Too Love

Selasa, 03 Oktober 2017

You Are My Mine


Disclaimer : Naruto ©Masashi Kishimoto
       You Are My Mine ©HimeDandelion
Pair        :HinaItaSasuToneSai
Genre      :  Romance / friendship Comedy and Action
Rated      : K-T
xXx
 
Hyuuga Hinata adalah putra sulung dari kepala klan Hyuuga, Hiashi, dan sebagai anak sulung, ia adalah ahli waris keluarga utama klan.  

15 Tahun Sebelumnya *FlashBack
Manshion Hyuuga
Hari dimana usia Hinata besok menjadi 5 tahun.
“Hinata.. Hinata sayang.. buka pintunya, sudah saatnya meminum obat” Hinata mempunyai riwayat sesak nafas.
Tak ada sahutan, Hiyori (Ibunya Hinata) kembali mengetuk dan memanggil anaknya.
“Hinata?” Hiyori tercekat ketika melihat seluruh ruangan kamar yang berantakan dan jendela yang terbuka. Nampan yang berisi obat itu terjatuh.
xXx
“Kau seperti anak perempuan” 
‘ Sungguh anak yang aneh, dia hanya diam bahkan tidak meronta ‘
“Hei aku menculik mu, apa kau tidak takut pada ku?”
“Itachi-Nii kau tidak sepelti olang jahat”
Senyuman hangat itu menghiasi wajah Itachi,
“Hinata kau harus belajar mengucapkan  ‘R’ nanti tidak ada wanita yang menyukai mu”
“Aku tak suka pelempuan” jawabnya polos
Itachi kembali tersenyum, namun hanya sebentar kemudian senyuman itu memudar.
“Maafkan aku Hinata-chan.. “
xXx
Sebuah kebakaran besar membakar habis manshion Hyuuga.
“Kami tidak menemukan mayat anak kecil lagi” Lapor salah satu bawahan Nara Shikaku itu
 “Hiashi ? “ Tanya Nara Shikaku, dia mengerti bagaimana perasaan sahabatnya itu, kehilangan  istri serta anaknya. Disaat bersamaan.
“Shikaku aku ingin kau selidiki lagi” Hiashi meninggalkan manshion Hyuuga yang tersisa puing-puing itu.
xXx
Hari Pemakaman
Hiashi melihat sendu kearah makam istri dan anaknya.
Sosok misterius itu terlihat mendecih, namun juga tak bisa menyembunyikan emosinya karena wanita yang di cintainya sudah tidak ada.
Semua orang telah bubar, namun Hiashi masih belum ingin meinggalkan pemakaman.
“Hinata.. tanjubi omedetou” Hiashi menitikkan air matanya di depan sebuah makam
“Oto-san”
“Bakka, sekarang ayah mu yang bodoh ini mendengar suara mu”
“Hiashi Jii-san” Panggil seseorang.
Hening .. Hiashi tiba-tiba berbalik melihat Hinata bersama Itachi
“Hinata!“ Hiashi langsung memeluk Hinata, dan menatap tidak suka kearah Itachi.
“Apa yang kau inginkan?” Hiashi to the point

Manshion Hyuuga
Tidak sebesar manshion utama Hyuuga, karena manshion utama masih dalam tahap perbaikan.
“Jii-san, maafkan aku”
“KENAPA KAU TIDAK MEMBERITAHU KU!!”
“Aku sangat panic ketika mendengar percakapan paman Madara menyuruh seseorang pelayan untuk membakar manshion Hyuuga . Bukankah Jii-san sendiri yang melarang klan Uchiha memasuki manshion Hyuuga, meskipun aku beritahu  kau tak akan percaya pada ku. “
“Bagaimana kau bisa tepat menyelamatkan Hinata?”
“Karena hanya kamar Hinata-chan yang aku ketahui. Aku sering bertemunya ketika menjemput Sasuke”
“Dan kenapa kau membantu ku?”
“Karena aku tidak suka dengan sikap paman Madara. Dan aku tertarik dengan sesuatu yang kau sembunyikan.”
 *end FlashBack
xXx
Hyuuga Corp
“Aku ingin kalian mengganti desain yang lama. Kita harus memikirkan hal baru yang lebih fresh, kita tak boleh tertinggal hanya karena Uchiha corp itu yang menguasai pemasaran teratas dari kita.” Hinata memberikan pengarahan kepada para pegawainya.
Sambil menatap layar monitor yang menunjukkan Uchiha Corp berada di nomer satu dan Hyuuga Corp di nomer 2
“Tch… ARRRGGGHHH “ Teriaknya sambil mengacak rambutnya. Mebuat para pegawainya sekarang takut melihat kearah bossnya.

Uchiha Corp
“Ini sugguh luar biasa.. kau memang putra tou-san yang hebat Sasuke” Puji Fugaku
Sasuke sangat senang, karena baru kali ini ayahnya memujinya, setelah sekian lama selalu dibanding-bandingkan dan tak diakui anak oleh ayahnya sendiri.
‘Kau lihat itu Hyuuga, I’m Win ‘
xXx
Hyuuga Corp
Hari ini Hinata kesiangan. Dia bergegas menuju parkir mobil. Sambil membawa sepotong roti.
“Kenapa Tou-san tidak membangunkan ku uh!” cetuluknya kesal mengemudi sambil memakan sepotong roti yang sempat ia ambil.
Didepan perusahaan Hiata bergegas memarkir mobil, dan berlari menuju lift .
‘Tch.. kenapa banyak sekali orangnya ‘
Hinata tetap memaksa masuk.
Lift berbunyi tanda tak bisa mengangkut kelebihan orang.
“Hei! Seseorang yang terakhir keluar!” Kata salah satu orang di dalam Lift
“A-Apa!! Aku bukan yang terakhir! Aku tidak mau keluar!”
Seseorang  itu kembali melihat kearah Hinata yang tetap bersikukuh tak ingin keluar dari Lift, dan mengambil tangannya menuju  pintu keluar lift.
“He-Hei! .. Lepaskan aku!” Hinata berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman
“Kulit mu halus, untuk seukuran laki-laki kau juga terlau pendek.”
“Tch! Kusso!  Aku boss mu! Kau !! . . .akan ku ingat wajah mu!” Hinata bergegas meninggalkan laki-laki bersurai perak itu.
Berlari menaiki tangga darurat. Karena untuk menjadi seorang pimpinan yang baik dia harus memberikan contoh disiplin kepada para pegawainya.
“Hei kau bisa terjatuh” Teriak pria itu lagi.
“URUSAII !!”
CKEETTT
Mata Hinata terbelalak.
GREEP
“Sudah ku bilang kan, “ Mata mereka bertemu
BrUUK
Hinata menendang orang itu dengan lututnya. Mereka terjatuh.
xXx
Ruangan Hiashi
“Tau-san sengaja tidak membangunkan mu, karena ..”
“Karena apa?”
“Tou-san ingin kau berhenti Hinata”
“Tidak bisa , aku tidak mau” Hinata melangkah pergi namun lagi-lagi tangannya di cengkram.
“Kau lagi! Berani sekali, Siapa kau! lepaskan tangan ku!”
“Jaga bicara mu Hinata, Dia adalah Toneri Otsutsuki , dia adalah putra tunggal dari Kaguya Otsutsuki, sepupu mu yang tinggal di luar negri”
“Jadi ? Apa?” Ucap Hinata Sinis
“Tadinya aku hanya ingin melihat-lihat perusahaan paman ku yang berada di Jepang, tapi sepertinya aku mempunyai alasan yang lebih bagus untuk tetap berada di sini.”
“Terserah kau saja” Hinata sangat kesal
xXx
 Ponsel Hinata bordering.

“Moshi-moshi”
“Hinata-kun besok ada reunian konoha high school kau ikut yah..”
“Gomen ne Sakura-chan, bukannya aku tidak mau, tap- “
“Tidak bisa! “ Cegat Sakura
“Hee??? “ Hinata Bingung
“Besok aku ulang tahun kau harus datang, jika tidak”
“A-A- iya aku akan datang”  Hinata bergidik
“ok.. Jaa.. mata ne.. hihi ^^ “


Di Pesta
“Oi Teme.. “ sapa Naruto
Sasuke melihat Naruto, lalu perhatiannya teralih kepada Hinata.
‘Kesempatan bagus, aku akan mempermalukannya’
Hinata berjalan di samping kolam renang, karena pestanya berada di belakang rumah Sakura dengan latar kolam renang.
“Hyuuga.. bagaimana rasanya menjadi nomer 2”
“Tch.. aku sedang tidak mood, jangan ganggu aku Chihuahua”
“Apa kau bilang! Aku UCHIHA,, U C H I H A, dasar Hyuuga homo”
“KAu bilang apa?? .. Ulang lagi!” Hinata mulai marah
“HYU—“ Belum sempat Sasuke menyelesaikan Hinata Tersenyum licik mendorong Sasuke ke kolam.
Namun kesenangan Hinata pudar kala Sasuke menarik jaketnya.
Jangan tanyakan para undangan yang lain, sejak mereka bertengkar, mereka sudah menjadi pusat perhatin.
Sasuke menepi dan naik dari kolam, namun tidak di susul Hinata. Sakura yang menyadari hal aneh langsung berteriak, Karena kolam yang cukup dalam itu tak memunculkan Hinata lagi.
Sasuke semakin merasa bersalah, dan kembali memasuki air.
Seseorang yang tidak ada dalam daftar tamu, berlari menuju keramaian. Toneri terkejut, Hinata tak sadarkan diri.
Melihat Sasuke yang ragu-ragu, Toneri mengambil posisi Sasuke dengan mendorongnya, dan memberikan memberikan pertolongan pertama. Sasuke sepertinya geram .
“Siapa pria itu, aku belum pernah ,melihatnya. “ Tanya seseorang kepada Sakura
“Aku rasa aku tidak mengenalnya”
‘kyaaaaaa… kenapa bukan aku yang memberikan nafas butan kepada Hinata-kun’ batin Sakura
*FlashBack
“Hinata.. aku ingin Hinata bertunangan dengan ku” Toneri to the point
“Apa kau yakin, Hinata itu laki-laki” Jawab Hiashi
“Mata ku tidak dibohongi Jii-san, dari badannya, mata, bibir, dan hidungnya. “
“Baiklah, aku tidak melarang mu untuk mengejar putri ku, Madara sudah tidak ada, tidak ada alasan lagi untuk menyembunyikan identitas Hinata yang sebenarnya. Dan aku juga ingin Hinata menjadi perempuan biasa layaknya wanita sebayanya. Tetapi aku tidak akan menikahkan putri ku karena bisnis. Kau harus bisa mencuri hati putri ku dengan cara mu sendiri.”
“Arigatou tou-san”  dengan pede Toneri memanggil Hiashi
“Kau harus menjaganya, jika kau menyakitinya, sehelai rambutnya saja, aku tak akan segan-segan untuk membunuhmu ”
“HEE !!! “
*FlashBackOff
xXx
Kembali ke Pesta Sakura
KHOK KHOK
“Kau tak apa?” Tanya Toneri.
Melihat Hinata yang telah sadar Sakura meghambur memeluk Hinata.
“HUAAAA… Hinata-kun yokatta.. “
Toneri yang melihat Hinatanya malah dipeluk orang lain mengepalkan tangannya.
Sedangkan Sasuke hanya menatap bosan karena kejadian ini sudah sering dilihatnya jika sesuatu terjadi kepada Hinata  maka Sakuralah yang menjadi dalang panic.
Hinata dibawa ke kamar Sakura, untuk beristirahat.
“Kau tak ingin pulang” Tanya Toneri
“Nanti saja” Jawabnya sigkat.
“Nanti jika terjadi apa-apa lagi bagaimana?”
“Tidak akan, akh.. kau keluar saja, aku ingin istirahat sebentar”
“Baiklah .. jika kau mencari ku, teriak saja, aku ada di luar kamar mu.”
“Ya .. Ya.. Ya.. tuan cerewet”
Di Luar Kamar Istirahat Hinata
“Teme.. bagaimana ini.. “ Naruto terlihat mewek
“Cari saja cewek lain Dobe” jawab Sasuke acuh
Toneri duduk di samping mereka.
“Teme..”
“Tch berisik Dobe.. bisa kau diam.. “ Amarah Sasuke mulai memuncak karena pasalnya dia merasa bersalah kepada Hinata meski Hinata yang mendorongnya duluan. Tetapi si pemicu masalah pertama adalah dirinya.
“HUAAAA TEMEEE!!! Bagaimana jika …jika Hinata juga menyukai Sakur-“
“TIDAK! Itu tidak akan terjadi, kau tenang saja huffh” Toneri meski berniat tak ingin mendengarkan percakapan mereka tapi jika menyangut Hinata itu tidak bisa berdiamdiri
“Benarkah?” Tanya Naruto berbinar-binar
“Ya.. benar saja, Hinata kan homo” celutuk Sasuke.
“KAUUU!! “ Toneri marah mencengkram kerah Sasuke.
“URUSAIIIIIIII … aku ingin istirahat, jika kalian berisik aku tidak bisa istirahat BAKKA!!!“
BRAKKK
Suara pintu di banting.

Sakura  masih memilih-milih baju di lemari.
“Eeto.. Sakura-chan, tak usah repot-repot”
“Tidak bisa, kenapa pelayan itu lama sekali membelikan bajunya, baju tou-san sangat besar, Hinata-kun maafkan aku, tapi tolong kenakan ini” Sakura membungkuk sambil memberikan baju gaunnya.
Hinata mengambilnya.
“Maafkan aku, maafkan aku,”
“Tak apa Sakura” Hinata tersenyum.
Sakura merona dibuatnya
“Aku tak ingin kau sakit selagi menunggu baju yang tak kunjung datang”
“Iya, aku mengerti”
“A-aku keluar, kau ganti saja” Sakura bergegas keluar
Dan menutup pintunya, jantungnya serasa mau copot terlihat dari ekspresinya, yang membuat para laki-laki yang dari tadi menunggu diluar geram, terutama Naruto.

“Ini tidak bisa ku biarkan, aku akan memastikannya sendiri” Naruto berjalan menuju pintu kamar istirahat Hinata
“Hei kau mau kemana?” Tanya Toneri
“Aku ingin bertanya kepada Hinata apa dia suka Sakura?”
“Tidak bisa!” Toneri menghalangi pintu
“Kau jangan mengganggu ku” Naruto berusaha masuk , tetapi Toneri sekuat tenaga menahannya agar tidak masuk karena dia tau Hinata sedang ganti baju.
“Kubilang ..tii…dak..bo..lehh”
“Miggg…girrr” Naruto melawan
Sasuke yang dongkol melihat tingkah laku konyol kedua anak laki-laki itu malah dengan santainya mengetuk pintu.
Hinata yang sudah mengganti bajunya dengan gaun milik Sakura.
Mata Sasuke melotot. Pipinya bersemu merah.
“K-k-k-k kau.. mesum” Sasuke yang selalu berfikiran Hinata maho
“Bakka !! baju yang ku pesan belum datang jadi Sakura memberikan ku gaun untuk sementara”
Toneri dan Naruto yang melihatnya juga tak bisa melepaskan pandangan mereka.
“Hinata, kau lebih pantas mengenakan gaun” Toneri memuji
“Bhhakka! A-aaku kan lelaki” Hinata gelalapan
“Hinata apa kau perempuan?” Naruto menatap curiga
“eh?”
“Oi Dobe, dia itu laki, kau tak perlu takut soal Sakura , karena dia homo”
“Baka Chi, aku tidak homo, kau yang homo, “ Balas Hinata kepada Sasuke
“Jadi apa kau suka Sakura?”
“Itu sudah jelas tidak mungkin, aku yang akan menjaminya” Toneri menyerumput
“Ahahahaha aku jadi lega sekarang” Naruto tertawa
xXx
Di Dalam Mobil
“Besok , kau harus membantu ku” Toneri memulai percakapan
“Tidak mau” singkat Hinata
“Aku akan membantu mu meyakinkan Jii-san jika kau mau menjadi mitra kerja ku di acara pameran perusahaannya, kau juga akan mendapatkan wawasan disana, karena dia pengusaha yang sangat berbakat meski tak mendapat campur tangan keluarganya. Bagaimana? “
“Kau janji membantu ku meyakinkan tou-san.?“ Hinata sugguh-sunggh dan di balas Toneri dengan anggukan
“Ok besok akan ku jemput jam 3 sore”
Toneri terlihat begitu senang.
Manshion Uchiha
“Haruskah aku meminta maaf padanya, tetapi dia yang mendorong ku”
Tok Tok Tok
Sasuke membuka pintu kamarnya.
“Surprise!” Itachi tiba-tiba muncul
“Kenapa tidak bilang jika aniki pulang aku bisa menjemput”
“Tidak perlu, aku sama sekali tak ingin merepotkan, jadi bakka otouto ku apa kau sudah memiliki pacar?”
“Bakka! Aku tidak ingin terkait dengan suatu hubungan yang bisa membuat ku menjadi tak focus bekerja”
“Harusnya aniki yang memikirkan pendamping, sudah mapan tua-“
“Oi otouto tidak sopan”
“Hehe”
“Aku sudah mempunyai calon” Ucap Itachi enteng
“Siapa?”
“Kau sudah mengenalnya, dia dari keluarga terpadang, anaknya lucu, mm..sebaya dengan mu”
“Sakura? Menyerah saja, dia sangat tergila-gila dengan Hinata”
“Apa kau bilang, benarkah? Wah Hinata ternyata hebat, tidak hanya saingan laki-laki, aku juga mempunyai saingan perempuan.”
“Maksud aniki?”
“Aku menyukai Hinata”
“PHFFF khok!” Air itu hampir keluar dari hidung Sasuke
“Kau sudah gila! Dunia sudah gila “ Sasuke berucap aneh
“Terserah kau saja” Itachi acuh, dia sudah tau Hinata itu perempuan sejak Hinata berusia 5 tahun, dan mulai menyukainya setelah Hinata beranjak dewasa, dengan terus memantau dari jauh, karena takut jika Madara mulai mengetahui siapa Hinata.. Madara adalah Paman Sasuke yang sangat menggilai Hiyori, dan Hiyori sangat mirip dengan Hinata, tak menutup kemungkinan pamannya akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan Hinata. Seperti halnya kejadin dengan Hiyori yang tak bisa dimilikinya.
xXx
Menuju Pameran Itachi
“Kenapa aku harus memakai ini”
“Aku sudah tau soal rahasia itu, dan kau sudah berjanji akan membantuku.
Tak perlu kau cemaskan, ayah mu tak keberatan jika kau menjadi perempuan”
“Selama ini aku merahasiakan identias ku, tanpa tau apa sebabnya ,  yah.. tak apa menjadi wanita walau hanya sehari. “
“Hinata .. aku.”
TIINNN TIINNN
‘Tch padahal ini momen yang sangat pas’
Lampu sudah menjadi hijau,
“mm.. “ Sahut Hinata
“Tidak apa, nanti saja”
xXx
Pameran
Toneri menggandeng Hinata menuju tempat Itachi
“Itachi sudah lama sekali” Sapa Toneri, namun di acuhkan Itachi
“Hinata” Mata Itachi tak lepas dari Hinata
“Kau masih ingat aku? Aku Itachi, anak nakal yang dulu menculik mu”
Toneri menyeringitkan dahinya mendengar kata menculik
“Itachi-nii” Hinata mulai tersenyum.
Itachi menghambur ingin memeluk Hinata, tatapi Toneri menarik tangan Hinata.
“Kau tampak sagat cantik, gaun ini lebih pantas dari pada pakaian laki-laki yang sering kau kenakan.”
“Hinata milik ku” Toneri memberi tekanan ketika menyebut ‘milikku’  di depan Itachi
“Jadi kau siapanya Hinata?” Tanya Itachi
“A-a-a aku se-se- sangat dekat dengannya” dia pengen bilang sepupu tapi di urungkan
“Hinata setelah acara selesai nanti aku akan kerumah mu, membicaraka soal lamaran”
“K-k-kkau bilang apa” Toneri terbata-bata
“Kau mempunyai saingan yang berat bung!” celoteh Itachi senang melihat saingannya kalah.
“Itachi-nii berhenti bercandanya”
“Aku serius” Mata Itachi terlihat mantap
Hinata melengo kala tau itu bukan gurauan.
Teng Teng Teng
Suara dentingan gelas membuat semua perhatian tertuju kepada Itachi
“Semuanya , saya akan memperkenalkan mitra kerja saya di luar negri , dia adalah Otsutsuki Toneri, putra Kaguya Otsutsui yang sangat ternama.
Semua bergerumbung , menggerumbungi Toneri.
“Yossh, aku pinjam Hinata sebentar, “ Tak ada jawaban dari Toneri karena Toneri sekarang sibuk ingin keluar dari kerumunan yang bertanya-tanya dan mengajaknya selfi itu.
xXx
“Aku akan mengenalkan mu dengan otouto-ku, wahh.. senangnya bisa pamer”
“Itachi-nii aku bukan barang yang bisa kau pamerkan”
“Iya-iya gomen aku hanya terbawa suasana. Hehe”
Di tempat Sasuke, sudah pasti banyak perempuan yang menggerumbunginya
“Yo.. baka otouto . “
“Tch “ Sasuke yang mendengar panggilan itu mendecih, dan berpaling menuju asal suara
Matanya terbelalak, tak bisa bisa berpaling  dari sosok Hinata yang baru dikenalnya.
“K-Kau?”
“Dia Hinata ku” Sambung Itachi dengan bangganya.
“D-Dia?” Sasuke menunjuk kearah Hinata
“Aku pasti sedang bermimpi”
“Bakka chi benar-benar Bakka” celutuk Hinata
“Berhenti mengatai ku Chihuahua”
“Wah ini sangat bagus kalian sudah saling akrab ternyata. Ini adalah awal hubungan yang bagus antara saudara ipar.” Senyum Itachi melebar.
“Baiklah aku titp Hinata sebentar ok, tolong jaga dia, aku harus menyambut tamu yang lain ” Tambah Itachi lagi.
xXx

“Kau sudah menemukannya” Tanya orang di sebrang telpon
“Ya aku menemukannya”
“Bagus, awasi dia. Aku tak sabar ingin keluar dari persembunyian terkutuk ini”

xXx
“Itachi bagaimana dengan segala sesuatunya” Tanya Kabuto
“Sangat memuaskan, pameran ini berjalan bagus sesuai rencana”
xXx
Kembali ke tempat Sasuke
“Maafkan aku” Sasuke dengan ekspresi yang menyesal
“Aku tak mau memafkan mu” Hinata cuek
“K-kau!! Kenapa begitu? “ Sasuke tak terima
“Memangnya kenapa? Kau tidak salah, apa yang harus ku maafkan?”
“hahh~ yokatta… “ Sasuke terlihat lega
“Kenapa kau menyembunyikan identitas mu yang sebenarnya?”
“ Aku- “ Perkataan Hinata terpotong kala ada seseorang tiba menghampiri mereka.
“Hinata.. Nama mu Hinata Hyuuga kan?”
“Benar..” Jawab Hinata
Sasuke menatap tidak suka kepada pria sekertaris kakaknya yang bernama Kabuto itu.
“Bisa ikut aku sebentar” Ajak Kabuto kepada Hinata
“Maafkan aku, tapi Hinata adalah pacar ku, kau tidak bisa membawanya”
Sasuke menarik pergelangan Hinata dan menyembunyikan Hinata tepat di belakangnya. Hinata cengo mendengar perkataan Sasuke.
Kabuto terkekeh dengan sifat Sasuke juga jengkel karena misinya untuk membawa Hinata lebih sulit dari dugaannya.
“Baiklah kau juga boleh ikut” Jelas Kabuto agar misinya membawa Hinata cepat terlaksana.
xXx
Mereka menjauhi kerumunan undangan.
Sasuke tak melepaskan pegangannya, membuat Hinata risih, dan sesekali mencoba melepaskan diri namun cengkraman Sasuke begitu kuat.
‘Anikinya pernah bilang soal Kabuto yang dulunya pernah dituduh sebagai seorang pembunuh namun dibebaskan karena kurangnya bukti. Namun entah kenapa anikinya malah merekrut orang ini sebagai partner kerjanya.’ Batin Sasuke
“Kau tak perlu secemas itu, aku bukan orang jahat”
KREEK
Bunyi sesuatu yang terinjak.
“Kusso ! mereka menemukan kita cepat bawa Hinata pergi dari sini aku akan mengecoh mereka, ambil ini “ Kabuto melempar kunci.
“Itu kunci ruang bawah tanah, untuk sementara kalian gunakan itu untuk bersembunyi, CEPAT!” Kabuto berlari menuju sebuah mobil yang dikemudikan seorang wanita yang bersurai indigo panjang seperti Hinata (Konan meggunakan wik untuk mengecoh musuh)
Seperti seorang perempuan dengan surai hitam panjang dengan mata yang dihias seperti ular itu, kemudian mengejar mobil Kabuto.
Ruang Bawah Tanah
“Tolong lepaskan tangan ku” Hinata merintih
“Ah, gomen” Sasuke memperhatikan lengan Hinata yang memerah karena cegkramannya yang trelalu kuat
Diam terlalu hening sekarang, hanya lampu lilin kecil yang dapat mereka temukan untuk menerangi ruang bawah tanah yang sudah lama tak di bersihkan, karena tak ada pembantu yang mengetahui keberadaa ruangan itu untuk di bersihkan.
xXx
“Dimana Hinata?” Tanya Toneri yang sudah bisa keluar dari kejahilan Itachi
 “Seseorang yang mecurigakan selalu memperhatikannya, aku menyuruh orang kepercayaan ku untuk membawa Hinata keluar dan mencari tahu di mana persembunyian orang itu selama ini.”
“Apa maksud mu? Aku haya ingin tau dimana Hinata?”
“Dia berada di tempat yang aman bersama Sasuke, Tak ada waktu untuk menjelaskannya sekarang, aku harus pergi” Itachi bergegas berlari.
“Tidak! Berhenti, kau mau kemana? “ Cegat Toneri
“ Tidak ada waktu lagi, jika kau menghalangi ku, orang itu akan lolos lagi dan Hinata akan berada dalam bahaya, cepat minggir”
“Aku tak mengerti-“ Tiba-tiba tangan Toneri diambil paksa Itachi dan membawanya berlari. KYAAAAAA so sweet :v
“Kau! Daripada mengoceh ini itu, ikuti saja aku”
“Tapi apa tidak apa-apa meninggalkan Hinata bersama Sasuke berdua?” Toneri merasa gelisah
“Tidak apa, karena Sasuke itu tak tertarik dengan perempuan” Itachi bilang hal yang sebenarnya, karena semasa 20 ini Sasuke selalu acuh sama semua perempuan yang mendekatinya.
xXx
“Hatchi” Sasuke bersin
“Daijobu ka? Apa kau alergi” Tanya Hinata
“Tidak. Aku tidak apa- apa”
xXx
“Kau dan aku akan melacak moibl Kabuto yang di kejar orang suruhan Madara”
“Aku akan menyuruh tangan kanan ku Sasori untuk menggantikan ku” Sambungnya
“Baiklah”
xXx
Kamar Rias
“Kenapa aku harus harus memakai wik yang menghalangi wajah ku seperti ini” Keluh Sasori
“Diam lah un, sebentar lagi selesai, tinggal memakai lensa kontak, dan …” perkataan Daidara terhenti
“STOP! Haruskah wajah ku juga di coret?”
“Aisshhh!! Kau ini! Cerewet sekai un. Nah sekarang pakai sepatu ini” Suruh Daidara
“Kenapa HIGH HEEL???” Perotes Sasori lagi
“Karena kau pendek” ‘-‘ Daidara menceplos dengan polosnya
“ARRRGGHHHH” teriak Sasori
xXx
 “Bagaimana dengan target?” Itachi menelpon Kabuto
“Mereka sepertinya mencurigai kami, entah apa yang mereka rencanakan. Tapi mobil mereka yang mengejar kami melambat”
“Kusso!  Tetap perhatikan musuh dan jangan sampai kalian kehilangan mereka”
“Haik, wakarimas” Jawab Kabuto
“Aku akan mengerahkan tentara Otsutsuki untuk memblok jalan mereka” Toneri memberi bantuan
“Yah.. baiklah ini akan menjadi masalah yang sangat besar tapi tak apa, akan lebih baik jika kita serius di awal” Itachi tau jika memakai kekuatan polisi percuma karena Madara tak akan terpengaruh. Lebih baik menggunakan kekuatan militer keluarga mereka, meski akan menjadi masalah besar nantinya.
xXx
Posisi Orochimaru
Sedang mengangkat telpon sambil mengemudi
“Moshi-moshi”
“Berhenti mengejar mereka, ambil jalan menuju gedung tua yang berada di sebelah utara.”
“Haik”  Orochimaru memutar kemudi
xXx
“Mereka mengambil jalan memutar”  Kabuto yang masih menelpon Itachi
“Tidak apa aku berada di belakang kalian, kami yang akan mengejarnya “ Ujar Toneri
“Kau tak akan bisa lolos sekarang” Kata Itachi
BRAKKK
Mobil-mobil berhambur menjadikan kemacetan
Mobil yang mereka kejar tak bisa menghindari sebuah truk yang berada di sampingnya .
Orochimaru bersimbah darah dan dibawa ke rumah sakit
Tiba-tiba telpon Itachi bergetar
“Moshi-moshi Kabuto bagaimana?”
“Keponakan ku, hisashiburi ne?” sapa pria yang membuat Itachi menggeretakkan  giginya
“Apa yang kau lakukan, dimana Kabuto! Dan-“
“Wahh.. kau tega sekali membohongi ku, dia bukan orangnya” membicarakan Konan yang menyamar
“Kusso! Kau licik sekali mengorbankan orang mu sendiri”
“Dia yang menginginkannya, aku hanya memberikan tugas agar dia bisa berguna untuk ku, hanya itu” Mereka membicarakan Orochimaru
“Berengsek kau Madara”
“Jadi bagaimana, bawa wanita itu, dan aku akan menjamin 2 orang ini aman.”
“Jangan.. laku-kan itu Itachi-san” Suara seseorang yang menahan rasa sakit akibat dipukuli yaitu Kabuto
“Kau –“
“Aku tak menerima yang palsu lagi, jika kau melakukan hal yang bodoh lagi aku tak segan-segan membunuh mereka.” Ancam Madara
Tut Tut Tut
“Aku mengenal seseorang  yang rupanya sangat mirip dengan Hinata” Toneri memikirkan sebuah rencana
“Tapi Madara sudah mengancam” Ralat Itachi
“Tidak- tidak.. dia memang sangat mirip dengan Hinata, namanya adalah Shion tenang saja, dia adalah pembunuh bayaran yang sudah pro”
“Kau gila? Jika kita membunuhnya semua kejahatan yang pernah dia lakukan akan lenyap, Tapi. Dari mana kau kenal pembunh bayaran??”
“Tidak, kita akan menyusun rencana ulang. Karena dia seorang yang pro, aku yakin dia bisa lolos dengan gampang jika Madara telah menangkapnya, bagaimana?”
“Ku kira kau anak yang baik-baik, teryata kau berteman dengan seorang yang menakutkan” Itachi bergidik.
“Kau pikir aku tidak mencari tau soal diri mu? Kau juga mengangkat Kabuto yang seorang pembunuh menjadi asisten mu.”
“Hei itu berbeda, dia memang bukan pembunuh tapi dituduh, membunuh dan di tuduh membunuh itu beda arti!” Balas Itachi
“Ya .. Ya .. kau menang” Toneri tak mau berdebat lagi
xXx
“Hinata kau tak perlu takut, jika kau takut kau bisa memegang lengan ku” ajak Sasuke yang menelusuri ruang bawah tanah.
Hinata bukannya takut, tapi berada diruang yang redup cahaya membuatnya tak bisa melihat dengan jelas.
Hinata memegang lengan baju Sasuke
Mereka menuruni tangga bawah tanah.
Tiba-tiba sesuatu terjatuh
Membuat mebuat Sasuke berteriak dan hampir terpeleset.  Hinata yang melihatnya tersenyum manis, karena ternyata Sasuke juga takut sama Hantu.
“Itu hanya kelelawar hihi” Hinata nyengir
“Aku tau, aku hanya kaget” Perotes Sasuke
Kemudian Sasuke yang memegang tangan Hinata agar mereka tidak terpisah.
‘Kenapa jantungku menjadi tidak teratur? Apa gara-gara kelelawar tadi’
“Sasuke sepertinya di sana lebih terang dari di atas karena lampunya cuman di satu ruangan saja” Hinata menunjuk suatu ruangan seperti sebuah perpustakaan bawah tanah
“Kau tetap di belakang ku, aku akan melihat duluan” Perintah Sasuke di balas anggukan oleh Hinata.
Sasuke memperhatikan sekitar tak ada yang mencurigakan, kemudian mengajak Hinata masuk.
Baru kali ini Sasuke merasa caggung dengan seorang perempuan yang duduk di sebelahnya.
xXx
“Aku tak bisa melacak keberadaan Kabuto” Itachi kesal.
“Aku sudah menghubungi Shion, dia juga mengambil pekerjan sebagai hacker yang handal.  Dia mengatakan posisi mereka sekarang berada di Okinawa“
Telpon Itachi kembali bergetar

“Moshi-moshi Pain doushite?”
“Biarkan aku yang menyelamatkan Konan”
“Baiklah mereka ada di Okinawa, tapi jangan buat keputusan yang gegabah. “
“Apa tidak apa-apa, membiarkannya” Tanya Toneri
“Tidak apa-apa , Pain itu mantan pimpinan gengstar”
“Kenapa kau sangat suka merekrut orang yang bermasalah?”
“Bukan urusan mu, di saat seperti ini keahlian mereka sangat dibutuhkan. “
xXx
Shion telah menyamar menjadi Hinata.
“Copy yang sempurnya” Daidara haya mengubah warna rambut dan lensa mata saja.
“Baiklah kau tau apa yang harus kau lakukan kan? “ Toneri bertanya
“Aku tau, kau berjanji jika aku membantu mu catatan criminal ku akan dihapus. “
“Itu sangat sulit”
“Aku mau tobat, kau tak mau membantu ku?”
“Aku yang akan membantu mu” Itachi sangat suka membantu orang yang menyadari kesalahannya dan ingin berbuat baik. Kepribadian aneh yang autor buat hehe :v
“Baiklah! kita sepakat” Toneri mengiyakan syarat yang diajukan Shion
xXx
“Seberapa lama lagi kita harus bersembunyi di sini?” Tanya Hinata
“Entahlah.. ponsel ku tertinggal, aku tak bisa menghubungi aniki”
“Ponsel  ku tak ada sinyal” Sambung Hinata
xXx
Okinawa
“Kau yakin mereka berada di sekitar sini?” Toneri bertanya kepada Shion
“Ya.. biarkan aku berjalan di depan agar mereka bisa melihat ku. “
“Baiklah, jaga dirimu Shion”
Itachi berjalan dengan Shion sedangkan Toneri dan Pain bersembunyi mengamati pergerakan mereka.
xXx
Hinata dan Sasuke terus berjalan menuju tempat semula menaiki tangga, namun ruangan yang banyak membuat mereka mengambil jalan yang salah
“Kau yakin ini jalan yang kita lewati tadi? Haruskah kita berbalik arah?” Tanya Sasuke
“Apa kau takut?” Hinata berbalik Tanya,yah meski Hinata sok keren dari awal tapi pegangannya di baju Sasuke sangat erat
“Aku hanya tak mau  kita berjalan mencari jalan keluar malah semaki terperosok jauh. Dan coba lihat kearah kaki mu” Ujarnya santai
Hinata menengok  kearah kakinya dan BOOM!!
“KYAAAAAAAAAAAA” Teriakan yang membuat kelelawar sangat banyak beterbangan, dan dengan reflek Sasuke melindungi Hinata dengan memeluknya.
Sebuh tengkorak tepat di samping kaki Hinata.
“Aku tak melihatnya.  Aku tak melihatnya. Aku tak melihatnya.” Dia terus mengulangi kata yang sama
Sasuke menenangkan Hinata.
‘Melihatnya tak bisa bersembunyi dari wajah sok beraninya ternyata lumayan mengasikkan. Entah kenapa aku sangat menikmati kebersamaan sekarang’ Batin Sasuke
xXx
Seseorang yang di sebut sebagai Madara itu datang.
“Kau lebih muda dari yang ku kira” Sapa Itachi
“Terimakasih pujiannya, baiklah serahkan Hinata”
“Dimana Kabuto dan Konan” Itachi tak mau kalah
“ Mereka ada di dalam mobil “ Kabuto terlihat memar-memar degan baju yang sobek, dan Konan yang tak terluka sedikitpun di perlihatkan.
Madara dengan teliti melihat penampilan Hinata kemudian tersenyum.
“Kau ingin membohongi ku lagi, dia bukan orangnya” kesepakatan batal, Madara kembali membawa Kabuto dan Konan.
Itachi hendak memencet tombol yang menandakan sinyal untuk Pain memulai aksinya.
“Sekedar memberi tahu, aku mengetahui semua gerakan kalian, jika kalian ceroboh aku bisa saja membuat mereka berdua mati di tempat”
“Tch kusso!” Itachi mengurungkan niatnya memencet tombol sinyal kepada Pain.
‘Jadi siapa yang berkhianat ‘ Batin Itachi
xXx
Di ruang bawah tanah
Sesuatu terang berjalan kearah mereka, membuat Hinata hamir saja pingsan, jika saja orang itu tak menyapa mereka, wajar saja di saat seperti ini dia disangka hantu.
“Hinata kau di sana?”
“Kau siapa?” Taya balik Sasuke
Wajah itu mendekat dan dia memperkenalkan diri
“Nama ku Kakashi, aku kesini untuk menjemut Hinata” senyumnya yang aneh membuat Sasuke menjaga jarak dengan masih membawa Hinata di beakangnya.
“Kalian tak perlu takut, Hiashi-sama sudah menunggu di atas. Dan kau tuan Uchiha tolong lepaskan Hinata” senyuman yang menghiasi wajah Kakashi menghilang.
Kakashi adalah tangan kanan Hiashi.
Ruang bawah tanah yang menjadi persembunyian Hnata dan Saske adalah ruang bawah taah yang sangat besar, didalamnya terdapat macam-macam ruagan dari perpustakaan dan lainnya dan tempat mereka sekarang dalah bekas penjara bawah tanah, yang sangat lama,yang belum di renovasi.
xXx
Tempat Keluar Ruang Bawah Tanah
“Hinata apa yang akan kau lakukan” Hiashi sudah menceritakan kejadian yang terjadi.
“Aku akan ikut dengan Madara”
Hiashi merasa bersalah kepada putrinya karena tak bisa melindunginya, dan itu semua keputusan Hinata.
“Aku akan baik-baik saja, jika Madara menyukai ku, berarti aku akan aman. Dia tak akan membuat ku celaka.”
“Apakah tidak ada cara lain lagi? Kenapa kalian tidak menelpon polisi” Sasuke tak terima Hiata menyerah begitu saja
“Tidak bisa, semua berada di bawah kuasa Madara, tak ada yang bisa kita lakukan lagi”
Hiashi pasrah.
“Kenapa kau menyerah beitu saja! Aku akan melindunginya” Sasuke berucap dengan menentang
“Kau kira aku tak takut kehilangan putriku satu-satunya hah! Dia putri ku! Namun jika kejadian lama terulang dengan kematian, lebih baik aku saja yang mati!” Hiashi sangat marah.
“Kalau begitu aku akan ikut, biarkan aku menemani Hinata menemui Madara” Sasuke ikut
xXx
Persiapan selesai, tempat pertemuan mereka sudah di tentukan.
Itachi, Toneri, Pain, dan Shion mengikuti rencana Hiashi.
Hinata dan Sasuke keluar, sedangkan yang lainnya berada di ruangan berbeda dengan melihat layar monitor.
“Aku tidak terima, kenapa harus menyerahkan Hinata?” Toneri perotes kepada Hiashi
“Karena ini jaan yag terbaik” Hiashi menjawabnya
“Mungkin aku harus kesana” Itachi berjalan menuju pintu ingin menghentikan pertukaran itu
“Aku ikut dengan mu” Toneri juga ikut
“Halangi mereka” Titah Hiashi
“Apa-apaan ini??” Itachi perotes degan Toneri mereka berusaha melawan.
“Kalian tak ada yang harus keluar, kalian harus mengamati mereka disini, jika saatnya tiba aku akan memberi aba-aba untuk kalian beraksi” Hiashi mengamati onitor dengan sangat serius
Itachi danToneri sangat gelisah
Namun usaha Hiashi menghalangi Toneri san Itachi gagal, mereka dapat dengan mudah mengalahkan penjaga Hiashi yang menguci pergerakan mereka. Dengan kerja sama tim Toneri dan Itachi mereka berhasil kabur dan menyusul tempat Hinata.
xXx
“Hinata, itu kah nama mu?” Tanya Madara
“YA.. jadi lepaskan mereka, aku akan ikut dengan mu”
“Dengan senang hati” Madara menjentikkan jarinya dan Kabuto juga Konan di perlihatkan.
“Kenapa dengan laki-laki di samping mu itu, apa dia pacar mu?”
Mata Sasuke memerah dia sangat tidak suka dengan sifat pamannya yang  sudah menipu semua dengan kematian palsu yang di buatnya,
Hinata hendak melangkah menuju Madara, namun Sasuke menahannya.
“Apa mau mu anak muda, lepaskan dia” Madara menegur Sasuke
‘Tch dia bahkan tak mengingat nama ku’ Sasuke semakin kesal
“Jangan lepaskan dia Sasuke” Teriak Toneri dan Itachi
“Aku tak akan membiarkan mu mengambil Hinata” Toneri ikut ambil bagian
“Harusnya kau bilang kami, bakka!” Itachi tak terima
Sasuke yang melihat mereka mulai tersenyum sekarang bala bantuan datang.
Madara mengambil pistol, mengrahkannya kepada Konan.
Semua mata terbelalak.
DOOR
Madara mengalihkan tembakan kepada Kabuto. Sekarag baju putih itu sudah menjadi merah, Konan yang berada di sampingnya berteriak histeris. Mata Hinata di tutup Sasuke karena Sasuke yang sekarang berada paling dekat dengannya
Namun Pain diam-diam bersembunyi dan saat Hinata melangkah maju dan membujuk  Madara agar tak menyakiti siapapun, Pain melepaskan ikatan Konan.
Tapi sejenak Pain merasakan menginjak sesuatu di kakinya.
Dan saat melihat kebawah dia melihat sebuah pelastik kantung darah yang di injaknya, matanya menatap tidak suka kearah Kabuto yang pura-pura mati sambil sedikit terlihat ekspresi nyengirnya, karena berusaha menahan tawa.
Pain yang iseng dengan dengan kerjan Kabuto malah sengaja menginjak tangan Kabuto karena melibatkan kekasihnya dan tidak memberitahunya.
“AAAAWWW”
Pekik Kabuto, yang menjadi sorot perhatan menjadi miliknya pasalnya dia sekarang harusnya acting mati kan?
“K-Kabuto-san?” Hinata menyeringitkan alisnya
Tidak mungkin seseorang yang tepat di tembak di daerah vital yaitu jantungnya bia selamat dari tembakan
Madara menatap marah kepada Kabuto yang sekarang malah bangun dengan senyuman dan menggaruk  belakang kepalanya yang tidak gatal.
“Ehehehehe” tawanya
“Kau!!!” Teriak Toneri Sasuke dan Itachi nemunjuk Madara
Dan terlepaslah wik yang dipasangnya, dan memperlihatkan raut wajah yang memang mirip dengan Madara hanya saja gaya rambutnya lebih Mirip Sasuke. Ya dia adalah saudara Fugaku termuda yang menyamar menjadi Madara.
“Yah semuanya telah berakhir, aku tak bisa melanjutan acting ku.” Dengan cueknya
“HAA??” Toneri yang sudah memanggil para pengawalnya untuk menyerbu gedung itu juga bingung kenapa para pengawal pribadiya tidak ada yang muncul. Ternyata semuanya sudah di rencanakan.
“Jadi ini semua hanya acting ?” Hinata bertaya
“Ya, semua ini hanya sebuah tes yang ku lakukan untuk menguji kalian apa kalian benar-benar menyukai putri ku.”
“Jadi Madara?” Kata Itachi
“Kakak sudah lama meninggal, tak lama setelah kematian Hiyori membuatnya depresi dan bunuh diri” Kata Uchiha Sishui
“Jadi itu benar-benar terjadi?” Sasuke penasaran
 “Ya, tapi tak ada media masa yang mengetahuinya , karena kejadian yang memalukan Hyuga dan Uchiha memutuskan untuk merahasiakan kejadian yang sebenarnya.” Jelas Fugaku yang ikut andil dalam acting ini
“Lalu Orochimaru yang kecelakaan?” Kata Itachi lagi
“Dia pembalap pro, semua sudah di atur, jika kalian perhatikan mobil itu tak tergores sedikitpun dan Orochimaru bajunya sudah di semprot dengan tomat sejak masuk kedalam mobil.” Jalas Hiashi

“Jadi apa Jii-san yang menyuruh pengawal ku tidak datang?” Tanya Toneri
“Tidak, Tapi aku” Tiba-tiba terdengar suara Kaguya, dan dia ternyata memperhatikan mereka dari atas gedung denga kaca yang hanya bisa di lihat dari Posisi Kaguya,dan saat Kaguya berbicara Kaca itu memperlihatkan posisiya yang sebenarnya
“Jadi siapa yang kau pilih Hinata?” Itachi melihat Hinata degan serius
“ ? “ Hinata menunjuk dirinya
“Aku , Sasuke atau Toneri?” Tanya Itachi lagi
Sasuke hanya menatap ke samping sambil melipat tangannya di depannya.
“Hei berhentilah sok cuek, kau juga meyukainya kan?” Tatapan Toneri sudah menjelaskan jika Sasuke itu musuh
“Sedikit” Kata Sasuke
Tiba-tiba pintu terbuka, memperlihatkan sosok laki-laki memakai seragam maid yang serba hitam. Dia adalah coseplay kuro sitsuji
“Wahh.. “ Hinata menunjuk orang itu
“Kyaaaa.. kau Sbastian kan?” Mata Hinata berbiar-binar, let me take a selfi?”
“Yes, my lord” Ucap nya dengan senyumnya yang khas dan kulit yang pucat
xXx
END
Sasuke : Jadi Hinata Otaku?
Toneri : Tidak apa. Aku akan berusaha jadi otaku.
Itachi : A-Aku juga otaku!
Sasuke : Berhentilah berbohong aniki, kau buka otaku
Itachi : Sekarang aku otaku!
Shion: Kenapa percakapan kalian selalu membwa kata otaku?
Toneri : KAU!! Otaku?
Shion: Bukan Bakka! Aku hanya suka meniru Hinata Hyuuga di anime Naruto
Sasuke, Toneri &Itachi : Dia benar-benar otaku -_-
Itachi : Oi Toneri bukannya kau bilang dia itu pembunuh yang pro?
Toneri : Dia yang bilag padaku.. eto kemarin tee he ;’p
Itachi : Tee HEE apanyanya!! Itu sudah jelas penipuan! Kau percaya begitu saja?
Sasuke : Oi dialek gw mana?
Toneri & Itachi : Sasuke Damare

Baiklah sesei pertanyaan :
Sasuke : Autor kenapa gw di sini jadi kayak plin plan gitu?
 Autor : Gomen
Itachi : Author kok gw juga maniak banget rekrut mantan penjahat?
Author : Gomen
Toneri : Author sesekali kek gw di jadiin ama Hinata?
Author : Etar deh gw mikir-mikir dulu ceritanya.
Sasuke&Itachi : Woi kenapa cuman kita yang jawabannya cuman Gomen!!
Author : Gomen
Sasuke&Itachi : HAAA!!
xXx
“Hinata?” Itachi mencoba mengajak
“Hmm.. ?”
“Mau kah kau men-“
“Hinata!” Sasuke melambaikan tangannya
Hinaya melambaikan tangnnya balik, dan Sasuke berlari ke arahnya
“Nani?” Hinata bertanya yang ingin di ucapkan Itachi
“ Suk-“
“Hinata ohayou” Sapa Toneri
“Ohayou mo” Sapa Hinata dengan senyuman yang lembut
Mata Itachi memancarkan aliran listrik kepada duo pengganggu hitam putih itu, Toneri dan Sasuke baka otoutonya.
“Su apa ? Itachi-nii”
“Nande mo nai ^^ hehe”
Sasuke dan Toneri berbisik jika mereka harus menggagalkan rencana Itachi.
“Kalian menjadi akrab” Sapa Hinata kepada Sasuke dan Toneri, yang dibalas muka berpaling oleh keduanya.
 “Hi~nata..”  Sapa seseorang
‘DIA !!’ batin ke 3 pria itu
“Besok ada pemotretan mau kah kau jadi model perempuan pasangan ku? Di sana aku akan menjadi Sbastian, dan kau akan menjadi Ciel Pantomhive tapi, sebgai perempuan. “ jelasnya
“Ada beberapa adegan, kita nanti akan berdasa di pesta” sambungnya lagi
“Kau!! Kau siapa kau sebenarnya!” Sasuke merasa kalau dirinya juga harus menjadi model
“Gomen aku lupa memperkenalkan dia, Dia Sai Himura, putra seorang agensi ternama”
“Putranya  Danzou” Tanya Itachi
“Haik” Seyuman Sai melebar
“Tch .. Hinata , aku akan menjadi cosplay Sbastian yang kau sukai. Jadi besok jalanlah denganku”
“Hee?”
“Tidak! Aku juga akan menjadi cosplay Sbastian untuk mu, aku lebih padai berakting dari pada baka otouto ku.”
 “Hinata.. aku akan mencat rambutku, menjadi hitam, biar aku yang menjadi Sbastian untuk mu, karena perjuangan ku yang lebih besar, tentu saja kau harus memilih ku”
“Eeto.. “ Hinata tak bisa menjawabnya.
“Bagaimana jika kita gantian saja, biar adil kita suit, siapa yang nemenin Hinata besok” Ajak Itachi
“Aniki itu sangat menganak-nganak” sahut Sasuke
“Aku setuju” Toneri setuju
“Bagaimana dengan kalian?”
“Ya.. boleh juga” Sashut Sai
“Kau Sasuke?”
Sasuke terlihat berfikir, sejenak kemudian dia berlari dengan membawa Hinata bersamanya. Dan tentu saja mereka ber3 mengejar Sasuke.
OWARI

Rumah Hinata
Suara bell yang berbunyi membuat Hinata bergegas menuju ke luar melihat tamu siapa yang datang.
“Ya tunggu sebentar” Hinata membuka pintu manshion utama.
Melihat seorang perempuan muda dan cantik yang membuka kan pintunya , mata Sakura langsung berkaca-kaca, dan menjatuhkan coklat yang di bawanya
“Gomen! Hiks” Sakura langsung berlari meninggalkan manshion Hyuuga
“Etoo matte Sakura-chan!” Hinata bingung