
Disclaimer : Naruto ©Masashi Kishimoto
©HimeDandelion
Pic By ©Dandélion
Pair : SasuHina
Genre : Romance / Fantasy / Comedy
Rated : T/K
Warning : Hinata dan Sasuke disini OOC, dan
tambahan karakter baru, buatan sendiri.
. Story by Dandelion (Himeko)
. Pic by Dandélion (Aruta)
xXx
>>
>>
>>
..
..
“Seorang Miko (Pendeta
wanita dari klan yang dirahasiakan) yang jatuh cinta kepada siluman, cerita ini
sangat popular sekarang. Ne.. Hinata-chan apa kau percaya itu?”
“Aku tidak percaya dongeng
sebelum tidur Tenten-chan, anoo..jika sudah selesai memilih bukunya.. bolehkan
aku pulang..?” Dengan nada lembut dan memelas khas Hinata, karena sekarang sudah
terlambat 5 menit untuk latihannya sebagai penerus dari klan Hyuuga.
.
.
Doujo
Hyuuga
BRUKKK
KHOKKK
“Hinata daijobu
ka?” Neji mengulurkan tangannya.
Hiashi langsung
pergi meninggalkan mereka.
Tes Tes Tes
Air matanya jatuh.
Tangannya mengepal erat, dia sudah mengecewakan Otou-sannya.
Hinata tak
menyabut uluran tangan Neji. Menyapu
dengan lengan darah yang keluar dari mulutnya akibat pukulan telak. Dan pergi
tanpa menoleh kearah Neji yang sekarang tersenyum menang.
xXx
Dibagian selatan
Desa Konoha, sebuah pulau di tegah laut.
Pulau yang hanya sekali
menampakkan diri karena pulau itu memang tak terlihat.
“Jika benar maka sekarang lah waktunya” Sosok
itu mengambil sebuah gulungan dan melepaskan segel pengekang.
BRAKKK
BWUSSS
Segel terlepas,
hawa suram menguap, dan angin sangat kencang melemparkan sosok tua bernama
Danzou.
Danzou tersenyum,
dan kembali bangkit berdiri.
“Patuhlah pada ku,
karena aku yang sudah membebaskan mu” Kata-katanya terdapat sedikit rasa takut
karena keraguan.
Sosok itu datang
dari kegelapan yang diterangi cahaya bulan.
‘Ternyata
hanya seorang anak perempuan, meski begitu aku harus waspada karena kekuatannya
yang sangat kuat’
“Ikuti perintah ku
dan ikut dengan ku” Perintah Danzou
…
“Enyahlah.” Dengan
tanpa ekspresi.
Dengan sangat
cepat Danzou tak berdaya, kekuatannya seperti menghilang, bahkan ia tak dapat berdiri.
“Ku..so..” Danzou
yang baru menyadari jika anak itu tak sendirian.
Mereka meninggakan
Danzou yang sekarat namun tak membunuhnya.
xXx
Seperti biasa Hinata
menuju hutan untuk melampiaskan amarahnya.
Hinata berlatih
dengan memukul sebuah pohon namun pohon itu tak bisa tumbang dengan 1 kali
pukulan. Membuat Hinata semakin kesal.
Namun Hinata
menyadari ada seseorang yang memperhatikannya.
“Siapa disana?
Byakugan” Hinata mengaktifkan mata byakugannya, namun tak ada seorang pun atau
bekas cakra yang terdeteksi.
‘Aneh..
aku yakin merasakan kekuatan aneh di sekitar sini’
xXx
Ruang Bawah Tanah Markas Orochimaru
Sasuke melangkah
keluar dari kamarnya.
“Mau kemana kau
Sasuke?” Kabuto menyapanya
“Bukan urusan mu”
Jawaban Sasuke sangat dingin
“Kasar sekali
bocah itu” Wajah Kabuto terlihat kesal
Tanpa Sasuke
sadari seseorang juga telah memperhatikannya.
xXx
Hari mulai gelap
Hinata masih belum pulang.
Tiba-tiba salju
turun, Hinata menengadah menatap langit malam. Matanya menoleh kearah bulan
sabit yang mencuri perhatiannya.
Butiran bening berjatuhan
Tenggelamlah
dalam kegelapan..
Yami Yuki
Mikatzukikei
Sebuah suara
menggema, mata Hinata melebur.
Sosok itu mulai
memperlihatkan wujudnya..
…
xXx
Ditempat lain
Sasuke merasakan kehadiran seseorang. Suasana berkabut membuat sosok itu
terlihat samar.
Sasuke
mendekatinya.
Sasuke menautkan
alisnya ketika sosok yang dilihatya merupakan seorang anak kecil.
‘Apa
anak itu tersesat di hutan!’
Sasuke memang tak
terlalu memperdulikannya, namun cakra yang besar dirasakannya.
‘Apa
mungkin?’
Sasuke
memperhatikan anak kecil yang melihat ke arah atas.
“Bulan?” Sasuke
melihat bulan yang berbentuk sabit. Sekilas terlihat indah namun juga
menyeramkan.
“Siapa, kau?”
Dengan wajah serius Sasuke bersiap jika anak itu tiba-tiba menyerangnya
Namun Sasuke
terlambat. Lingkaran itu sudah mengelilinginya. Dan Sasuke baru sadar jika
dibelakangnya juga ada seorang anak yang lain.
‘Aku
tak bisa menggunakan cakra ku’
Sasuke semakin
lemas.
“Ku.. so!..” ..
xXx
Sasuke terbangun
di sebuah tempat yang asing.
Melihat kearah
sekitar dengan waspada.
“Oi Teme kau baru
sadar?” Perkataan seseorang membuatnya menengok kearah suatu ruangan.
“Naruto?” Mata
Sasuke membulat melihat Naruto yang sedang membuat teh.
“Ini minumlah”
Naruto menyuguhkan teh yang baru saja di buatnya.
Sasuke langsung
menghindar dan memasang kuda-kuda.
‘Ini
mungkin hanya sebuah ilusi, konsentrasi, aku harus keluar dari genjutsu ini’
“Teme. Apa yang
kau lakukan” Naruto semakin mendekat kearah Sasuke.
‘Kusso!
Genjutsu macam apa ini aku tak bisa melepaskannya’
Sasuke
mengaktifkan mata sharingan.
Tangannya sudah
mengeluarkan cakra aliran listrik.
“OI!! TEME
berhenti!! Kau bisa merusak perabotan tempat tinggal ku!! “
Sasuke
menghentikan jurusnya..
“Kau menjadi
sangat aneh setelah bangun, jika ingin bertarung jangan disini, simpan saja
cakra mu buat besok”
‘Apa
Naruto yang sudah menyelamatkan ku?’
“Besok ? Apa
maksud mu?”
“Yare-yare.. Kau
pelupa sekali, besok kita akan melakukan misi untuk membawa Hinata kembali ke
Konoha, sebenarnya apa yang kau lakukan hingga pingsan di hutan, err.. kau
bahkan hilang ingatan!” Naruto memegang jidat Sasuke
“Lepaskan tangan
mu bakka! “Sasuke menepisnya.
“Jadi kau tak
melihat siapapun setelah menemukan ku?” Lanjutya.
“Tidak” Jawabnya
singkat, sambil menautkan alisnya.
“Aneh sekali, “
‘Aku
bahkan tak terluka sedikit pun, cakra ku juga kembali, apa yang sebenarnya
diinginkan anak itu’
“Kau yang aneh
Sasuke!” Naruto memincing memperhatikan Sasuke.
“Oh iya jika sudah
merasa baikan pulanglah ke rumah mu”
‘Memang
ada yang tak beres dengan semua ini’
“Otakmu sedang
tidak beres Teme! Lebih baik kau periksa dulu ke nenek Tsunade”
Sasuke tak
beranjak dari tempatnya.
“Teme kau tak mau
pulang”
“Benar, jika ini
bukan ilusi, aku harus kembali ke tempat Orocimaru”
“Phfft” Sungguh Naruto hampir tak mampu
menahan tawanya mendengar Sasuke mengakatakan pulang ke tepat Orochimaru.
Melihat ekspresi
Naruto, Sasuke tak ada pilihan lain selain menghipnotis Naruto.
“Katakan padaku
mengenai dunia ini”
…
xXx
Sasuke berjalan
kearah manshion Hyuuga.
‘Firasat
ku buruk, bagaimana bisa ini bukan genjutsu, dan lebih aneh Hinata menjadi
nukenin seperti ku?’
Sasuke memasuki
mansion Hyuuga.
“Sasuke nii, aku
sangat khawatir, kau keluar begitu lama..yokatta kau tak apa” Hanabi memeluk
Sasuke nii-sannya.
“Lepaskan aku!”
Sasuke dengan kasarnya menepis pelukan Hanabi.
“Nii-san.. “ wajah
Hanabi terlihat sedih melihat nii-sanya yang tiba-tiba berubah
“apa-.. apa karena
Neji-nii mengalahkannya tadi pagi.” Cicit Hanabi tampak berfikir.
“Apa yang kau
katakan? Neji mengalahkan ku?” Sasuke menautkan alisnya dengan nada bicara
sedikit meledek.
“Nii-san ada apa
dengan mu?”
“Aku bukan Nii-san
mu, biar ku tegaskan berhentilah memanggil ku Nii-san! Karena aku bukan kakak
mu. Aku adalah Sasuke, Sasuke Uc..”
“SASUKE!! Apa yang
kau lakukan, kau adalah pewaris utama Hyuuga, kau tak sepantasnya berkata kasar
seperti itu.” Pandangan Hiashi tak kalah dingin dengan Sasuke.
“Tch..” Sasuke
mendecih dan meninggalkannya begitu saja.
“KAU!! Anak tak
tau diri” Hiashi hendak memukul Sasuke namun Hanabi menghalanginya.
“Tou-san ku mohon,
jangan biaran amarah mu menguasai” Hanabi menunduk setelah menghalangi pukulan
yang seharusnya diterima Sasuke.
xXx
“Kau sudah berani
membangkang.” Pandangan Neji meremehkan.
“…” Sasuke tak
memperdulikannya dan terus berjalan keluar dari mansion Hyuuga.
“Kau mau kabur
lagi? Kau terlalu lemah untuk posisi yang akan kau ambil. Kau bahkan tak
pantas”
“Apa yang kau
bicarakan!” Sasuke berbalik meremas kerah Neji.
“Pantas saja jika
Hinata menjadi Nukenin jika perlakuan kalian terhadapnya seperti ini.”
Neji terlihat
bingung ketika Sasuke menyebut nama Hinata, untuk apa Sasuke menyebut nama
seorang nukenin yang tak memiliki hubungan apapun dengan Hyuuga, setidaknya
itulah yang dipikirkan Neji.
Sasuke melepaskan
cengkramannya dengan kasar.
xXx
“Aku harus mencari
Hinata” Sasuke menuju gerbang desa Konoha.
“Hey.. kau!.. kau
tak boleh keluar desa jika tak memiliki surat izin dari Hukage. Hyuuga-san!”
“Tch.. urusai. Aku
bukan Hyuuga” Sasuke mengaktifkan mata Sharingannya
Tanpa menyentuh
mereka Sasuke sudah menjerat mereka ke dalam jurus genjutsunya.
“Terlalu lemah”
Sasuke meninggalkan mereka
xXx
Menuju markas Orochimaru
“Apa mereka tak
bisa membedakan perbedaan yang besar antara Hyuuga dan Uchiha! Tch..bukan hanya
ingatan mereka namun penglihatan mereka juga benar-benar telah dimaipulasi.”
Sasuke mengoceh sambil melewati dahan-dahan pohon
“Ini aneh, jika
dugaan ku benar, maka orang yang ditukar dengan ku juga memiliki ingatan yang
tidak dimanipulasi”
‘Aku
tak tahu, tapi aku ingin menyelamatkannya. Hingga semuanya berakhir’
Pikir Sasuke.
xXx
Hinata tahu
Orochimaru memilihnya hanya untuk menjadi wadah baru untuknya.
Dengan kekuatan
yang ia miliki sekarang takkan begitu sulit mengalahkan Orochimaru, apalagi
setelah mengetahui kondisi Orochimaru yang sedang sakit.
Hinata membuka
pintu kamar Orochimaru.
“Apa kau
merindukan ku Hinata Uchiha?” Mata ularnya melirik kearah Hinata. Degan waspada
Orochimaru memperhatikannya, karena dia tau sifat Hinata yang tidak bisa ia
atur.
“Aku tidak datang
untuk itu”
Mata Hinata
memancarkan cahaya kuning emas melingkar, hanya mengulurkan tangannya
kearah Orochimaru.
Mata Orochimaru
terbelalak sangat cepat Hinata sudah berada di depanya.
“Apa yang terjadi?
Kenapa badanku tidak bisa bergerak.”
“Enyahlah” Kata
terakhir setelah Hinata berbalik meninggalkan Orochimaru cahaya kuning seperti
kunang-kunang yang akhirnya menghilang. Hanya ruangan kosong yang tersisa.
Kabuto datang
membawakan ramuan obat untuk Orochimaru kaget mengetahui tuannya sudah tidak ada
di tempat. Bahkan hawa keberadaannya sudah menghilang.
xXx
Hutan tempat
dimana 2 sosok orang, laki-laki dan perempuan itu memanggil Hinata.
“Kau memberi ku
kekuatan yang sangat besar, apa yang sebenarnya kalian inginkan dari ku”
Dua orang muncul
dari kegelapan.
“Kalian tak
mungkin hanya memberikan kekuatan secara cuma-cuma, apa yang sebenarnya kalian
inginkan”
Tak ada jawaban,
“Kalian.. siapa
sebenarnya kalian?”
Tanda bulan sabit
muncul bercahaya di kening Himeko dan Aruta.
Hinata memasang
kuda-kuda jika mereka menyerang tiba-tiba.
Cahaya kuning
tiba-tiba sudah melingkari tubuh Hinata.
Hinata mulai
kehilangan keseimbangan. Dan tak bisa mengeluarkan cakranya.
Mata emas Aruta
melirik kepada sesuatu yang datang menyerangnya. Sehingga Hinata terlepas dari
lingkaran.
“Daijobu ka?”
Sasuke menurunkan Hinata.
“U-um.. “Hinata
mengangguk
“Kita harus
bekerja sama untuk mengalahkan mereka.”
“…”
“Mereka
menginginkan kau Hinata, kau adalah rengkarnasi Kikyou ibu mereka, dan untuk
balas dendam terhadap keluarga Hyuuga”
“Bagaimana kau
mengetahuinya”
“Tetua Hyuuga yang
mengatakannya, mereka sedang mengarah ke sini”
*FlashBack
Sebelum
meninggalkan desa Konoha untuk mencari Hinata, Sasuke menanyakan perihal pulau
kutukan kepada tetua klan Hyuuga yang langsung kaget ketika mengetahui rahasia
yang ditutup keluarga klan Hyuuga dan Uchiha akhirnya akan terungkap.
Tetua membawanya
ke sebuah ruang bawah tanah rahasia.
“Ini adalah cerita
lama seperti dongeng sebelum tidur ketika aku masih kecil, dan mengetahui
kebenarannya ketika tetua sebelumnya menunjukkan sebuah kertas gulungan tua
yang sudah berusia ratusan tahun sebelum dia meninggal.
Salah satu keluarga
Uchiha yang tanpa sepengetahuan siapapun bernama Kikyou seorang yang memiliki
kekuatan spiritual yang disembunyikan klan Uchiha untuk mengendalikan iblis gagak
yang mengikat perjanjian kepada klan Uchiha.
Namun dia
meghilang, tak ada yang mengetahui keberadaannya. Menghilangnya Kikyou membuat
iblis Tengu (Dewa gagak) iblis kematian terbebas dan menghianati perjanjian.
Madara yang merupakan anak sekaligus perjnjian itu, melenyapkan ayahnya
sendiri.
Dan salah satu klan
Hyuuga yang menyukai Kikyou akhirnya mengetahui keberadaan Kikyou di sebuah
pulau, namun penolakan yang di berikan Kikyou tak membuatnya putus asa, Hyuuga
itu terus mendatangi pulau kecil itu hingga mengetahui fakta yang mengejutkan
Kikyou lebih memilih bersama salah satu siluman yang ditolongnya. Membuat
Hyuuga itu marah. Dan mengatakan jika Kikyou di culik siluman disebuah pulau
dan mengancam akan menyerang desa.
Klan Uchiha membuat
penyerangan ke sebuah pulau dengan bantuan klan Hyuuga. Pertarungan hebat
siluman itu mati demi melindungi Kikyou dan bayi dalam kandungan istrinya
Kikyou.
Penyerangan berhasil
namun Kikyou marah dan menyegel seluruh pulau. Banyak yang mati dan terluka
parah dalam penyerangan. Tak ada yang bisa memasuki pulau itu. Lambat laun pulau
itu akhirnya menghilang.
Dan Hyuuga yang
bertanggung jawab atas semua ini adalah tetua sebelumya, dia adalah ayah ku,
aku tau ini semua akan terjadi.”
Di ruang bawah
tanah itu Sasuke melihat sebuah lukisan tua buram tertutup debu, Sasuke
mengusapnya. Matanya terbelalak seolah-olah tak percaya dia sangat mirip dengan
Hinata hanya saja matanya berwarna Hitam khas klan Uchiha dengan rambut
berwarna hitam kelam.
xXx
Aruta mengangguk
memberi isyarat kepada Himeko.
Keimusho..Yami..
Seluruh pulau di
kelilingi hawa hitam, para tetua yang sudah menemukan pulau, namun tak bisa
memasukinya.
“Apa yang
terjadi?” Hiashi sudah mencoba memukul dengan kekuatan penuhnya namun tak bisa
menembusnya.
“Ini adalah kekkai,
kita tak bisa meneruskannya” salah satu tetua menerangkan
“Apa maksud mu?
Sasuke berada di sana!” Hiashi terlihat tak terima
Meskipun terlihat
kasar, Hiashi tetaplah sosok ayah yang mengkhawatirkan anaknya.
“Nukenin itu sangat
mirip dengan Kikyou, jika ia adalah rengkarnasinya. Ini berarti dugaan Tetua
sebelunya benar, jika Kikyou memiliki anak. Mereka ingin membangkitkan Kikyou
lagi” Dengan penuh berfikir salah satu tetua Hyuuga mengucapkannya.
“Pasti ada jalan
lain, apa yang kalian sembunyikan untuk mengalahkan mereka” Hiashi tampak
serius
“Sebuah tangan
kutukan, adalah jurus terlarang klan Hyuuga yang dirahasiakan, aku tak yakin
kau bisa megendalikannya, jika tubuhmu tak mampu menahan kekuatannya kau akan
terhisap.” Tegas tetua Hyuuga
“Aku akan melakukanya” Hiashi dengan mantap
dengan ucapannya, menatap serius Tetua yang berada di hadapannya.
Tetua itu hanya
diam.
xXx
Kembali ke
Pertarungan
Mata Himeko dan
Aruta memancarkan cahaya emas melingkar, dengan tanda bulan sabit di dahinya.
“Ini aneh bukankan
dia seorang anak kecil” Sasuke melihat kearah gadis yang merupakan kembaran
Aruta yaitu Himeko.
Namun, kemudian
dia melihat kearah Hinata, matanya mulai menghitam.
“ARRRGGGGHHHHH “
Jeritan Hinata membuat Sasuke melihat perubahan Hinata rambutnya mulai
menghitam, dan merambat ke matanya yang juga berubah perlahan.
“Okaa-san..” Himeko mendekat kearah Hinata.
Matanya
memancarkan air mata, namun Aruta menahannya.
Menggeleng seolah
belum saatnya.
“Hinata? Oi
Hinata!! Sadarlah. Tch.. kusso“
Jangakan menyerang
mendekati mereka saja Sasuke sungguh kualahan.
‘Sial jika seperti ini terus aku akan
kehabisan cakra, berfikr Sasuke.. berfikir..’
xXx
Di Luar Pulau Terkutuk
“Aku mohon,
onegaishmashu” Hiashi berlutut dihadapan tetua Hyuuga.
xXx
Para ninja Konoha
juga ikut membantu atas perintah hukage Tsunade.
“Tidak bisa… Tidak
bisa… Tidak bisa.. “ Naruto melakukan Rasenggan berulang kali untuk menembus
kekkai namun sia-sia, berulang kali Naruto terpental.
“Hentikan Naruto!
Kita tak bisa melakukanya” Tutur Sakura dengan raut sedih. Hinata adalah teman
setimnya,
sedangkan Sasuke adalah pria yang sangat dikaguminya.
xXx
Sasuke menyusun
serangan dengan sisa cakranya yang tersisa.
“Susano’o”
Sasuke
mengaktifkan Susano’o nya.
KHOOKKK
Darah keluar dari
mulut Sasuke.
‘Kali
ini aku tak boleh gagal, satu serangan hanya itu kesempatan ku’
Sasuke menyerang
Aruta, laki-laki yang sedari pertarungan sering menghilang dan tiba-tiba
menghilangkan kekuatannya dengan sekejab.
Dengan cepat
Sasuke sudah berada di depan Aruta namun serangannya gagal karena Aruta membuat
cakranya hilang Sasuke terjatuh.
BWUSSS
Sasuke sedikit menaikkan
sudut bibirnya. Serangan yang sebenarnya adalah Sasuke mengincar Himeko. Aruta
yang mengetahui Sasuke yang menyerangnya hanyalah bunshin. Langsung menuju
kearah Himeko.
ZLEPPP
Darah keluar,
membasahi katana Sasuke.
Mata Himeko
terbelalak dengan wajah yang sangat marah.
Ya Aruta
mengorbankan dirinya menjadi tameng untuk melindungi Himeko.
“AAAARRRRRRRGGGGHHHHHHHHHH”
Himeko berteriak
keras merangkul tubuh Aruta, tangisannya membuat aura gelap pulau semakin kuat.
Sasuke yang melihatnya merasakan aneh.
Sayup-sayup Hinata
tersadar sebelah matanya kembali berubah menjadi sedia kala.
Seperti pecahan
katana kecil berwarna emas membentuk bulan sabit beterbangan menebas apapun
yang menghalangi jalannya.
xXx
Teriakan itu
mengejutkan mereka yang berada di luar pulau, angin kencang membawa suara itu
membuat hawa disana semakin menyeramkan.
Kakashi datang dan
membawa sebuah panah emas.
“Ini bisa menembus
kekkai yang mereka buat, ini adalah benda pusaka yang diciptakan dari
Taring Sesshou
siluman serigala yang diserang ratusan tahun yang lalu” Jelas Tsunade
Catatan : Sesshou adalah siluman yang merupakan
suami dari Kikyou Uchiha, yang secara biologis merupakan ayah Aruta dan Himeko.
Panah dilepaskan
perlahan kekkai yang menghalangi pulaupun pecah.
xXx
‘Yabai..
apakah disini akhirnya’
Pikir Sasuke akhirnya dia mati dan semuanya
selesai
Sasuke kehabisan
cakranya. Hinata menuju kearah Sasuke, disini sangat berbahaya. Hinata
melindungi Sasuke dengan kekkai cakra berwarna emas. Sasuke tak yakin apa dia benar
Hinata.
“Himeko,,” Hinata
mengusap rambut Himeko lembut.
“Aruta akan
sembuh” Hinata memberikan senyum kearah Himeko, sambil mengarahkan tangannya ke
jantung Aruta, mempercepat regenerasinya.
“Balas dendam
bukanlah yang kami inginkn” Tutur Hinata, yang sebenarnya adalah Kikyou.
Samar-samar wujud
Sesshou pun terbentuk dari panah emas yang dilemparkan untuk melepas kekkai
Himeko.
Luka Aruta menutup
sempurna.
Mereka berdua
terperangah melihat orang tua mereka terlebih mereka belum pernah melihat wujut
ayah mereka Sesshou.
Sasuke khawatir
jika Kikyou yang berada di dalam Hinata tak ingin keluar dari tubuhnya dan
membawa Hinata pergi.
Namun sebelum
Sasuke menanyakannya. Hinata pingsan, dan bayangan Sessshou pun menghilang.
Tubuh Hinata
jatuh, Sasuke ingin menangkapnya namun kekuatannya bahkan tak sanggup untuk
berdiri.
GREEPPP
Aruta menangkap
Hinata dan membawanya kearah Sasuke.
Hukage dan yang
lainnya datang.
Bersiap untuk
menyerang 2 orang berpakaian kimono hitam itu.
Hiashi langsung
menghampiri Sasuke. Mata sasuke membulat, mengetahui Hiashi memeluknya erat.
“Phfft… ahahaha..”
Tahan tawa Hinata tak terelakkan melihat Ekspresi Sasuke.
Melihat Nukenin
tertawa seperti itu semua ninja Konoha waspada terhadap Hinata.
Membuat Sasuke
yang tadinya dongkol karena Hinata, menjadi terbahak-bahak karena Hinata yang
baru saja menyadari bahwa dirinya sekarang adalah Nukenin bukan putri sulung
Hyuuga.
“Hahahahahaha”
Tawa Sasuke sambil menunjuk-nunjuk Hinata membuat pandangan semua orang yang
tadinya memandang Hinata tertuju pada Sasuke.
Aruta dan Himeko
membungkuk hormat.
“Gomenasai”
Aruta menjentikkan
tangannya waktu berhenti seketika.
Sasuke
terperangah,
‘Apa-apaan
ini jika kekuatan mereka sehebat ini, harusnya dia bisa menghindari seranganku
bahkan untuk mengambil alih seluruh desa dalam pengendaliannya, sungguh tidak
adil’
Semua ingatan
mereka telah kembali.
Hiashi terkejut
melihat dirinya telah memeluk Nukenin penghinat desa.
Mendorong keras
tubuh Sasuke yang kehabisan cakra.
‘Tch..
sekarang kau membuangku’
Pikir Sasuke yang melirik tak suka kepada
Hiashi
“Kenapa? Kenapa
aku berada di sini?” Kakashi memulai pembicaraan.
“ … “ Naruto tak
berhenti melihat Sasuke. Begitupun Sakura
“Hinata apa yang
terjadi dengan pakaianmu?”
“Aku..etto..
Tou-san maafkan aku” Hinata membungkuk hormat kepada Hiashi.
“Pulau ini” Kata
Tetua Hyuuga
“Ini pulau
terkutuk, Ternyata itu bukan sebuah lagenda atau dongeng.” Tsunade melihat
kearah 2 orang yang berpakaian kimono.
“Bulannya.. apa
yang terjadi dengan bulannya, dan mereka” Naruto menunjuk Aruta dan Himeko yang
dahinya memancarkan cahaya emas berbentuk bulan sabit.
“Hanya ada 1 cara
untuk membuat bulan kembali menjadi seperti semula. Dengan membunuh pengguna
jutsunya, walau mereka telah meminta maaf, memiliki kekuatan sebesar itu, merupakan
ancaman yang sangat besar” Tsunade dengan wajah tegasnya.
“Tidakk!!.. ku
mohon jangan bunuh mereka” Hinata menghalagi Aruta dan Himeko di belakangnya.
“Onegai, ini
sungguh tidak adil, orang tua mereka dibunuh tanpa sebab, dan sekarang mereka
juga? Apakah tidak ada cara lain. Tolong
biarkan mereka hidup” Hinata berusaha membela. Air matanya mengalir, ia tau
yang dirasakan Kikyou, karena mereka pernah berada 1 wadah terlebih Hinata
adalah rengkarnsi Kikyou.
“Maafkan aku,
mungkin inilah saatnya. Kami akan mengeksekusi mereka “ Tetua Hyuuga itu dengan
wajah angkuhnya membuat beberapa ninja yang berada disana emosi terutama Sasuke
yang sudah mengetahui cerita tentang mereka
“Aku tak mengerti
awalnya, ternyata aku salah paham, ku fikir, kau tak seperti ayahmu” Pandangan
Sasuke sinis terhadap Tetua Hyuuga tak ada sopan santun kepada pria tua yang
sudah lanjut usia itu.
“Jaga mulutmu
Uchiha, disini kau hanya seorang Nukenin, kau juga akan mendapatkan hukuman. “
Hiashi menatap tajam kepada Sasuke, dan dibalas decihan oleh Sasuke.
Aruta dan Himeko
hanya diam, mereka tak membangkang atas hukuman mati yang akan mereka terima.
“Kakashi kami
menemukan Danzou” Bisik guru Yamato, yang tiba-tiba muncul.
“Kalian ikut aku”
Tsunade menunjuk Hinata dan Sasuke.
‘Kusso..
bagaimana ini, apa aku juga akan dihukum mati? Kenapa harus sekarang’
xXx
Ruang Tsunade
“Kami tak
mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, kalian harus menceritakan semuanya”
.
.
.
“Kekuatan mereka
memang sangat berbahaya, tak ada tempat untuk mereka, terlebih jika warga desa
mengetahuinya, tak ada bedanya perlakuan warga desa memperlakukan mereka
layaknya monster. “
“Tapi..” Hinata
menyela
“Keluarga Hyuuga
yang mengurus eksekusi mereka, mungkin akan dilakukan sebentar lagi”
“Tak ada yang bisa
membela mereka kau boleh pulang Hinata, dan kau.. Sasuke besok pagi adalah
giliran eksekusi mu”
DEG
Seketika Hinata
menghentikan langkahnya, mata Hinata melebur.
BRAKKK
Suara pintu yang
terbuka, menampilkan 2 orang manusia berjenis kelami berbeda dengan corak warna
rambut yang mencolok, siapa laki jika bukan Naruto dan Sakura.
“Tidak mungkin”
mata Sakura melebur.
“Nenek.. kau tak
bisa seperti ini, tak peduli apapun aku tak akan membiarkan semua ini terjadi.”
Naruto langsung bangun dan tak terima jika Sasuke dihukum mati.
Sasuke tau Hinata
akan berusaha membebaskan Aruta dan Himeko.
Sasuke mencegah
Hinata pergi dengan mencengkram erat tangannya.
“Jangan pergi”
Wajah cemas Hinata
membuat Sasuke tak ada pilihan. Namun dia tak pandai memilih kata-kata yang
bagus.
“Kubilang jangan
pergi, tetaplah disini.” Perkataan Sasuke sontak membuat Sakura dan Naruto
cengo mendengarnya, ada rasa sakit ketika mendengar perkataan Sasuke bagi
Sakura.
“Lepaskan aku.
Uchiha. Byaku..”
GREEPPP
Sebelum Hinata
jatuh Sasuke sudah menangkapnya, Sasuke menggunakan mata sharingannya untuk
menghlangkan kesadaran Hinata.
xXx
“Apa yang kau
lakukan Teme!!” Naruto marah, dia kira Sasuke menyakiti Hinata.
“Dia hanya akan
membuat masalah besar jika melihat eksekusi Aruta dan Himeko”
Tsunde
memperhatikan Sasuke.
“Baiklah pembicaraan
kita sudah selesai.” Tsunade memanggil Kakashi dan Yamato untuk menjaga Sasuke.
Sasuke digiring ke penjara bawah tanah.
Tsunade tak
menghiraukan Naruto yang masih setia menunggunya meminta penjelasan agar Sasuke
tak dihukum mati. Begitupun Sakura meski dengan raut kecewanya.
Tok Tok Tok
“Masuklah Hiashi,
kau sudah datang” Hiashi melirik Hinata yang tanpa kesadaran berbaring di kursi
samping meja Hukage.
“Apa yang terjadi”
“Sasuke yang
membuatnya pingsan”
“Apa!! Anak kurang
ajar itu, berani sekali dia” Hiashi dengan pandangan marahnya
“Baiklah kebetulan
kalian berada disini, kalian dapat mengetahui pembicaraan yang akan menjadi
jawaban untuk kalian” Tsunade memberi pandangan untuk Naruto dan Sakura yang
duduk di samping Hinata.
“Apa kau sudah
yakin? Hiashi.”
“Tidak ada pilihan
lain, karena ini bisa mencoreng klan Hyuuga jika berita itu sampai menyebar.”
“Baiklah..
pernikahan akan dilakukan 2 hari lagi”
Hiashi berdiri,
dan Hinata tersadar dari pingsannya.
“Otou-san ..”
Hiashi tau
pandangan Hinata.
“Mereka sudah
tidak ada” Perkataan Hiashi sontak membuat butiran bening berjatuhan membasahi
pipinya yang chubby (Hinata) *buan
Hiashi yang nangis Hiashi gk chubby lho
“Tsunade Baa-chan,
a-apa makdusnya dengan menikah? Siapa yang menikah?”
“Hinata” jawaban
singkat Tsunade
“Hinata? Hinata
dengan siapa?” Naruto penasaran
“Sasuke” Jawaban
Tsunade sontak membuat Sakura pingsan
xXx
“Ini sungguh
keterlaluan, bagaimana bisa? Sakura sangat mencintai Sasuke, Baa-chan tolong
bisakah ini digagalkan?”
“Apa maksud mu
Naruto, ini bukan hanya menyangkut Keberadaan Uchiha terakhir, tapi ini juga
menyangkut masalah klan lainnya, Hyuuga salah satu klan bangsawan di konoha.
Kelangsungan klan menjadi prioritas Konoha untuk membuat klan tetap bersatu.”
“Aku tak mengerti,
“ Naruto frustasi.
“Naruto, jika
Sasuke tak menikah dengan Hinata, maka hukuman Sasuke adalah mati, dan Klan
Hyuuga akan menghilang, karena rahasia tentang keberadaan Kikyou sebagai Uchiha
akan terungkap, dan yang bertanggung jawab penuh adalah ketua klan Hyuuga waktu
itu. Namun orang yang harusnya mempertanggung jawabkan perbuatannya sudah tidak
ada, maka klanlah yang akan megambil alih.”
Jelas panjang
Tsunade.
“Tapi Sakura..”
Naruto memandang sedih. Sakura sudah pergi keluar, dia menangis.
“Dia akan
baik-baik saja, bukankah kau menyukainya, jangan berpaling darinya. Karena saat
seperti inilah Sakura akan menyadari keberadaan mu Naruto.”
Naruto menunduk
dia tak yakin. Memang ada rasa senang dihatinya, namun dia juga takut jika
Sakura nanti menolaknya. Dia juga takut jika Sakura akan menjauhinya jika dia
mengungkapkan perasaannya.
“Apakah Hinata dan
Sasuke sudah mengetahuinya?”
“Hinata belum
mengetahuinya. Namun Sasuke, ku rasa Kakashi sudah menyampaikan perintah itu
ketika dia dibawa ke penjara bawah tanah.”
“Kenapa harus
penjara bawah tanah?”
“Kau banyak
bertanya Naruto!! “ Tsunade mulai dogkol dengan sikap Naruto kemudian mengambil
sake yang berada di laci mejanya.
“Penjara bawah
tanah hanya sebagai kata samaran, Sasuke sekarang sedang berada di Manshion
Hyuuga”
“Apppha?? Jadi dia
menerimanya.”
“Kurasa begitu”
“Bagaimana dengan
Hinata?”
“Cukup Naruto!
Berhentilah bertanya..” Sudut perempatan muncul di kening Tsunade dengan sikap
Naruto yang mirip Nawaki itu.
‘Bagaimana
aku bisa menikmati sake ku jika dia terus bertanya, huh..’
xXx
Manshion Hyuuga
“Mungkin kau sudah
tau kenapa sekarang kau berada di sini?” Hiashi dengan wajah dinginnya.
“Ya, aku tau.”
Sasuke tak kalah dingin
“Aku akan memberi
kau waktu” Ucapnya
Di ruangan itu
hanya Hiashi dan beberapa anggota Hyuuga yang kini mengikuti rapat.
“Ingat Sasuke jika
kau menyakiti Hinata satu tetes air matanya jatuh, kau akan tau akibatnya” Bisik
Hiashi kepada Sasuke.
Sasuke merinding,
karena sebelum rapat keputusan tentang perjodohan dirinya dengan Hinata, Sasuke
dibawa keruang dojou Hyuuga dan yang menantinya adalah Hiashi.
‘Ayolah
Sasuke dia tak mungkin meremukkan tulangmu. Tak mungkin dia menginginkan
menantu yang cacat kan?’
Pikir Sasuke menenangkan hatinya
xXx
Kembali di tempat
rapat Sasuke merasa aneh karena tetua Hyuuga tak berada disana.
“Tunggu sebentar”
Hiashi berbalik,
menanggapi pertanyaan Sasuke.
“Kemana tetua
Hyuuga itu” Dengan penuh hati-hati Sasuke menyyusun kata-katanya
xXx
“Kau merasakannya,
mungkin tak terpikirkan oleh mu, Mikatzukikei telah hilang.
Dan keberadaan 2
anak yang setengah siluman itu. Juga tetua Hyuuga kami”
“Apa maksud mu?”
“Kau akan
mengetahuinya besok” Hiashi meninggalkan Sasuke.
Para Maid Hyuuga
mengantarkan Sasuke ke kamarnya.
xXx
“Ini sangat lucu,
aku tak menyangka perubahan kalian” Ucap Hinata.
xXx
Pagi menyingsing.
Hari ini seharusnya menjadi hari eksekusi bagi Sasuke.
“Apa yang harus
aku katakan kepada Hinata. Kenapa tidak orang lain saja yang memberitahukan hal
itu kepadanya, kenapa harus aku. Arrgghhh..
Mungkin aku harus
menemuinya sekarang. Ya aku harus menemuinya”
Sasuke yakin, dan
menuju ruangan kamar Hinata. Maid disana mengetahui keberadaan Sasuke sebagai
calon suami Hinata. Mereka langsung pergi meninggalkan penjagaan ketika Sasuke
masuk.
Didepan Pintu
Berulang kali
Sasuke ingin mengetuk pintu namun di
urungkannya.
‘apa
yang aku lakuan, kenapa aku seperti orang bodoh sekarang’
“Masuklah” Suara
Hinata, membuatnya sadar.
‘Ya
sekarag aku memang terlihat bodoh, tak berfikir dia bisa melihat ku meski
terhalang dinding, dia Hyuuga aku melupakan kemampuan itu.’
“Aku ingin
mengatakan sesuatu” Sasuke to the point tanpa menoleh
“Papa..”
Catatan: Wajah Sessou dan Sasuke sangat mirip hanya
saja rambut Sesshou yang berwarna perak sedangkan Sasuke berwarna reven
DEG
“Suara itu..”
Sasuke melihat 2
sosok yang dikiranya sudah tidak ada.
“Kalian” Mata
sasuke melotot. Terutama penampilan mereka kini sudah berubah.
Rambut mereka
berubah menjadi perak dan mata hitam yang mereka miliki menjadi kuning emas,
dan bulan sabit yang berada di dahi mereka kini telah menghilang. Dengan
pakaian berbeda, dan mereka kini menyandang sebuah marga yaitu Hyuuga, ya
Hiashi yang mengadopsi mereka. Namun yang paling membuat mereka tak seperti
dulu adalah sama seperti pertemuan Sasuke yang pertama kali dengan mereka,
wujud mereka sekarang berubah menjadi anak kecil berusia 2 dan 5 tahun.
Catatan: Himeko menjadi gadis kecil berusia 2
tahun, dan Aruta menjadi bocah kecil berusia sekitar 5 tahun, kenapa mereka
berbeda entahlah, author gk mikirintuh ‘-‘ mereka lahir di hari yang sama, mereka
memang kembar namun Himeko lebih lemah sehingga pertumbuhannya lambat dan
merubahnya menjadi anak usia 2 tahun, sedangkan Aruta menjadi 5 tahun karena
pertumbuhannya yang lebih cepat dan semua itu demi melindugi Himeko dia harus
selangkah didepan.
“Bagaimana bisa, “
Himeko ingin menghampiri memeluk Sasuke, namun Aruta menghalanginya. Sugguh
Himeko hanya seorang anak kecil yang seakan ingin bersama ayahnya, usia 2 tahun
membuat jalannya pun terasa seperti bayi yang baru bisa berjalan.
*sister complex ya mungkin seperti itu
“Dia bukan papa,
Himeko.”
“Tak apa, kau bisa
memanggil ku papa, Himeko, Aruta juga.” Sasuke mengenali mereka.
“Papa, Himeko
senang dan menghambur memeluk Sasuke, Sasuke menggendong Himeko, membuat Hinata
terperangah melihat Sasuke yang selama ini terkenal agkuh itu ternyata
menyayangi anak kecil. Tanpa sadar Hinata tersenyum.
Aruta yang melihat
Himeko bersama Sasuke cemberut, sangat mengisyaratkan ketidak sukannya kepada
Sasuke.
Hinata yang
menyadari itu memeluk Aruta dari belakang. Semberut merah di kedua pipinya kala
Hinata bilang.
“Aruta tidak boleh
cemberut seperti itu. Hinata tersenyum manis sambil mengusap rambut Aruta
lembut”
Hiashi yang
melihat kebersamaan mereka merasa yakin jika dia bisa melepaskan putrinya
kepada Sasuke.
Catatan: Jika kalian bertaya bagaimana dengan
kekuatan Aruta dan Himeko, maka jawabannya adalah kekuata mereka sudah disegel,
jika kalian bertanya tentang Tetua Hyuuga jawabanya adalah tetua itu sudah
mengorbankan nyawanya demi menyegel kekuatan Himeko dan Aruta dengan jurus
terlarang yang di tinggalkan ayahnya yang mengetahui sejak lama jika Kikyou
memiliki anak, namun tidak mengetahui keberadaan anak-anak itu. Penyegelan
dilkukan agar mereka bisa hidup.
“Papa, suka
mama..”
Sasuke bingung,
siapa mama?
Himeko menunjuk
Hinata. Seolah-olah tau apa yang
dipikirkan Sasuke.
“Ti-tidak”
Himeko tersenyum
“Papa bohong..
bukankah papa datang untuk mengatakan peljodohan kalian?”
Semberut merah di
pipi Hinata kala mengetahui yang dikatakan Himeko.
“Kalian tidak bisa
berbohong, Himeko bisa membaca isi hati kalian dan mengetahui perjalanan hidup
kalian sebelumnya, jika dia menyentuh kalian” Tutur Aruta, Nampak tak peduli,
namun dapat mengetahui maksud mereka walau tanpa bicara.
Ya kekuatan mereka
tersegel, namun ada beberapa kemampuan mereka yang muncul karena penyegelan.
“Baiklah jawaban
apa yang akan kau berikan Hinata” Sasuke nampak serius.
‘Perasaan
ini memang baru tumbuh,’
xXx
Taman Bermain
“Naruto .. ada
apa?”
“Aku .. aku
menyukai mu” Naruto mantap dengan wajah seriusnya.
“Phfft ..
Ahahahahaha” Sakura tertawa
“Sakura.” Panggil
Naruto lemah, jujur saja sangat sulit bagi Naruto mengungkapkan perasaannya dan
berubah seperti ini dihadapan Sakura.
“Kau bercanda.”
Ucap Sakura lagi di sela tawanya
“Aku serius” Kini
wajahnya tak seyakin yang awal.
“Naruto bisakah
kau memberi ku waktu? aku tau sulit bagi mu untuk meninggalkan sifat konyol yang
sering kau tunjukkan pada ku. Bisakah kau menunggu Naruto?” Sakura tersenyum
tulus.
Jawaban Sakura
membuat secerca harapan untuk Naruto.
xXx
Kembali ke manshion Hyuuga
“Jadi apa
jawabanmu?”
“Tentu saja.. aku
tidak bisa menolak kan?” Mata Hinata tak menatap Sasuke.
‘Mungkin
hanya dengan begini aku bisa melupakan Naruto yang tak pernah membuka sedikit
hatinya untuk ku’
Sasuke yang
mendengar perkataan jawaban Hinata merasa tidak puas, dan menyangka jika Hinata
hanya terpaksa menerimanya.
Himeko yang berada
di gendongan Sasuke membisikkan sesuatu yang membuat Sasuke menaikkan sudut
bibirnya.
xXx
Mungkin terkesan
begitu cepat, tapi sedikit cinta yang tumbuh membuat mereka sadar akan sebuah
takdir.
“Bagaimana dengan
Sakura?” Hinata tau jika selama ini Sakura menyukai Sasuke
“Aku sudah
mendegar jika Naruto akan membuatnya mengerti”
Hinata tak
mempungkiri, memang perasanya sekarang jauh lebih memilih Naruto, namun
mengharapkan sesuatu yang tak akan pernah ia dapatkan hanya akan memnuat luka
hatinya semakin dalam.
Himeko turun dari
gendongan Sasuke. Dan Sasuke mendekat kearah Hinata.
“Aku memang tak
pandai memilih perkataan, aku juga tidak bisa menghiburmu, tetapi aku bisa
berbicara banyak dari biasanya jika bersama mu, Hinata, ini pasti aneh.” Sasuke
berpaling kemudian.
Ekspresi Sasuke saat
berbicara dengan muka datarnya.
“Phfft..
ahahahaha.. Berbicara seperti itu dengan ekspresi seperti itu, aku juga tidak
bisa menahan tawaku jika bersama mu Sasuke.” Senyuman Hinata membuat Sasuke
mengembangkan senyum tipisnya yang sangat jarang ia tampilkan. Bahkan dia tidak
canggung atau gugup jika bersama Sasuke.
“Mungkin pertama
terasa canggung, tapi aku akan membuatmu merasa nyaman. Baiklah bersiapah untuk
besok” Sasuke buru-buru meninggalkan ruangan Hinata.
Sasuke meneguk air
liurnya tangannya meraba tempat detak jantugnya yang berdetak.
“Sudah ku duga dia
sangat berbahaya, hampir saja.” Sasuke menghembuskan nafasnya.
“Apa yang kau
lakukan disini” Suara tegas Hiashi mengagetkan Sasuke, dengan reflex Sasuke
meloncat mundur lebih jauh dengan memasang kuda-kuda.
Hiashi bingung
dengan sifat aneh Sasuke, kemudian meninggalkan Sasuke.
Sasuke merutuki
sifat anehnya
’Tch..sial,
kenapa jadi memalukan seperti ini. Kusso..’
Sambil berjalan
Hiashi sedikit tersenyum, mengingat kondisi Hinata yang akan menjadi penerusnya
sebagai Souke Hyuuga. Memilih Sasuke adalah keputusan yang bagus, bukan hanya
untuk menebus kesalahan dimasa lalu, namun kekuatan Uchiha yang besar akan membuat
Hiashi tenang jika Sasuke bisa menlindungi Hinata kelak.
Hiashi mengingat
Fugaku yang pernah datang menemuinya ketika Hinata baru lahir, mengetahui anak
pertama Hiashi adalah perempuan sudah menaruh rencana untuk mendekatkan Sasuke
nantinya. Bukan Itachi karena Fugaku tau jika Itachi akan melakukan hal besar
disaat dia dewasa karena potensi yang dimilikinya sejak kecil sudah
menunjukkannya. Kenapa harus Sasuke, karena Fugaku sudah mengetahui akhir dari
klan Uchiha yang tertulis di sebuah buku tua ramalan Kikyou yang pernah di
segel sebelum kepergiannya ke pulau terkutuk.
“Fugaku, tugasku
sudah selesai” Ucap Hiashi sembari menatap langit.
xXx
Hari Pernikahan
Hari pernikahan
berlangsung tenang, beberapa klan juga ikut menghadiri sekaligus pengengkatan
Hinata sebagai penerus klan Hyuuga, meski bukan Sasuke, namun akan berbalik
jika mereka kelak memiliki anak, maka Sasukelah yang akan memimpin klan Hyuuga.
Dan mungkin akan
lahir klan baru setelah ini.
Hanya Neji yang
tak pernah tersenyum dipernikahan, dia bahkan cemberut kala melihat Hinata
tertawa lepas, tidak seperti dulu.
xXx
Mungkin ketika
warga Konoha tau Sasuke seorang nukenin menikah dengan penerus Hyuuga akan
menjadi perbincangan hangat, namun dengan menikah dengan penerus Hyuuga juga
menghilangkan ststuanya sebagai nukenin dan mengembalikan nama baik klan
Uchiha.
“Kau mendengarnya,
seorang nukenin yang menikah dengan penerus klan Hyuuga?” Kata salah satu warga
yang menggosip.
“Ku dengar Nukenin
itu seorang Uchiha, tapi bukankah dia yang menyelamatkan desa dari serangan
musuh, aku juga mendengarnya dari putraku, dia juga menyelamatkan heris Hyuuga
itu.”
“Apa kau
memikirkan jika pernikahan mereka adalah pernikahan politik?”
Tenten yang
mendengar gossip para ibu-ibu itu meremas belanjaannya.
Menghampiri
mereka.
“Kalian tak
mengetahui apapun, tidak ada pernikahan politik, mereka berdua saling
mencintai” Ucap Tenten yang tak terima dengan perkataan para ibu-ibu itu. Tak
peduli benar atau tidak yang dia katakan. Namun dia berharap semoga saja yang
dia katakana benar-benar terjadi. Walau dia tidak bisa menghadiri pernikahan
temannya, karena tidak sembarang orang bisa masuk ke acara tersebut.
xXx
Seminggu Kemudian
Pengangkatan
Himeko dan Aruta sudah di publikasikan. Hak asuh mereka di ambil oleh Hinata
dan Sasuke.
Warung Ramen Ichiraku
“Kalian sudah
memiliki anak??” Mata Naruto melotot melihat Hinata menggendong Himeko dan
Aruta Duduk di samping Sasuke
“Tapi kenapa
mereka tak mirip dengan Hinata atau pun kau Sasuke?” lanjut Naruto lagi
“Naruto Baka! “
Sakura memukul kepala Naruto, semakin lama mereka semakin dekat, dan memang
benar Sakura sudah menerima perasaan Naruto, meski sulit bagi Sakura namun
semangat Naruto yang selalu ada untuknya membuatnya sadar jika selama ini dia
bersandar kepada Naruto. Bukan Sasuke, tetapi Naruto.
Sakura menjemput
dan membawa Himeko ke pangkuannya.
“Dia sangat
lucu..” Sakura memeluk lembut Himeko.
“Berapa usia
mereka sekarang ?”
“200 tahun” Ucap Aruta tanpa keraguan
PHFFF
Naruto
menyemburkan kuah ramen yang diseduhnya.
“Naruto kau jorok
sekali” Sakura merasa tidak enak dengan tingkah laku Naruto.
“Ma-maafkan aku,
kalian bercanda? Bagaimana dengan Himeko?”
“Himeko juga 200
tahun, kami dilahirkan kembar”
“Kenapa kalian
tidak mirip, wah.. kalian bahkan masih kecil. Terutama Himeko”
“Tanya saja pada
Autor yang membuat kami”
-=
OWARI=-
Sankyuu.. udah mampir jangan lupa like n tinggalkan jejak minna ^^




