiarkan mu mengambil Hinata” Toneri ikut ambil bagian
“Harusnya kau
bilang kami, bakka!” Itachi tak terima
Sasuke yang
melihat mereka mulai tersenyum sekarang bala bantuan datang.
Madara mengambil
pistol, mengrahkannya kepada Konan.
Semua mata
terbelalak.
DOOR
Madara mengalihkan
tembakan kepada Kabuto. Sekarag baju putih itu sudah menjadi merah, Konan yang
berada di sampingnya berteriak histeris. Mata Hinata di tutup Sasuke karena
Sasuke yang sekarang berada paling dekat dengannya
Namun Pain
diam-diam bersembunyi dan saat Hinata melangkah maju dan membujuk Madara agar tak menyakiti siapapun, Pain
melepaskan ikatan Konan.
Tapi sejenak Pain
merasakan menginjak sesuatu di kakinya.
Dan saat melihat
kebawah dia melihat sebuah pelastik kantung darah yang di injaknya, matanya
menatap tidak suka kearah Kabuto yang pura-pura mati sambil sedikit terlihat
ekspresi nyengirnya, karena berusaha menahan tawa.
Pain yang iseng
dengan dengan kerjan Kabuto malah sengaja menginjak tangan Kabuto karena
melibatkan kekasihnya dan tidak memberitahunya.
“AAAAWWW”
Pekik Kabuto, yang
menjadi sorot perhatan menjadi miliknya pasalnya dia sekarang harusnya acting
mati kan?
“K-Kabuto-san?”
Hinata menyeringitkan alisnya
Tidak mungkin
seseorang yang tepat di tembak di daerah vital yaitu jantungnya bia selamat
dari tembakan
Madara menatap
marah kepada Kabuto yang sekarang malah bangun dengan senyuman dan
menggaruk belakang kepalanya yang tidak
gatal.
“Ehehehehe”
tawanya
“Kau!!!” Teriak
Toneri Sasuke dan Itachi nemunjuk Madara
Dan terlepaslah
wik yang dipasangnya, dan memperlihatkan raut wajah yang memang mirip dengan
Madara hanya saja gaya rambutnya lebih Mirip Sasuke. Ya dia adalah saudara
Fugaku termuda yang menyamar menjadi Madara.
“Yah semuanya
telah berakhir, aku tak bisa melanjutan acting ku.” Dengan cueknya
“HAA??” Toneri
yang sudah memanggil para pengawalnya untuk menyerbu gedung itu juga bingung
kenapa para pengawal pribadiya tidak ada yang muncul. Ternyata semuanya sudah
di rencanakan.
“Jadi ini semua
hanya acting ?” Hinata bertaya
“Ya, semua ini
hanya sebuah tes yang ku lakukan untuk menguji kalian apa kalian benar-benar menyukai
putri ku.”
“Jadi Madara?”
Kata Itachi
“Kakak sudah lama
meninggal, tak lama setelah kematian Hiyori membuatnya depresi dan bunuh diri”
Kata Uchiha Sishui
“Jadi itu
benar-benar terjadi?” Sasuke penasaran
“Ya, tapi tak ada media masa yang
mengetahuinya , karena kejadian yang memalukan Hyuga dan Uchiha memutuskan
untuk merahasiakan kejadian yang sebenarnya.” Jelas Fugaku yang ikut andil
dalam acting ini
“Lalu Orochimaru
yang kecelakaan?” Kata Itachi lagi
“Dia pembalap pro,
semua sudah di atur, jika kalian perhatikan mobil itu tak tergores sedikitpun
dan Orochimaru bajunya sudah di semprot dengan tomat sejak masuk kedalam
mobil.” Jalas Hiashi
“Jadi apa Jii-san
yang menyuruh pengawal ku tidak datang?” Tanya Toneri
“Tidak, Tapi aku”
Tiba-tiba terdengar suara Kaguya, dan dia ternyata memperhatikan mereka dari
atas gedung denga kaca yang hanya bisa di lihat dari Posisi Kaguya,dan saat
Kaguya berbicara Kaca itu memperlihatkan posisiya yang sebenarnya
“Jadi siapa yang
kau pilih Hinata?” Itachi melihat Hinata degan serius
“ ? “ Hinata
menunjuk dirinya
“Aku , Sasuke atau
Toneri?” Tanya Itachi lagi
Sasuke hanya
menatap ke samping sambil melipat tangannya di depannya.
“Hei berhentilah
sok cuek, kau juga meyukainya kan?” Tatapan Toneri sudah menjelaskan jika
Sasuke itu musuh
“Sedikit” Kata
Sasuke
Tiba-tiba pintu terbuka,
memperlihatkan sosok laki-laki memakai seragam maid yang serba hitam. Dia
adalah coseplay kuro sitsuji
“Wahh.. “ Hinata
menunjuk orang itu
“Kyaaaa.. kau
Sbastian kan?” Mata Hinata berbiar-binar, let me take a selfi?”
“Yes, my lord”
Ucap nya dengan senyumnya yang khas dan kulit yang pucat
xXx
END
Sasuke : Jadi
Hinata Otaku?
Toneri : Tidak
apa. Aku akan berusaha jadi otaku.
Itachi : A-Aku
juga otaku!
Sasuke :
Berhentilah berbohong aniki, kau buka otaku
Itachi : Sekarang
aku otaku!
Shion: Kenapa
percakapan kalian selalu membwa kata otaku?
Toneri : KAU!! Otaku?
Shion: Bukan
Bakka! Aku hanya suka meniru Hinata Hyuuga di anime Naruto
Sasuke, Toneri
&Itachi : Dia benar-benar otaku -_-
Itachi : Oi Toneri
bukannya kau bilang dia itu pembunuh yang pro?
Toneri : Dia yang
bilag padaku.. eto kemarin tee he ;’p
Itachi : Tee HEE
apanyanya!! Itu sudah jelas penipuan! Kau percaya begitu saja?
Sasuke : Oi dialek
gw mana?
Toneri &
Itachi : Sasuke Damare
Baiklah sesei pertanyaan :
Sasuke : Autor
kenapa gw di sini jadi kayak plin plan gitu?
Autor : Gomen
Itachi : Author
kok gw juga maniak banget rekrut mantan penjahat?
Author : Gomen
Toneri : Author
sesekali kek gw di jadiin ama Hinata?
Author : Etar deh
gw mikir-mikir dulu ceritanya.
Sasuke&Itachi
: Woi kenapa cuman kita yang jawabannya cuman Gomen!!
Author : Gomen
Sasuke&Itachi
: HAAA!!
xXx
“Hinata?” Itachi
mencoba mengajak
“Hmm.. ?”
“Mau kah kau men-“
“Hinata!” Sasuke
melambaikan tangannya
Hinaya melambaikan
tangnnya balik, dan Sasuke berlari ke arahnya
“Nani?” Hinata
bertanya yang ingin di ucapkan Itachi
“ Suk-“
“Hinata ohayou”
Sapa Toneri
“Ohayou mo” Sapa
Hinata dengan senyuman yang lembut
Mata Itachi
memancarkan aliran listrik kepada duo pengganggu hitam putih itu, Toneri dan
Sasuke baka otoutonya.
“Su apa ?
Itachi-nii”
“Nande mo nai ^^
hehe”
Sasuke dan Toneri
berbisik jika mereka harus menggagalkan rencana Itachi.
“Kalian menjadi
akrab” Sapa Hinata kepada Sasuke dan Toneri, yang dibalas muka berpaling oleh
keduanya.
“Hi~nata..”
Sapa seseorang
‘DIA
!!’ batin ke 3 pria
itu
“Besok ada
pemotretan mau kah kau jadi model perempuan pasangan ku? Di sana aku akan
menjadi Sbastian, dan kau akan menjadi Ciel Pantomhive tapi, sebgai perempuan.
“ jelasnya
“Ada beberapa
adegan, kita nanti akan berdasa di pesta” sambungnya lagi
“Kau!! Kau siapa
kau sebenarnya!” Sasuke merasa kalau dirinya juga harus menjadi model
“Gomen aku lupa
memperkenalkan dia, Dia Sai Himura, putra seorang agensi ternama”
“Putranya Danzou” Tanya Itachi
“Haik” Seyuman Sai
melebar
“Tch .. Hinata ,
aku akan menjadi cosplay Sbastian yang kau sukai. Jadi besok jalanlah denganku”
“Hee?”
“Tidak! Aku juga
akan menjadi cosplay Sbastian untuk mu, aku lebih padai berakting dari pada
baka otouto ku.”
“Hinata.. aku akan mencat rambutku, menjadi
hitam, biar aku yang menjadi Sbastian untuk mu, karena perjuangan ku yang lebih
besar, tentu saja kau harus memilih ku”
“Eeto.. “ Hinata
tak bisa menjawabnya.
“Bagaimana jika
kita gantian saja, biar adil kita suit, siapa yang nemenin Hinata besok” Ajak
Itachi
“Aniki itu sangat
menganak-nganak” sahut Sasuke
“Aku setuju”
Toneri setuju
“Bagaimana dengan
kalian?”
“Ya.. boleh juga”
Sashut Sai
“Kau Sasuke?”
Sasuke terlihat
berfikir, sejenak kemudian dia berlari dengan membawa Hinata bersamanya. Dan
tentu saja mereka ber3 mengejar Sasuke.
OWARI
Rumah Hinata
Suara bell yang berbunyi membuat Hinata bergegas menuju ke
luar melihat tamu siapa yang datang.
“Ya tunggu sebentar” Hinata membuka pintu manshion utama.
Melihat seorang perempuan muda dan cantik yang membuka kan
pintunya , mata Sakura langsung berkaca-kaca, dan menjatuhkan coklat yang di
bawanya
“Gomen! Hiks” Sakura langsung berlari meninggalkan manshion
Hyuuga
“Etoo matte Sakura-chan!” Hinata bingung
Langganan:
Komentar (Atom)

